loading...

Adakah Pantangan Makanan Untuk Diabetes?

Posted by

Bagi pasien diabetes, mengatur pola makan memang penting guna mengontrol kadar gula darahnya. Namun, apakah memang pasien harus diet ketat alias memiliki pantangan untuk mengonsumsi berbagai makanan?

"Buat pasien diabetes, semua boleh dimakan tapi diukur," tegas ketua Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) Prof Dr dr Ahmad Rudjianto SpPD-KEMD.

Memang, menurut Prof Rudi gula murni baiknya dihindari dan jika hendak mengonsumsinya sedikit saja. Sebab, gula murni cepat meningkatkan kadar glukosa dalam darah. Jika memungkinkan, pasien bisa menggunakan gula pengganti tapi tidak berlebihan.

"Sehingga yang namanya pantang makanan tertentu 100 persen itu nggak ada. Tapi, jumlah kalorinya diatur, dihitung. Terapkan prinsip nikmati, batasi, dan imbangi. Silakan makan asupan apapun tapi jumlahnya dihitung, dibatasi. Kemudian kalau dirasa berlebih, diimbangi dengan exercise," tutur Prof Rudi.

Baca juga: Sembuh dari Diabetes dalam Waktu 11 Hari dengan Melaparkan Diri

Untuk pasien diabetes, umumnya pola makan dibagi menjadi makan besar 3 kali dan selingan. Tujuannya, supaya asupan makanan tidak tertumpuk di satu waktu. Nah, jika pasien hendak makan di luar misalnya karena menghadiri pesta, boleh-boleh saja. Tapi, tetap ada pengaturan.

Prof Rudi mencontohkan, jika di pesta nanti hanya ingin makan snack saja, maka tak masalah. Tapi, jika hendak makan besar berarti jatah makan besar di malam hari sudah habis. Pada pengguna insulin misalnya, jika hendak makan 1 cup es krim yang mengandung karbohidrat 30 gram maka dosis insulin bisa ditambah sebagai kompensasi.

Ketika hendak mengonsumsi makanan kemasan, Prof Rudi mengingatkan baca dulu nutrition fact-nya dan jumlah per sajian. Ketika ditulis jumlahnya 2 per sajian, maka nutrition fact-nya mesti dikali 2. Yang paling penting, lihat jumlah kalori di produk tersebut.

Kemudian bagi pasien diabetes, lihat lagi berapa gram kandungan karbohidratnya. Sebab pada dasarnya, karbohidrat mengandung glukosa yang bisa menaikkan kadar gula darah.

"Di Indonesia, susahnya banyak umumnya orang anggap mi sebagai lauk, bukan sumber karbohidratnya. Makan nasi kuning plus mi, ditambah perkedel, itu juga karbohidrat. Sebetulnya kalau kita sandang diabetes, karbohidrat yang mesti dihitung di makanan karena itu bahan yang paling mudah meningkatkan kadar gula darah. Gula itu nggak hanya dari permen, gula, tapi segala bentuk karbo juga gula," terang Prof Rudi.

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 12:39

0 komentar:

Post a Comment

Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.