loading...

Macam-macam Jenis Penyakit Pada Ternak Entok

Posted by

Mengenal berbagai macam gangguan penyakit yang bisa menyerang jenis ternak entok baik jenis jantan maupun entok betina.

Perbedaan Fisik Jenis Entok Jantan dan Betina (lihat gambar)

Entok Jantan
Entok Betina

Berbagai Jenis Penyakit Yang Bisa Menyerang Ternak Entok
 
1.      Penyakit Mata Memutih
Penyakit ini sangat mudah menyebar dan tidak hanya pada entok, tetapi pada ternak lain pun dapat menyerang, seperti itik, angsa, dan kalkun. Penularan dapat melalui pernafasan, klinis gesekan (sentuhan) dan air minum.
a.       Tanda-tanda
Entok goyah untuk beberapa jam kemudian mati, ada cairan putih (transparan) keluar dari mata membasahi lehernya.
b.      Kontrol
Ternak yang terkena penyakit ini harus diisolasi atau dipisahkan dari unggas lainnya.
c.       Pengobatan
Dapat disembuhkan dengan persentase 10 % larutan sodiumsulfaretamide atau 2 % larutan zincsulfadilamid.
2.      Penyakit Pembengkakan Sinus – Sinus (Sinusitis)
Penyakit ini dapat dijumpai pada itik dewasa dan menyerupai sinusitis pada kalkun.
a.       Tanda-tanda klinis
Tindakan pembengkakan sinus-sinus. Rongga-rongga yang menderita adalah rongga-rongga yang ada dibawah dan di muka mata yang berhubungan dengan saluran hidung. Dari lubang hidung keluar eksudar encer dan jernih sekresi mata menjadi berbuih sedangkan sinus-sinus membengkak.
b.      Pengobatan
Penyuntikan 1 – 2 cc larutan 4 % silver nitrat dalam akuades ke dalam sinus-sinus kepala.
3.      Penyakit Pilek Menular
Penyakit ini biasanya menyerang anak entok berumur 1 minggu – 2 bulan. Akan tetapi, entok dewasa pun dapat pula terserang penyakit pilek menular.
a.       Tanda-tanda klinis
Dari mata keluar kotoran (discharge) cair atau mengental. Kematian akan terjadi setelah adanya tanda-tanda klinis dalam beberapa hari sampai satu bulan. Pada kondisi ini sangat sulit membedakan penyakit mata memutih (white eye)
b.      Pengobatan
Pengobatan yang paling efisien adalah dengan menyuntikkan sterptomycin sulphate secara individual yang berdosis 0,4 gram/ekor dewasa. Untuk yang kecil, diberi dosis yang lebih rendah dengan patokan berat badan. Penyuntikan dapat diulang sehari untuk beberapa kali, dengan dosis streptomycin 0,5 dari dosis di atas. Alternatif pengobatan lain ialah dengan pemberian antibiotika seperti chlortetracyclin atau axytetracycline dalam ransum atau minimum.  Level yang dianjurkan adalah.
1)      20 – 100 gram antibiotika / ton makanan, atau
2)      100 – 200 gram antibiotika / 400 galon air minum.
4.      Penyakit Kolera Entok
Penyakit ini disebabkan oleh mikroorganisme dengan tingkat kemampuan suatu mikroorganisme untuk menimbulkan penyakit (virulensi) yang bertingkat-tingkat. Faktor-faktor khusus yang menyebabkan berjangkitnya penyakit kolera adalah tingkat kebersihan kandang yang sangat buruk, suhu dingin, dan kandang yang basah atau lembab
a.       Tanda-tanda klinis
Biasanya, wabah penyakit kolera terjadi setelah ternak di beri sisa-sisa pemotongan ternak unggas yang tidak dimasak.
b.      Kontrol
Kontrol yang perlu dilakukan adalah :
1.      Perbaikan sanitasi dan kondisi kandang.
2.      Memperhatikan kepadatan ternak di dalam kandang, dan
3.      Semua ternak yang menunjukkan tanda-tanda harus dipisahkan.
c.       Pengobatan
Pengobatan yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut :
1)      Menyuntikkan penisilin pada urat daging dada dengan dosis 30.000 I.U/ekor dewasa dan dengan dosis yang lebih rendah pada ternak yang lebih muda.
2)      Menggunakan streptomycin seperti pada penyakit coryza.
3)      Menggunakan serum anti haemorrhagie septicaemia sebanyak 15-20 cc per ekor.
Wabah kolera bentuk septicaemia dapat dihentikan secara tepat dengan pengobatan antibiotika. Untuk pencegahan penyakit kolera, dapat digunakan bakterin melalui suntikan pada urat daging dada, 1 cc bakterin pada ternak muda dan 2 cc bakterin pada ternak dewasa.
5.   Penyakit Perut (Salmonelosis)
Penyakit ini disebabkan oleh suatu bakteri. Bakteri ini dapat pula menimbulkan  penyakit pada manusia. Panularan penyakit biasanya per os (melalui mulut). Kuman-kuman dapat tersebar melalui sisa-sisa makanan, bak-bak makanan, bekas telapak kaki manusia atau lalat, atau termakan secara tidak sengaja.
a.       Tanda-tanda klinis
Entok nampak bernafas dengan cepat seperti menelan udara. Kemudian, dalam waktu 12 – 24 jam, dapat terjadi kematian.
b.      Kontrol
Sanitasi secara tepat dan cermat harus dijaga. Ternak yang terkena penyakit harus diisolir dan daerah / areal peternakan harus dikosongkan selama setahun.
c.       Pengobatan
Ternak yang terkena penyakit salmonellosis yang sudah parah harus dibunuh. Ternak yang terjangkit penyakit salmonellosis yang ringan dapat diberi furazolidone, dalam makanannya. Selain itu, dapat diberi sufadimidine yang dicampur dengan air minumnya.
6.   Jenis-jenis dan Macam-macam Penyakit Entok lainnya
Penyakit lain yang dapat menyerang entok di antaranya adalah sebagai berikut :
1.      Botulims / liberneck.
2.      Sprochaetosis atau duck tick fever.
3.      Coccidiosis
4.      Mycosis
5.      Non-specific diarrhea.
6.      Antibiotik dermatitis
7.      Stagger
8.      Defisiensi vitamin A
9.      Rickets, dan
10.  Brooder pneumonia

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 23:49

0 komentar:

Post a Comment

Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.