Kamus Istilah Pelajaran Biologi Dari A Sampai Z

Posted by

loading...
Banyak istilah-istilah dalam ilmu biologi yang sudah sangat dikenal luas karena banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Tetapi ternyata masih lebih banyak lagi yang belum diketahui khalayak umum. Berikut ini daftar istilah-istilah dalam ilmu biologi yang dirangkum dari A sampai Z.

Kamus Istilah Biologi

  • Abiotik : Benda mati.
    Abisal : Pembagian bioma air laut dengan kedalaman daerah lebih dari 2000 meter.
    Adaptasi : Penyesuaian diri suatu organisme terhadap lingkungan tempat hidupnya.
    Aerobik : Bakteri (dan sel lain) yang melakukan pernafasan dengan menggunakan oksigen bebas.
    Agen : Bibit penyakit.
    Akinet : Sel yang mengalami penebalan dinding, ukurannya membesar dan didalamnya terdapat spora (endospora).
    Alogami : Penyerbukan yang terjadi jika serbuk sari berasal dari bunga pohon lain yang sejenis.
    Altituda : Letak suatu daerah bardasarkan tingginya dari permukaan air laut.
    Amitosis : Proses pembelahan sel secara langsung tanpa melalui fase pembelahan sel tertentu.
    Anaerobik : Bakteri (dan sel lain) yang melakukan pernafasan tanpa memerlukan oksigen bebas.
    Anemogami : Penyerbukan yang diperantarai oleh angin.
    Angiospermae : Tumbuhan biji terbuka.
    Anteridiofor : Tangkai anteridium.
    Anteridium : Organ pembentuk sel kelamin jantan (spermatozoid) pada tumbuhan paku atau lumut.
    Antibodi : Zat yang dibentuk dalam darah untuk memusnahkan bakteri/kuman.
    Antigen : Zat yang dapat merangsang pembentukan antibodi jika diinjeksikan ke dalam tubuh.
    Antitoksin : Zat pelawan antigen (benda asing yang masuk tubuh).
    Antropogami : Penyerbukan yang dibantu oleh manusia; disebut juga penyerbukan sengaja atau buatan.
    Aplanospora : Spora yang tidak memiliki flagela.
    Arkegonium : Bagian tubuh tumbuhan yang berfungsi untuk alat reproduksi; menghasilkan sel gamet betina (Ovum).
    Autogami : Penyerbukan sendiri.
    Autotrof : Organisme berklorofil yang mampu mengubah zat anorganik menjadi zat organik.
    Avitaminosis : Penyakit yang disebabkan kekurangan vitamin.
Badan kutub (polar body) : Produk meiosis seluler haploid yang tidak fungsional, selain oosit.
Bakteri (bacterium) : Mikroorganisme bersel tunggal yang tidak memiliki inti sel sejati.
Basidiokarp : Tubuh buah yang merupakan tempat tumbuhnya basidium dalam Basidiomycota.
Basidiomycota : Jamur makroskopik.
Basil (bacillus) : Bakteri berbentuk batang.
Batial : Pembagian bioma air laut dengan kedalaman daerah 200 – 2000 meter.
Beri – beri : penyakit yang disebabkan kekurangan vitamin B.
Bibit Unggul : Bibit hasil seleksi secara buatan yang mempunyai sifat – sifat sesuai dengan keinginan kita.
binomial nomenklatur : Penamaan jenis (spesies) dengan menggunakan dua nama.
Biodiversitas : Keanekaragaman hayati.
Biogenesis : Teori yang menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup.
Bioma : Sekelompok makhluk hidup yang menempati daerah luas di permukaan bumi.
Biosfer : Lapisan bumi yang dihuni oleh makhluk hidup.
Bioteknologi : teknologi yang menggunakan makhluk hidup untuk menghasilkan produk yang berharga bagi manusia.
Biotik : Makhluk hidup, benda hidup.
Blastokist (blastocyst) : Embrio mamalia saat memasuki dinding uterus.
Blastomer (blastomere) : Salah satu sel hasil pembuahan sel telur di tahap awal.
Blastula : Bola sel berongga yang dihasilkan dari pembelahan sel tahap awal pada perkembangan embrio.
BOD (Biological Oxygen Demand) : Kebutuhan oksigen secara biologis.
Brakte (bractea) : Salah satu bagian bunga, yaitu daun pelindung yang berfungsisebagai penarik perhatian serangga penyerbuk.
Bryophyta : Divisi lumut daun.
  • Cagar alam : Upaya pelestarian semua sumber daya alam yang ada untuk tidak dimanfaatkan agar terjaga kelestariannya.
    Carolus Linnaeus : Tokoh yang mencetuskan system penamaan spesies dan penamaan berbagai macam tumbuhan.
    Charles Darwin : Pelopor sistem klasifikasi berdasarkan filogeni.
    Chlamydomonas : Contoh dari chlorophyta bersel tunggal yang dapat bergerak.
    Chlorella : Contoh dari chlorophyta bersel tunggal tidak dapat bergerak.
    Chlorophyta : Alga Hijau.
    Chrysophyceae : Alga Cokelat-Keemasan.
    Chrysophyta : Alga Keemasan.
    Ciliata : Protista bersel satu yang permukaan tubuhnya memiliki banyak rambut getar (silia).
    Ciri poligenik (polygenic trait) : Ciri fenotipe yang dipengaruhi beberapa gen.
    Coniferophyta : Tumbuhan pembawa kerucut, karena alat reproduksinya berbentuk kerucut (strobilus).
    Culex : Sejenis nyamuk rumah yang menyebarkan larva cacing Filaria penyebab penyakit kaki gajah.
    Cyanobacteria : Alga Hijau-Biru.
    Cyanophyta : Alga Biru.
    Cycas rumphii : Pakis haji.
Degenerasi : Penyusutan (tidak tumbuh sempurna).
Dekomposer : Mikroorganisme yang berperan menguraikan zat – zat sisa organik.
Denitrifikasi : Proses pengubahan amonium menjadi nitrogen bebas di udara oleh bakteri.
Detritivor : Hewan pemakan hancuran/serpihan sisa bahan – bahan organik.
Deuteromycota : Jamur tak tentu.
Dihibrid : Dua sifat berbeda.
Dikotil : Dua kotiledon atau dua daun lembaga/kotil pada biji.
Diploid : Kromosom yang berpasangan.
Dislokator : Sel dinding, yaitu sel yang berasal dari hasil pembelahan sel generatif pada Gymnospermae.
Divisi : Merupakan tingkatan takson yang menghimpun beberapa kelas yang memiliki persamaan ciri – ciri.
DNA (Deoxyribonucleic acid) : Asam nukleat yang digunakan untuk menentukan hubungan kekerabatan makhluk hidup.
Dominan : sifat yang muncul pada suatu organisme.
  • Ekosistem : Suatu sistem yang di dalamnya terdapat interaksi antara komponen biotik dan abiotik.
    Eksplan : Pertumbuhan tumbuhan di luar tubuh dengan media kultur.
    Ekstensifikasi Pertanian : Usaha memperluas lahan pertanian sehingga hasil yang diperoleh makin meningkat.
    Embrio : Individu baru hasil pembuahan.
    Embriogeni : Penyuburan lingkungan perairan.
    Emigran : Orang yang meninggalkan tanah airnya dan pergi ke Negara lain untuk menetap.
    Endemik : Hanya berada di satu kawasan atau daerah.
    Endosperma : Cadangan makanan.
    Endospora : Spora yang terbentuk dalam sel induk sendiri.
    Entomogami : Penyerbukan yang diperantai oleh serangga.
    Epididimis : Anak testis.
    Epiteka : Tutup sel pada diatom.
    Eukariot : Organisme yang bermembran inti.
    Eukariotik : Sel organisme yang bahan intinya diselubungi oleh membran inti.
    Evolusi : Perubahan struktur alat tubuh organisme yang berlangsung sedikit demi sedikit dalam waktu yang lama.
Fasciola : Cacing hati.
Fenotipe : Sifat yang tampak.
Fertil : Subur.
Fertilisasi : Peleburan sel telur dengan spermatozoid (pembuahan).
Fetus : Janin yang sudah memperlihatkan bagian – bagian tubuh dengan jelas atau sempurna.
Fikoeritrin : Pigmen merah laut air yang terdapat pada kloropas Rhodophyta.
Fikosianin : Pigmen biru laut air yang terdapat pada kloropas Rhodophyta.
Filial : Anak keturunan / generasi.
Filogeni : Sejarah evolusi makhluk hidup.
Flagela : Tonjolan berbentuk cambuk pada sutu sel yang berguna untuk alat gerak.
Flagellata : Golongan hewan bersel satu yang bergerak dengan menggunakan bulu cambuk.
Formalin : Bahan pengawet organ tubuh, binatang, atau mayat.
Fosil : Sisa – sisa makhluk hidup yang sudah membatu.
Fotik : Daerah yang dapat ditembus cahaya dalam bioma air.
Fragmentasi : Cara perkembangbiakan suatu organisme dengan jalan memotong tubuh menjadi beberapa bagian dengan setiap potongan tubuhnya dapat tumbuh menjadi individu baru.
  • Galur murni : Keturunan yang masih memiliki sifat asli.
    Gamet : Sel kelamin.
    Gametangium : Gonad pada tumbuhan.
    Gastrodermis : Lapisan kulit yang berfungsi sebagai usus.
    Gastrovaskuler : Usus yang berfungsi sebagai pengedar makanan.
    Gen : Faktor pembawa sifat keturunan dari suatu individu.
    Generatif : Perkembangbiakan secara kawin.
    Genotipe : Sifat yang tidak tampak dari luar.
    Gizi : Zat makanan, komponen penyusun bahan makanan yang diperlukan tubuh untuk pertumbuhan dan perkembangan serta manjaga kesehatan tubuh.
    Gnetum gnemon : Melinjo.
    Gonad : Sel induk pembentuk sel kelamin.
    Guano : Pupuk yang berasal dari kotoran burung atau kelelewar yang mengandung fosforus tinggi.
    Gymnospermae : Tumbuhan biji terbuka.
    Genetika : Cabang biologi yang mempelajari tentang pewarisan sifat.
Habitat : Tempat hidup suatu organisme mulai dari lahir, berkembang biak, sampai mati.
Haploid : Kromosom yang tidak berpasangan.
Herbivora : Hewan pemakan tumbuh – tumbuhan.
Hermafrodit : Organ pembentuk sel kelamin jantan dan betina yang terdapat dalam satu tubuh.
Heterozigot : Pasangan gen yang tidak sama.
Hibrid : Hasil perkawinan antara dua individu yang mempunyai sifat beda.
Hibridisasi : Persilangan dari populasi yang berbeda.
Hidrofit : Tumbuhan yang hidup di dalam air.
Hidrogami : Penyerbukan yang diperantarai oleh air.
Hifa : Benang – benang jamur.
Higiene : Upaya pengelolaan kesehatan yang mengarah pada usaha kesehatan individu.
Higrofit : Tumbuhan drat yang hidup di tempat lembab.
Homologi : Sama bentuk dan struktur karena berasal dari asal – usul yang sama.
Homozigot : Pasangan gen yang sama.
Hospes : Inang.
  • Implantasi : Proses penempelan zigot pada dinding rahim.
    Imunisasi : Upaya menambah kekebalan tubuh terhadap penyakit dengan serum / vaksin.
    Indusium : Tonjolan daun yang melindungi sorus pada tumbuhan paku.
    Insektisida : Obat pembunuh serangga.
    Inseminasi : Kawin suntik.
    Intensifikasi Pertanian : Usaha peningkatan cara bertani dari yang tradisional ke cara yang lebih modern sehingga dapat meningkatkan hasil yang diperoleh.
    Interferon : Protein khusus yang dihasilkan tubuh yang dapat mencegah infeksi virus.
    Intermediat : Sifat yang bersama – sama pada suatu organisme.
    Inti sel (nucleus) : Bagian sel eukariot yang dilingkupi membran inti dan berisi kromosom.
    Intron : Bagian gen yang tidak menyandi. Sebagian besar gen eukariot terdiri dari sekuens DNA intron dan ekson yang berselang seling.
    Inversi (inversion) : Kondisi genetis ketika segmen kromosom mengalami rotasi 1800 dari orientasi linear aslinya.
    Isogami : Bentuk dan ukuran sel kelamin jantan dan betina sama.
James Watson : Tokoh yang menemukan struktur DNA dan RNA.
Jamur : Organisme eukariotik dan tidak berklorofil.
Jantan : Alat sel kelamin yang menghasilkan sperma.
Jantung Koroner : Penyakit yang disebabkan oleh adanya penyempitan pembuluh darah jantung.
Jaring – jaring makanan : Peristiwa memakan dan dimakan yang digambarkan dalam bentuk jaring – jaring yang saling berhubungan.
Junk Food : Makanan sampah yang tidak baik untuk dikonsumsi.
  • Kalaza : Bagian dasar bakal buah pada Angiospermae.
    Kapsid : Selubung virus yang tersusun atas protein.
    Kapsomer : Suatu unit protein penyusun kapsid.
    Karnivora : Hewan pemakan daging.
    Knidoblas : Sel – sel beracun pada ubur – ubur.
    Kodominan : Persilangan monohibrid dominant tak penuh.
    Konjugasi : Perkembangbiakan makhluk hidup yang belum jelas alat kelaminnya.
    Konseptakel : Tempat anteridium / arkegonium pada Fucus.
    Konservasi : Upaya pelestarian sumber daya alam.
    Kopulasi : Penyimpanan sel sperma dari alat kelamin jantan ke dalam alat kelamin betina.
    Korion : Kantong embrio.
    Kormus : Tumbuhan yang memiliki akar, batang, dan daun sejati.
    Korola : Mahkota bunga / tajuk bunga.
    Kromonema : Benang kromosom.
    Kromosom : Pembawa gen.
Labium : Bibir.
Lactobacillus bulgaricus : Bakteri untuk membuat yoghurt.
Ladybird : Sejenis kepik yang merupakan predator alami bagi serangga hama.
Larva : Tingkat kehidupan suatu hewan sesudah menetas dari telur.
Lembar fotosintesik : Pada bakteri terdapat pelipatan membran sel ke arah sitoplasma.
Letal : Dapat mengakibatkan kematian.
Limnetik : Daerah yang terbuka dan dapat ditembus cahaya matahari.
Lingkungan : Abiotik membentuk suatu kesatuan.
Lipida : Lemak.
Lisozim : Enzim penghancur pada virus.
Lokus : Letak suatu gen pada kromosom.
Lotik : Ekosistem yang airnya mengalir.
Lumbricus sp. : Cacing tanah.
Lumut Kerak : Hubungan simbiosis antara jamur dan alga.
  • Malakogami : Penyerbukan yang diperantai oleh siput.
    Malnutrisi : Penyakit yang disebabkan kekurangan zat makanan tertentu.
    Megaspora : Spora yang berukuran besar, terbentuk di dalam megasporangium.
    Metagenesis : Pergiliran keturunan antara keturunan seksual dan aseksual.
    Metamorfosis : Pergantian bentuk dan struktur hewan dalam siklus hidupnya dari bentuk larva menjadi bentuk dewasa.
    Mikrofil : Tempat masuknya spermatozoid ke dalam bakal biji pada tumbuhan biji.
    Mikrosporosit : Sel induk pembentuk spermatozoid.
    Miselium : Kumpulan benang – benang hifa.
    Mitosis : Pembelahan inti sel.
    Monohibrid : Satu sifat beda.
    Mortalitas : Angka kematian.
    mRNA : Hasil dari pencetakan (transkripsi) DNA.
Natalitas : Angka kelahiran.
Navicula : Salah satu contoh dari kelas Bacillariophyceae (Diatom).
Nektar : Kelenjar madu.
Neurospora sitophila : Jamur oncom.
Nikotin : Racun yang terdapat dalam tembakau.
Nimfa : Anak serangga yang tidak melewati tingkat larva, mirip bentuk dewasanya.
Nitrosomonas : Bakteri yang memecah NH3 menjadi HNO2, air, dan energi.
Nostoc : Sejenis Alga Hijau-Biru yang tubuhnya berbentuk bola.
Nukleotida : Senyawa yang tersusun atas gula, fosfat, dan basa purin atau pirimidin.
Nukleus : Inti sel.
Nukula : Tempat arkegonium pada Chara.
  • Obelia : Cnidaria air laut, yang hidup secara berkoloni.
    Onkosfera : Embrio cacing pita yang baru menetas.
    Oogenesis : Proses pembentukan sel telur.
    Oogonium : Sel induk telur.
    Ookinet : Zigot yang terbentuk.
    Ookista : Sel telur belum matang.
    Ordo : Tingkatan takson yang menghimpun beberapa famili.
    Ornitogami : Penyerbukan yang diperantai oleh burung.
    Ostium : Pori – pori pada tubuh Porifera yang berfungsi sebagai jalan masuknya air.
    Ovarium : Tempat pembentukan sel telur.
    Ovipar : Bertelur.
    Ovotestis : Organ pembentuk sel telur manjadi satu dengan organ pembentuk sel sperma.
    Ovovivipar : Bertelur dan beranak.
    Ovum : Sel telur.
Parental : Induk.
Pedikulum : Tangkai bunga.
Penyerbukan : Peristiwa melekatnya serbuk sari ke kepala putik.
Perigonium : Tenda bunga.
Polusi : Pencemaran.
Polutan : Bahan yang mengakibatkan polusi.
Populasi : Kumpulan individu sejenis di suatu daerah tertentu.
Predator : Hewan pemangsa hewan lain.
Proglotid : Ruas tubuh cacing pita tempat berlangsungnya fertilisasi.
Prokarion : Inti tanpa membran inti.
Protalium : Calon tumbuhan paku.
Protonema : Calon tumbuhan lumut.
Provirus : Calon virus, terdiri dari asam inti.
  • Rekombinasi : Kombinasi baru.
    Replikasi : Proses penggandaan asam nukleat (DNA).
    Reproduksi : Perkembangbiakan.
    Reseptakulum : Dasar bunga
    Ribosom : Organel yang berfungsi mensintesis protein.
    Rizoid : Akar semu.
    Rizom : Batang yang tinggal di dalam tanah.
Sanitasi : Upaya mengelola kebersihan lingkungan.
Saprofit : Cara hidup dengan menguraikan sampah / sisa – sisa zat organik.
Segregasi : Pembelahan.
Seleksi alam : Seleksi yang dilakukan alam terhadap organisme.
Selulase : Enzim pencerna serat tumbuhan.
Selulosa : Serat tumbuhan.
Sentromer : Bagian dari kromosom yang berfungsi untuk mengatur gerakan kromosom pada saat terjadi pembelahan sel.
Sinergid : Sel telur cadangan.
Sitokinesis : Proses pembelahan sitoplasma.
Sorus : Kumpulan kotak spora (sporongium).
Spermatozoid : Sel sperma pada tumbuhan.
Spesies : Jenis makhluk hidup.
Spora : Inti sel yang berubah fungsi manjadi alat perkembangbiakan.
  • Talus : Akar, batang dan daun belum dapat dibedakan dengan jelas.
    Tar : Komponen dalam asap rokok yang tinggal sebagai sisa sesudah dihilangkannya komponen nikotin dan cairan.
    Teratogen : Bahan yang menyebabkan cacat embrio.
    Transduksi : Peristiwa penggabungan DNA dari bakteri satu dengan bakteri lain dengan perantara virus.
    Transgenik : Indivudu yang mendapat pindahan gen dari donor dan gen itu berekspresi padanya.
    Translasi : Proses penerjemahan kode – kode untuk mensintesis protein.
    Tropofil : Daun yang khusus berfungsi untuk fotosintesis.
    Tubektomi : Pemandulan / sterilisasi pada perempuan.
    Turba Fallopi : Saluran telur.
Ulangan : Banyaknya individu yang diberi perlakuan sama.
Urogenital : Gabungan antara saluran urine dal saluran kelamin.
Uterus : Rahim.
  • Vagina : Lubang kelamin wanita.
    Vaksin : Patogen yang telah dilemahkan.
    Vaksinasi : Tindakan untuk membuat seseorang menjadi kebal terhadap penyakit tertentu.
    Variasi : Perbedaan kecil yang terdapat di antara individu sejenis.
    Varietas ; Perbedaan besar dalam satu spesies.
    Vas deferens : Saluran sperma.
    Vasektomi : Pemandulan / sterilisasi pad laki – laki.
    Vegetatif : Perkembangbiakan secara tidak kawin.
    Virion : Satu unit lengkap virus yang dapat menginfeksi.
    Vivipar : Beranak.
Weber : Garis yang membagi wilayah Indonesia berdasarkan penyebaran flora dan fauna.
Wendell Meredith Stanley : Tokoh yang berhasil mangisolasi dan mengkristalkan virus mosaik tembakau, dan ia menyimpulkan bahwa virus berbeda dengan bakteri.
  • Xerofit : Tumbuhan darat yang hidup di tempat kering.
    Xilem : Jaringan pengankut yang menyangkut zat makanan dari akar ke seluruh tubuh.
Yolk : kuning telur.
  • Zoidiogami : Pernyebukan yang diperantai oleh hewan.
    Zigospora : Hasil peleburan dua spora.
    Zigot : Calon individu baru sebagai hasil peleburan sel kelamin jantan dan betina
Tambahan:


Hama (pest) : Dalam fitopatologi berarti binatang (umumnya serangga, burung, rodentia, dan sebagainya) yang mendatangkan kerusakan pada bagian-bagian tanaman atau menimbulkan pengurangan produksi pertanian

Haploid (haploid) : Keadaan dalam sel, jaringan atau stadium yang inti-inti selnya hanya mempunyai satu perangkat kromosom yang tidak berpasangan; jadi hanya ada satu perangkat/ setengah pasangan kromosom dalam satu inti sel
Hara (nutrient) : Zat yang diperlukan tumbuhan atau hewan untuk pertumbuhan pembentukan jaringan dan kegiatan hidup lainnya, diperoleh dari bahan makanan mineral; contoh: protein, kabohidrat, vitamin, mineral

Hati (liver) : Organ kelenjar yang terdapat di dalam rongga perut/ bagian anterior abdomen vertebrata; hati mempunyai beberapa fungsi: (1) mensekresi empedu, (2) metabolisme, dan (3) penyimpanan glikogen

Haustorium (haustorium) : 1. Alat serap zat hara pada jamur parasit yang bentuk dan sasarannya bermacam-macam; dibentuk secara interseluler oleh interaksi antara cabang hifa dan sel hidup inangnya, yang oleh jamurnya ditembus tanpa dimatikan; 2. Akar yang tumbuh menembus pepagan pohon inangnya dan berfungsi untuk menyerap air dan makanan dari tumbuhan inangnya; akar isap; contoh: akar benalu-benaluan (Loranthaceae)

Heksakan (hexacanth) : Embrio cacing pita yang mempunyai enam kait di dalamnya

Heksosa (hexose) : Karbohidrat yang berupa rantai dengan enam atom karbon, misalnya glukosa dan fruktosa; karbohidrat ini dikelompokkan sebagai aldoheksosa, bergantung kepada adanya sifat aldehida atau keton

Heliofit (heliophyte) : Tanaman yang tumbuh dengan subur pada tempat yang mendapat sinar matahari; lawannya skiafit, tanaman teduh

Heliofobi (heliophobic) : Sifat makhluk hidup yang selalu berusaha menjauhi sinar matahari

Heliotaksis (heliotaxis) : Reaksi yang diberikan oleh makhluk hidup terhadap rangsangan yang berasal dari sinar matahari

Heliotropisme (heliotropism) : Peristiwa membengkoknya batang, tangkai daun, atau gagang bunga kearah cahaya matahari; contoh: bunga matahari berpaling ke arah matahari

Helmintologi (helminthology) : Ilmu yang mempelajari seluk-beluk kehidupan cacing parasit, yang pada umumnya berupa cacing helmintes

Hemasit (hemacyte) : Benda darah atau yang berkaitan dengan darah

Hematoblas (hematoblast) : Sel yang akan berkembang menjadi sel darah merah; trombosit

Hemiselulosa (hemicelluloses) : Polisakarida yang berantai panjang yang terbentuk dari beberapa macam monosakarida (arabinosa, xilosa, manosa, atau galaktosa), merupakan bagian dari dinding sel pada tumbuhan terutama pada jaringan yang mengandung lignin; juga banyak terdapat pada gom dan lendir berbagai tumbuhan

Hemofagus (hemophagous) : Sifat makhluk hidup yang suka makan/ mengisap darah

Hemophilia (hemophilia) : Keadaan yang timbul bila darah sukar membeku kalau terluka; merupakan penyakit keturunan pada manusia dan hanya pada laki-laki

Hemoglobin (hemoglobin) : Pigmen protein yang mengandung zat besi, terdapat dalam sel darah merah (eritrosit) dan berfungsi (terutama) dalam pengangkutan oksigen dari paru-paru ke semua sel jaringan tubuh

Herbarium (herbarium) : Sekumpulan contoh tumbuhan yang diawetkan dengan cara dikeringkan; herbarium yang baik dan berguna adalah yang diberi nama, disimpan, dan diatur berdasarkan sistem klasifikasi

Herbivora (herbivore) : Hewan pemakan tumbuh-tumbuhan; istilah ini biasanya dipakai untuk binatang golongan tinggi atau vertebrata; untuk kelompok lain atau binatang pada umumnya digunakan istilah fotofagus; contoh: sapi, kambing, biri-biri

Hermafrodit (hermaphrodite) : Keadaan individu hewan yang memiliki kedua macam organ reproduksi, yaitu jantan dan betina; pada tumbuhan tingkat tinggi istilah ini berlaku apabila satu kuntum bunga memiliki benang sari dan putik; contoh: bekicot, kembang sepatu

Hermafroditisme (hermaphroditism) : Keadaan dimilikinya sifat hermafrodit oleh suatu individu atau takson

Heterofit (heterophyte) : Tumbuhan tingkat rendah yang tidak  mempunyai klorofil, yang hidupnya menumpang secara parasit pada tumbuhan hidup lainnya atau secara saprofit pada tumbuhan atau hewan mati

Heterogamet (heterogamete) : Satu di antara dua gamet yang berlainan kelamin dan dapat dibedakan satu sama lain

Heterogami (heterogamy) : 1. Perkawinan antara dua gamet yang berbeda; 2. Dalam zoology: pergantian dua cara reproduksi seksual pada generasi berturut-turut, misalnya parthenogenesis atau singami pada kutu daun atau Aphid

Heterogen (heterogenous) : Keadaan suatu kumpulan seperti jaringan, komunitas atau kelompok lainnya yang unsur-unsurnya tidak sama atau tidak seragam

Heterostili (heterostyly) : Sifat bunga yang panjang putik dan tangkai putiknya berbeda-beda di antara individu jenis tumbuhan yang sama

Heterotalus (heterothallus) : Sifat miselium suatu koloni yang tidak mampu melakukan perkawinan tanpa adanya miselium koloni lain

Heterotrofik (heterotrophic) : Ketergantungan hidup kepada makhluk lain karena memerlukan senyawa organik sebagai sumber utama energinya; hampir semua jamur dan bakteri boleh dikatakan bersifat heterotrofik

Heterozigot (heterozygote) : Zigot atau individu yang terbentuk dari gamet-gamet yang tidak sama atau yang mengandung gen-gen yang tidak sama; dalam genetika contohnya dapat diartikan sebagai Aa

Hibernasi (hibernation) : Keadaan istirahat total pada binatang di musim dingin; dalam keadaan ini semua proses metabolisme di dalam tubuh sangat minimum sehingga tidak terjadi banyak pembakaran yang membutuhkan energi; oleh karena itu, binatang yang sedang mengalaminya pada umumnya tidak memerlukan makanan

Hybrid antarjenis (interspecific hybrid) : Individu atau kelompok individu tumbuhan atau hewan yang merupakan hasil perkawinan silang antara individu yang berbeda jenisnya

Hybrid antarmarga (intergeneric hybrid) : Individu atau kelompok individu tumbuhan atau hewan yang merupakan hasil perkawinan silang antara individu yang berbeda marganya

Hidatoda (hydathode) : Bentukan seperti kelenjar yang terutama terdapat pada daun dan yang mengeluarkan cairan berupa air

Hidrofili (hydrophilous) : Sifat tumbuh-tumbuhan  yang menyesuaikan diri untuk diserbukkan oleh air

Hidrofit (hydrophyte) : Tumbuhan yang telah menyesuaikan cara hidupnya dengan lingkungan yang berair ; contoh: pohon bakau

Hidrokarbon (hydrocarbon) : Setiap senyawa kimia yang hanya mengandung atom-atom hidrogen dan karbon saja, misalnya karoten

Hidrokori (hydrochory) : Proses penyebaran biji yang terjadi karena air atau dengan bantuan air (aliran air atau tekanan air hujan); contoh: biji bakau, kelapa, disebarkan oleh arus air (air sungai atau air laut)

Hidrolisis (hydrolysis) : Penguraian kimiawi suatu senyawa menjadi senyawa lain dengan mengikat unsur-unsur air

Hidroponik (hydroponics) : Ilmu tentang cara bercocok tanam tanpa menggunakan tanah; biasanya dikerjakan dalam ruangan kaca dengan menggunakan medium air yang berisi zat hara

Hidrotropisme (hydrotropism) : Gerakan tumbuhan atau bagiannya menuju pengaruh/ rangsangan air atau kelembaban

Hifa (hypha) : Deretan atau rantai sel yang membentuk rangkaian berupa benang; hifa merupakan kesatuan dasar penyusun talus atau tubuh jamur

Hifa generatif (generative hypha) : Hifa utama tubuh buah jamur Basidiomycetes, berfungsi sebagai pembentuk tipe hifa lainnya (hifa pengikat dan hifa kerangka); umumnya berdinding tipis, berprotoplasma hidup, bercabang, bersekat dengan atau tanpa hubungan ketam, kadang-kadang menjadi menggelembung

Hifa pembentuk askus (ascogenous hypha) : Hifa khusus yang keluar dari askogonium yang sudah dibuahi dan kemudian akan membentuk askus

Hilum (hilum) : 1. Bagian kulit biji yang menempel atau berhubungan dengan gagang biji (tanda bekas menempelnya biji pada gagang biji); 2. Bagian butir tepung, merupakan pusat lapisan-lapisan tepung yang tersusun melingkar; 3. Cekungan pada organ, seperti paru-paru, ginjal, dan limpa, tempat pembuluh-pembuluh darah dan saraf masuk atau keluar

Hipantium (hypanthium) : Dasar bunga yang bentuknya cekung seperti mangkuk

Hiperparasit (hyperparasite) : Makhluk hidup yang menjadi parasit pada parasit lain

Hipersensitif (hypersensitive) : 1. Sifat inang berupa reaksi yang drastis terhadap serangan pathogen sehingga jaringan yang terinfeksi tadi tidak menjalar lebih lanjut; 2. Reaksi inang yang peka terhadap penyakit untuk menghindari kerusakan hebat akibat serangan penyakit itu

Hipertensi (hypertension) : Tekanan darah (denyut jantung) yang lebih tinggi dari normal karena penyempitan pembuluh darah atau gangguan lainnya

Hipobasidium (hypobasidium) : Bagian bawah perlengkapan-perlengkapan basidium pada Heterobasidiomycetidae

Hipoblas (hypoblast) : Penunjang atau suspensor yang terdapat pada embrio rumput-rumputan

Hypodermis (hypodermis) : Lapisan atau beberapa lapisan sel yang khas yang terdapat di bawah epidermis; bentuknya berbeda dengan jaringan-jaringan di bawahnya; pada daun tumbuhan pinus, lapisan ini mengeras dan membentuk lapisan penguat

Hipofisis (hypophysis) : Sel teratas suspensor pada embrio Angiospermae yang nantinya akan menghasilkan bagian akar dan tudung akar

Hipogeal (hypogeal) : Sifat tumbuh di bawah permukaan tanah

Hipogin (hypogynous) : Keadaan bila hiasan bunga dan benang sari tertanam di bawah bakal buah

Hipokotil (hypocotyl) : Bagian bakal batang pada kecambah (tumbuhan anakan) di bawah kotiledon

Hipoteka (hypotheca) : Cangkang diatom yang terletak di bawah/ dalam

Histogenesis (histogenesis) : Proses asal atau cara terbentuknya jaringan

Histologi (histology) : Ilmu tentang susunan jaringan binatang atau tumbuhan

Holobentik (holobenthic) : Sifat makhluk untuk hidup di dasar laut pada kedalaman tertentu sepanjang hidupnya

Holoblastik (holoblastic) : 1. Pada zigot hewan, zigot yang mengalami pembelahan; terjadi pada telur yang mengandung sedikit atau cukup kuning telur; 2. Sifat sel pembentuk kolidium yang dalam pembentukkannya melibatkan semua lapisan dinding luar dan dalamnya; holoblastik menghasilkan blastopora, simpodulospora, dan aleurospora

Holoepifit (holoepiphyte) : Epifit sejati; lawannya adalah hemiepifit atau setengah epifit

Holofit (holophyte) : Tumbuhan yang hidup dari makanan anorganik dan hasil fotosintesis; lawannya heterofit; contoh: ubi, nangka, jati, padi

Holofitik (holophytic) : Kemampuan makhluk membentuk senyawa organik dari unsur-unsur mineral secara fotosintesis seperti tumbuhan tinggi; lawannya holozoik

Holotipe (holotype) : Spesimen atau unsur lain yang dipakai oleh seorang pembuat tata nama suatu tumbuhan atau hewan baru

Holozoik (holozoic) : Sifat makhluk yang mengambil makanan dari lingkungannya dalam bentuk padat; lawannya holofitik

Homeostasis (homeostasis) : Pemeliharaan keseimbangan antara keadaan dalam tubuh dan keadaan sekeliling

Homogen (homogeneous) : Keadaan suatu kumpulan, misalnya jaringan atau larutan yang keadaan unsur-unsur penyusunnya serba sama

Homogeni (homogeny) : lihat homologi

Homogenitas (homogeneity) : Keadaan atau kualitas substansi, larutan, populasi, atau yang lain yang homogen

Homogoni (homogony) : Sifat bunga yang benang sari dan putiknya sama

Homologi (homology) : Sama asal-usulnya sehingga menunjukkan adanya hubungan kekerabatan sekalipun bentuk, susunan, atau fungsi mungkin berlainan; organ sejenis hewan dikatakan homologi dengan organ jenis hewan lainnya jika kedua organ tadi memiliki kesamaan dalam struktur dan/atau posisi satu sama lain, misalnya sayap kelelawar dan kaki anjing

Homonim (homonym) : Nama suatu takson hewan atau tumbuhan yang ditolak karena nama tersebut telah digunakan untuk nama takson lain yang setingkat

Homostili (homostyly) : Keadaan bila semua bunga pada jenis tumbuhan tertentu mempunyai putik dan benang sari yang sama panjangnya

Homotalus (homothallus) : Sifat miselium suatu koloni yang mampu melakukan perkawinan; fungsi kelamin yang berlawanan dilakukan oleh sel-sel yang berlainan pada satu miselium; lihat heterotalus

Homozigot (homozygote) : Zigot atau individu yang terbentuk dari gamet-gamet yang sama atau homolog yang mengandung gen-gen yang sama

Hormogonium (hormogonium) : Bagian tangkai gagang yang nantinya dapat melepaskan diri dan bertindak sebagai alat perkembangbiakan

Hormon (hormone) : Senyawa organik yang khas, dihasilkan oleh organ tertentu tumbuhan atau hewan, kemudian dikirim ke bagian tubuh lain untuk membantu mengatur proses kehidupan sehingga terlihat pengaruhnya secara efektif ke seluruh tubuh; pada tumbuhan disebut auksin atau fitohormon

Hormon luka (wound hormone) : Hormon yang merangsang terbentuknya jaringan baru dari bagian tepi luka yang kemudian menutupi luka

Hormon tumbuh (growth hormone) : Hormon yang memacu pertumbuhan; pada tumbuhan, misalnya auksin yang memacu pertumbuhan pucuk; pada manusia, misalnya hormon kelenjar hipofisis yang memacu pertumbuhan tulang dan otot

Hortikultura (horticulture) : Seluk-beluk kegiatan atau seni bercocok tanam sayur-sayuran, buah-buahan, atau tanaman hias

Humus (humus) : Bahan organik, terutama yang berasal dari daun dan bagian-bagian tumbuhan lainnya, yang menjadi hancur sesudah mengalami proses pelapukan di atas permukaan tanah, berwarna hitam, banyak mengandung unsur hara yang diperlukan tumbuhan

Hutan bakau (mangrove forest) : Hutan di daerah dekat pantai yang dipengaruhi air payau; hutan ini biasanya dihuni oleh jenis-jenis bakau (Rhizophora sp), api-api (Avicennia sp), dan pedada (Sonneratia sp)

Hutan basah tropis (tropical rain forest) : Hutan daerah dataran rendah tropis yang beriklim basah (banyak hujan), kaya akan tumbuh-tumbuhan yang ditumbuhi liana besar-besaran dan epifit; hutan semacam ini selalu hijau sepanjang tahun dan tidak dipengaruhi musim

Hutan kerangas (heath forest) : Tipe hutan tropis yang umumnya terdapat di Kalimantan yang setelah ditebang atau dibakar tidak dapat ditanami padi karena mempunyai tanah podsol dengan pH 3-4 dan kandungan hara rendah

Hutan monsun (monsoon forest) : Formasi tropis subtropik yang pohon-pohonnya mengalami gugur daun secara musiman karena pengaruh musim (misalnya kekeringan)

Hutan perawan (virgin forest) : Hutan asli; hutan yang belum pernah dibuka (ditebang)

-hutan
Kehutanan
(forestry) : Cabang ilmu yang berhubungan dengan pengembangan, pembinaan, pengelolaan, dan seluk-beluk hutan

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 22:28

0 komentar:

Post a Comment

loading...
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.