loading...

Mitos-mitos Seputar Penyakit Kanker

Posted by

loading...
Kanker merupakan penyakit yang terjadi akibat pertumbuhan tidak normal dari sel-sel jaringan tubuh yang berubah menjadi sel kanker. Dalam perkembangannya, sel-sel kanker ini dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya sehingga dapat menyebabkan kematian. Bahkan menurut Organisasi Kesehatan Dunia, kanker merupakan pembunuh nomor 1 di dunia.

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), prevalensi kanker di Indonesia pada tahun 2014 adalah sebesar 1.4% atau terdapat 330.000 orang yang menderita kanker. Provinsi dengan prevalensi penderita kanker tertinggi adalah DI Yogyakarta (4.1%), Jawa Tengah (2.1%), Bali (2%), dan DKI Jakarta (1.9%).
Berdasarkan fakta tersebut, tidak mengeherankan jika pada akhirnya banyak orang yang mencari informasi seputar kanker baik melalui media cetak, elektronik, ataupun internet. Namun sayangnya, tidak semua informasi yang didapatkan berasal dari sumber yang terpercaya; bahkan beberapa informasi yang tersedia di internet menyesatkan atau salah.

Oleh karena itu, untuk mengurangi kesalahpahaman mengenai kanker, berikut adalah beberapa mitos mengenai kanker yang perlu Anda ketahui:

Anda akan menderita kanker jika keluarga Anda pernah mengalaminya

Dengan riwayat keluarga yang pernah menderita kanker, tidak berarti Anda pasti akan menderita kanker; karena dengan adanya riwayat kanker di keluarga hanya akan membuat Anda berada dalam keadaan risiko tinggi untuk mengalaminya. Anda dapat mengurangi risiko tersebut dengan melakukan gaya hidup yang sehat, seperti berolahraga, makan sayur dan buah, istirahat yang cukup, dll.
Faktanya, hanya 5% sampai 10% dari kanker yang diturunkan dari orang tua kepada anak-anak. Mayoritas kanker disebabkan oleh perubahan genetik yang terjadi sepanjang hidup seseorang yang dipicu oleh gaya hidup, seperti merokok, paparan bahan kimia, atau diet tidak sehat.

Kanker disebabkan oleh konsumsi gula

Tidak ada bukti cukup yang membuktikan bahwa konsumsi gula dapat merangsang pertumbuhan sel kanker dalam tubuh. Karena yang benar adalah bahwa konsumsi gula berlebih akan meningkatkan risiko kenaikan berat badan, obesitas, dan diabetes; hal-hal tersebutlah yang nantinya akan meningkatkan risiko kanker dan masalah kesehatan lainnya.

Pengobatan kanker biasanya lebih buruk dari kanker itu sendiri

Meskipun pengobatan kanker, seperti kemoterapi dan terapi radiasi dapat menyebabkan efek samping (seperti mual dan muntah, rambut rontok, dan kerusakan jaringan), nyatanya, pengobatan tersebut lebih dapat ditoleransi daripada pengobatan lainnya. Terlebih, telah ada perawatan paliatif (yang merupakan bagian dari perawatan kanker) yang dapat membantu seseorang merasa lebih nyaman pada setiap tahapan penyakit. Perawatan paliatif ini pada akhirnya juga dapat meringankan efek samping, dan membuat kualitas hidup penderita kanker lebih baik.

Lebih baik tidak menyadari tanda adanya kanker

Terkadang, kita lebih memilih untuk mengabaikan tanda atau tidak tahu sama sekali daripada mengetahui bahwa kita menderita suatu penyakit. Sayangnya, hal tersebut tidak boleh dilakukan. Adanya benjolan di payudara, misalnya; Anda harus segera berkonsultasi dengan dokter agar dapat mengetahui keadaan Anda secara tepat untuk kemudian dilakukan pengobatan. Karena tentunya, pengobatan pada tahap kanker awal akan lebih efektif untuk dilakukan.

Tidak ada gunanya mengobati kanker

Tentu hal ini tidak benar. Karena faktanya, selama 40 tahun terakhir, telah ada kemajuan dalam upaya pencegahan dan pengobatan kanker. Kemajuan tersebut telah meningkatkan tingkat ketahanan hidup bagi penderita kanker.

Radiasi handphone dapat menyebabkan kanker

Meskipun telah banyak orang yang menganggap penggunaan handphone dapat menyebabkan kanker, sayangnya, hal tersebut tidaklah benar. Karena, yang harus kita ketahui adalah bahwa kanker disebabkan oleh mutasi genetik; sementara handphone hanya memancarkan jenis energi frekuensi rendah yang tidak merusak gen.

Deodoran dapat menyebabkan kanker payudara

Studi terakhir menemukan bahwa tidak ada kaitan antara adanya kandungan bahan kimia dalam deodoran dengan mutasi genetik dalam jaringan payudara. Jadi, sampai saat ini belum ditemukan bukti yang menunjukkan bahwa deodoran dapat menyebabkan kanker payudara.

Luka dapat menyebabkan kanker

Terkadang, di saat Anda mengobati luka dengan dokter, dokter mungkin akan menemukan tumor atau benjolan, namun itu bukan berarti bahwa cedera dapat menyebabkan kanker. Melainkan, proses peradangan kronislah yang dapat meningkatkan risiko kanker tertentu, namun hal ini hanya terjadi pada sedikit kasus saja.

loading...
loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 18:36

0 komentar:

Post a Comment

Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.