Listrik Prabayar: Cara menghitung Kwh meter prabayar

Posted by

loading...

Cara menghitung Kwh meter prabayar

Rumus perhitungan manual
Contoh: Pelanggan membeli pulsa listrik sebesar 200.000 untuk batas daya 1300 VA golongan rumah tangga R1, maka rumus perhitungannya adalah sebagai berikut:
  • Biaya admin, pada saat ini untuk perhitungan Kwh biaya admin tidak dimasukan lagi. Tetapi pemotongan biaya admin masih tetap ada. ( biaya admin ATM : Rp 4.000 etc ) – sisa uang Rp 196.000
  • Biaya materai, pembelian pulsa listrik dibawah Rp 250.000 tidak ada biaya materai. – sisa uang Rp 196.000
  • PPJ, Biaya PPJ ( Pajak Penerangan Jalan ) di setiap daerah akan berbeda, PPJ jakarta untuk industri adalah 3%: jadi 196.000 / 3% = Rp. 5880
  • Nilai token, perhitungan nilai token adalah seperti berikut 196.000 – 5.880 = Rp 190.120
  • Kwh yang didapat, Nah sekarang ini merupakan rumus menentukan jumlah Kwh yang akan kamu dapat ( nilai token / tarif 1300 VA ) = 190.120 / 979 = 194, 20 Kwh
Rumus perhitungan batas pembelian pulsa listrik
Banyak kasus ketika pelanggan PLN memasukan kode pulsa listrik di meteran prabayar sering muncul tulisan “TOTAL KWH MELEBIHI BATAS” hal ini disebabkan pembelian pulsa melebihi batas yang ditetapkan oleh PLN /Kwh. Jika ini juga kamu rasakan maka hal pertama kamu perlu menentukan jumlah Kwh yang akan kamu dapat, baru hitung batas pembelian pulsa dengan rumus dibawah ini.
  • Rumus : (DAYA TERPASANG X 720 JAM / 1000), Contoh perhitungan untuk daya 1300 watt : 1300 X 720 JAM / 1000 = 936 KWH.
Tarif dasar Listrik Prabayar untuk golongan R1 (Rumah Tangga) :
  1. Golongan R1 Daya 450 VA Rp 415 per Kwh
  2. Golongan R1 Daya 900 VA Rp 605 per Kwh
  3. Golongan R1 Daya 1.300 VA : Rp 979 per kWh
  4. Golongan R1 Daya 2.200 VA : Rp 1.004 per Kwh
  5. Golongan R1 Daya 3.500 VA-5.500 VA : Rp 1.145 per kWh
  6. Pelanggan 6.600 VA ke atas : Rp 1.352 per kWh
Daftar tarif PPJ ( Pajak Penerangan Jalan )
Jakarta : PPJ industri 3 %, industri non-PLN 2,4%, rumah tangga 1,5%
Bandung : PPJ industri 10%, industri non-PLN 7%, rumah tangga 6%
Semarang : PPJ rumah tangga 6%
Surabaya : PPJ rumah tangga 8%
Yogyakarta : PPJ rumah tangga 8%
Bali : PPJ rumah tangga 5%
Lombok : PPJ rumah tangga 10%
Bogor : PPJ rumah tangga 1,5%
Sukabumi : PPJ rumah tangga 5%
Banten : PPJ rumah tangga 1,5%
Lampung : PPJ rumah tangga 3%
Palembang : PPJ rumah tangga 5%
Medan : PPJ rumah tangga 5%
Makasar : PPJ rumah tangga 6%
Ambon : PPJ rumah tangga 10%
Bangka pangkal pinang : PPJ rumah tangga 7%
Pekanbaru : PPJ rumah tangga 1,5%
Batam : PPJ rumah tangga 3%

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 18:41

0 komentar:

Post a Comment

loading...
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.