loading...

Hama Pada Tanaman Anggrek dan Cara Mengatasinya

Posted by

loading...

loading...
loading...
Cara Mengendalikan dan Mengatasi Hama yang Sering Merusak Tanaman Anggrek
Serangan hama akan menyebabkan terganggunya pertumbuhan maupun pembungaan pada tanaman anggrek. Bahkan dalam kondisi parah bisa menyebabkan kematian. Waspadai dan kendalikan sedini mungkin. Tanaman anggrek ditanam untuk diambil keindahannya, baik tanaman maupun bunganya. Serangan hama dapat memusnahkan keindahan yang kita impikan.
Hama adalah serangan masal hewan pengganggu pada tanaman. Yang mana dapat menyebabkan pertumbuhan terganggu, bahkan bisa menyebabkan tanaman mati. Pada tanaman anggrek serangan hama dapat terjadi. Namun tanaman anggrek cenderung lebih tahan terhadap serangan hama. Terutama tanaman anggrek dengan perawatan yang baik. Kondisi kebersihan tanaman dan lingkungan terpelihara dengan baik. Pertumbuhan tanaman terawat dan terkontrol dengan baik.

Tanaman anggrek yang terserang hama, menunjukkan bahwa tanaman tersebut kurang mendapat perhatian dari pemiliknya. Pemberantasan Hama jangan menunggu sampai meluas. Bila terlihat cepat diatasi. Sehingga pengaruh buruk dari serangan hama dapat dihindari. Dengan kontrol dan pengawasan setiap hari, gejala awal serangan hama dapat cepat terditeksi. Sehingga langkah pengendalian cepat dilakukan. Lebih baik mengadakan pencegahan sebelum serangan hama terjadi.

Beberapa hama pengganggu yang sering merusak tanaman anggrek sbb :
Semut
Add caption
1. Semut  
Semut suka berbondong-bondong datang, saat tanaman anggrek sedang bertunas atau mulai mengeluarkan kuncup bunga. Semut akan menggigit tunas muda maupun kuncup bunga. Sehingga melukai bagian tersebut. Cairan sel yang keluar dari luka tersebut sebagai makanan semut. Dengan demikian tanaman anggrek tersebut akan kekurangan cairan sel. Juga luka yang timbul memberikan peluang jamur dan bakteri masuk. Yang akan menyebabkan busuk tunas. Semut juga merusak sistem perakaran, dengan menggigit ujung-ujung akar. Kebiasaan semut  membawa kutu putih, juga merusak tanaman. Cara terbaik menghindari serangan semut dengan menggantung pot. Dapat juga dengan menyiram dengan larutanmethadex. Bila semut sudah bergerombol dalam pot dapat dilakukan dengan perendaman pot dalam air.

2. Kutu perisai
Kutu Putih
Add caption
Kutu ini menyerang daun dan menghisap cairan sel. Kutu perisai sangat tahan dan merupakan musuh utama hobiis angggrek. Biasanya menempel pada tepi daun bagian atas dan bawah. Daun yang terserang akan menguning, lama kelamaan akan coklat, lalu daun mati. Pengendalian hama ini bisa dilakukan dengan penyemprotan insektisida.

3. Kutu daun (aphis)
Kutu daun
Add caption
Kutu ini akan merusak kuncup-kuncup bunga. Disamping juga daun-daun muda. Kutu daun merupakan pengganggu tetap tanaman anggrek. Namun tidak banyak menimbulkan kerusakan. Kutu daun meninggalkan kotoran yang melekat pada batang dan daun. Ian
pada kotoran tersebut akan ditumbuhi oleh jamur, yang menyebalian hama ini dbkan warna hitam seperti jelaga. Pengendalian hama ini dapat dilakukan dengan penyemprotan insektisida.

4. Kutu putih
Kutunya kecil dan berwarna kelabu kemerahan. Terdapat pada titik tumbuh, diketiak daun dan pada akar gantung. Pat Biasanya kutu ini melindungi dirinya dengan bahan halus seperti kapas berwarna putih. Hidupnya bersymbiosis dengan semut. Pengendaliannya dapat dilakukan penyemprotan dengan insektisida.

5. Siput (bekicot)
Siput
Add caption
Yang paling sering merusak tanaman anggrek adalah siput telanjang. Kerusakan yang ditimbulkan akibat serangan siput adalah cukup besar. Akar-akar muda, tunas baru, dan kuncup bunga adalah makanan paling lezat bagi siput ini. Anggrek bulan merupakan tanaman anggrek yang paling sering diserang oleh siput ini. Biasanya melancarkan serangannya pada malam hari. Pengendaliannya dapat dilakukan dengan merendam pot dalam larutan Diderin 25 P. Atau bisa dengan Methadex powder. Dengan menaburnya disekitar pot, atau pada tempat-tempat persembunyiannya.



loading...
loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 22:55

0 komentar:

Post a Comment

loading...
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.