loading...

Mesin Penetas Telur Otomatis, Ini Cara Kerjanya!

Posted by

loading...

loading...
Prinsip dan Cara Kerja Mesin Tetas Otomatis.

  1. Umumnya, sistem pemanas pada mesin tetas modern menggunakan elemen nikelin. Namun, mesin dapat juga menggunakan sumber panas dari gas elpiji, minyak tanah, panas sinar matahari, sampah kayu mebel, batu bara, serta  kombinasi listrik dengan berbagai sumber panas tersebut. Pertimbangan akan menggunakan kombinasi sumber pemanas, tergantung pada harga masing masing sumber panas. Pilihlah bahan yang paling ekonomis. Kombinasi listrik dengan sumber panas lain sangat penting dilakukan untuk meningkatkan efisiensi biaya energi. Penggunaan sumber pemanas kombinasi listrik dan minyak atau kombinasi listrik dan gas dapat menekan biaya lebih dari 50% lebih murah dibandingkan dengan hanya menggunakan sumber pemannas dari listrik. Mesin ini dikendalikan dengan termokontrol digital sensor PT-100 yang kepekaannya dapat mencapai dibawah 0,1 derjar farenhit.
  2. Kelembapan diatur dengan digital higro-controller. Jika kelembapan berkurang, secara otomatis akan terbentuk kabut uap air didalam mesin sehingga kelembapan meningkat. Namun, kelembapan yang berlebihan akan membuat mesin secara otomatis mengurangi kabut air sehingga kelembapan menurun.
  3. Pemutar telur diprogram sesuai dengan keinginan melalui timer digital sehingga telur akan diputar oleh mesin secara otomatis.
  4. Ventilasi dilakukan melalui mekanisme inlet-outlet (keluar masuk) yang merata ke seluruh ruangan .
  5. Pada mesin tetas otomatis, ruangan inkubasi (setter) dan ruangan penetasan (hatcher) terletak terpisah. Kedua ruangan tersebut tidak berbeda secara fisik, tetapi hanya berbeda dari bentuk rak telur. Dalam inkubator, rak telur dilengkapi dengan pemutar telur, sedangkan ruang  hathcer tidak membutuhkan pemutar telur.
Sumber pemanas mesin otomatis  berkapasitas diatas 50 ribu butir telur tetap bisa dibuat dari sumber yang sangat sederhana, yaitu dengan sebuah " kompor mi ayam" . Selain itu, bisa juga menggunakan sumber pemanas dari gas elpiji, minyak tanah, batu bara, sekam padi, ataupun sinar matahari.

Jika menggunaka mesin tetas kapasitas 50-60 ribu butir hanya menggunakan listrik sebagai sumber pemanas, daya yang dibutuhkan untuk menyalakan mesin berkisar 20.000-22.000 watt. Namun, jika sumber pemanas menggunakan listrik dengan minyak tanah, gas, atau sampah kayu mebel, daya yang dipakai hanya sekitar 1.100 watt. Energi tersebut digunakan sistem untuk meratakan suhu, membalikkan telur, dan sumberkistrik pengendali (microchip). Karena itu, biaya menggunaka kombinasi energi listrik dengan minyak tanah, gas, sekam padi, dan matahari bisa menghemat lebih dari 50%.

Pada musim panas, mesin tetas berkapasitas 50 ribu buutir telur hanya membutuhkan 4 liter minyak tanah atau 3kg gas per hari. Sementara pada musim dingin, mesin tetas ini hanya membutuhkan 4,5-6 kg gas per hari. Efisiensi ini dapat dicapai karena penulis telah menemukan sistem pemerataan panas secara konduksi untuk mesin tatas nya.

Saat ini sudah sekitar 100 mesin tetas yang diproduksi, termasuk mesin tetas untuk telur itik yang memiliki sistem kelembapan yang berbeda dengan mesin tetas untuk telur ayam kampung. Hanya saja mesin ini akan efisien ika kapasitasnya minimum 7.500 butir telur. Biaya peralatan pembuatan mesin untuk kapasitasnya dibawah 7.500 butir tidak ekonomis.

loading...
loading...
loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 18:33

0 komentar:

Post a Comment

loading...
loading...
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.