loading...

Pemakaian Herbal dan Probiotik Pada Ternak, Mana Lebih Unggul?

Posted by

loading...

loading...
loading...

PROBIOTIKA DAN HERBAL UNTUK TERNAK DAN UNGGAS.

APA DAN MENGAPA?

Tulisan ini saya maksudkan untuk "sharing". Tidak bermaksud menggurui siapa pun dan menyalahkan pendapat atau pengalaman orang lain, siapa pun. Jadi, tulisan ini bukan bahan untuk berdebat, apalagi "debat kusir" atau "debat pokrol". Kalau debat secara ilmiah, forum ini tidak tepat.

Menurut pemahaman dan pengalaman saya, PROBIOTIKA dan HERBAL itu 2 hal yang berbeda. Ibarat tempe goreng dan tahu goreng. Dimakankan tempe goreng saja, enak. Dimakan tahu goreng saja enak. Dimakan bersamaan, juga gak apa-apa.

Bedanya, probiotika adalah makhluk hidup, bisa mereplikasi (memperbanyak) diri, dari 1 sel menjadi 2 sel, menjadi 4 sel, menjadi 8 sel, menjadi 16 sel, menjadi 32 sel, menjadi 64 sel dst, dalam hitungan menit bila kondisinya mendukung.

Ada probiotika yang replikasinya cepat, dalam hitungan 12 - 18 jam, ada yang replikasinya sedang 24 - 36 jam dan ada yang replikasi lambat 36 jam - 72 jam. Dalam tempo tersebut, masing-masing probiotika, sesuai kodratnya, sudah mereplikasi diri mencapai puncaknya, dan sel yang berumur paling tua akan mati dan akan menjadi protein. Bila substrat/makanannya masih ada dan kondisi tempatnya berada masih memungkinkan/kondusif, replikasi tsb akan berlangsung terus. Jadi, dalam dosis kecil pun, bisa memberikan efek seperti yang diinginkan.
Contoh, probiotika yang dipakai untuk mengurai kotoran di septic tank, pemberiannya cukup 1 - 3 bulan sekali.

Probiotika mampu menghasilkan enzim yang bisa membantu proses mencerna bahan pakan secara bio-kimiawi, termasuk mencerna serat sangat kasar (lignin) dan serat kasar (selulosa, hemi selulosa). Nah... enzim inilah salah satu keajaiban dari Tuhan dari bermilyar keajaiban lainnya. Tanpa enzim, gak ada kehidupan.

Proses produksi probiotika sama sekali tidak memerlukan herbal, cukup substrat yang sesuai dengan keperluan hidupnya. Jadi, kalau ada pihak yang memproduksi dan atau membiakkan probiotika pakai herbal, apa maksud dan tujuannya.

Probiotika yang cocok unggas adalah yang menghasilkan enzim yang kerjanya lengkap :
1. Amilolitik, memecah amilum (zat pati) menjadi bentuk gula sederhana (glukosa);
2. Lipolitik, memecah lemak menjadi asam lemak;
3. Proteolitik, memecah protein menjadi asam amino;
4. Selulolitik, memecah selulosa menjadi gula sederhana;
5. Lignolitik, memecah lignin menjadi oligo-sakarida;
6. Asidofilus, membantu meng-asamkan saluran cerna.

Sedangkan herbal aalah produk mati, tidak bisa mereplikasi diri dan tidak bisa mengurai suatu bahan serat kasar secara aktif dan tidak bisa menghasilkan substrat berupa enzim. Proses produksi herbal sama sekali tidak memerlukan probiotika. Yang memberi efek terapi dari herbal adalah zat aktif yang dikandung oleh herbal tsb. Biasanya atau pada umumnya, diperlukan dosis relatif banyak, terus menerus dan dalam tempo agak lama supaya memberi efek terapi.

Bila penggunaannya bersamaan, probiotika dan herbal, muncul pertanyaan, mau ikut dosis probiotika atau ikut dosis herbal. Kalau ikut dosis herbal, diperlukan jumlah probiotika yang banyak, artinya biayanya jadi banyak. Kalau mau ikut dosis probiotika, dosis herbal terlalu sedikit untuk herbal supaya bisa mencapai efek terapi.

Herbal ada yang mengandung zat antiseptik, antibiotika alami dan astringen alami. Efeknya mematikan beberapa jenis kuman. Misal, daun sirih, bawang putih, kunyit dan lain-lain. Jadi, saat membiakkan probiotika di dalam campuran herbal, resikonya mati probiotika yang berasal dari kuman. Alias tidak logis. Probiotika abal-abal.

Herbal yang benar-benar efektif untuk golongan unggas, terutama adalah kunyit dan temulawak (curcuma) saja. Keduanya membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan (intestinal integrity) dan hati. Bila keduanya diberika dengan dosis yang tepat, dicampur atau dibarengkan pemberiannya dengan multi vitamin dan muilti mikro mineral, baik sekali untuk meningkatkan nafsu makan.

Herbal yang lain, yang aneh-aneh, sepertinya hanya anggapan kita saja seolah-olah bermanfaat.

Jadi, enak dibarengkan dengan enak belum tentu enaknya double atau efek sinergi. Dengan begitu, tentukan saja salah satu yang mau dipakai, mau pakai probiotika atau pakai herbal.

Sumber wall Mukti Abadi

loading...
loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 17:22

0 komentar:

Post a Comment

loading...
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.