Dasar Cara Membuat Mesin Penetas Telur Sederhana

Posted by

loading...

Loading...
Bahan-bahan Yang Bisa Digunakan Untuk Mesin Tetas dan Cara Mengoperasikan dan Menetaskan Telur Ayam/Itik Pada Alat Penetas Telur Sederhana

Mesin tetas sederhana dapat dibuat dari bahan kardus, styrofoam bekas vaksin, galon air, dan tripleks. Berikut hal yang harus diperhatikan dalam mengelola mesin tetas manual sederhana.

  1. Sumber pemanas mesin tetas sederhana berupa lampu pijar atau elemen kawat nikelin yang dialiri listrik. Arus listrik yang digunakan  dapat berupa arus listrik bolak-balik (AC 220 Volt) ataupun arus listrik searah (DC 12 Volt). Selain itu, dapat juga menggunakan lampu minyak tanah yang udar panasnya dialirkan melelui pipa seng tipis diatas telur unggas tersebut.
  2. Pengatur temperatur (termoregulator) berupa termostat untuk mesin tetas sederhana dapat dibeli di toko elektronika berupa regulator panas yang berisi eter. Hal pening, sumber panas harus berada jauh dari telur, agar sudut jatuh antara telur dan sumber panas tidak berbeda jauh.
  3. Untuk menjaga kelembapan didalam mesin manual sederhana , dibawah rak telur perlu diberi air. Air biasanya diletakkan dalam nampan.
  4. Ventilasi mutlak diperlukan untuk pernapasan embrio karena itu, alat tetas sederhana tersebut harus diberi lubang kecil dalam jumlah yang cukup disemua sisi. Secara alami, udara panas dalam mesin tetas akan naik dan keluar melalui lubang atas, sedangkan udara luar yang lebih dingin akan masuk melalui sisi bawah mesin tetas.
  5. Untuk mengetahuui mesin tetas beroperasi dengan sempurna atau tidak, lakukan pengecekan suhu setelah mesin menyala selam enam jam. Selama waktu  tersebut seharusnya suhu mesin mencapai 38 derja celcius secara konstan.
  6. Cara meletakkan telur yang baik pada mesin tetas sederhana ataupun otomatis adalah secara horizontal dengan pembalikan sebesar 180 derjat. Kondisi seperti inilah yang sebenarnya terjadi saat ayam mengeram telur. Pemutaran 180 derjat akan menghasilkan daya tetas 4-5% lebih tinggi dibandingkan dengan telur yang diputar 90 derjat (karena posisi penempatan telur secara berdiri). Pemutaran telur dilakukan tiga kali sehari, yaitu pada pagi, siang, dan malam hari. Untuk mesin tetas sederhana, pembalikan telur hendaknya tidak dilakukan terlalu sering karena akan mengakibatkan berkurangnya kelembapan mesin . Pada sisi permuikaan telur yang berlawanan diberikan tanda yang berbeda untuk memudahkan kita untuk mengetahui  pergantian posisi telur diberikan tanda "x", sedangkan pada sistem belakang atau berlawanan berikan tanda"O".
  7. Berbeda dengan candling pada bebek yang bisa dilakukan sehari setelah inkubator, candling (peneropong) embrio pada telur ayam kampung dilakukan minimum saat telur telah berumur 5 gari di dalam inkubator. apalagi, mengingat tebal-tipisnya. Kerabang telur ayam kampung nyang tidak merata. Pada usia lima hari, telur ayam yang tidak berembrio bisa diambil dan masih layak untuk dikonsumsi. Candling pada telur bebek dapat dilakukan lebih awal sebab morfologi kulit kerabang mulus hingga mudah diteropong, sedangkan telur ayam  kondisi kulit kerabangnya memiliki bintik-bintik yang tidak merata. Hal itu mnyulitkan deteksi perkembangan embrio melalui candling. Bagi pelaku penetasan yang sudah ahli, candling dapat dilakukan pada telur yang berumur 2-3 hari di dalam inkubator.
  8. Pada mesin tetas sederhana ruang inkubasi (pengeraman atau setter) sekaligus merupakan ruang penetas (hatcher). Setelah  telur menetas, mesin dan rak telur harus segera dibersihkan dan didesinfeksi, Ventilator dibersihkan. Sementara lampu, tegangan listrik, dan peralatan lainnya diperiksa agar ketika digunakan lagi mesin dapat diberikan hasil yang optimal.

  9. Dibawah ini contoh bagan mesin tetas sederhana yang terbuat dari bahan styrofoam. Mesin dibuat dengan ukuran  120 x 60 x 30 cm. Styrofoam dilekatkan menggunakan lem kayu yang berwarna putih susu agar tidak membakar styrofoam. Kapasitas mesin tetas sederhana ini mencapai 400 butir telur.

    Mesin tetas sederhana menggunakan 11 lampu pijar ukuran 5 watt sebagai pemanas, 8 lubang ventilasi di bagian atas (atap), 3 lubang vntilasi di masing-masing dinding bagian samping kanan dan kiri, serta 7 lubang dimasing-masing dinding bagian depan dan belakang. Total jumlah lubang vebtilasi untuk mesin ini ada 28 buah dengan diameter masing-masing 1,5 cm. Ventilasi yang terletak dibagian paling bawah mesin dibuat etinggi 5 cm dari dasar mesin.

Loading...
loading...
loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 18:56

0 komentar:

Post a Comment

loading...
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.