loading...

Surabaya dan Waspada Banjir Saat Musim Hujan Tiba

Posted by

Banjir saat musim penghujan tiba seolah sudah menjadi masalah klasik setiap kota besar di Indonesia. Simak saja berita yang terbaru di ibu kota, baru hujan tidak sampai setengah jam sudah terjadi genangan air yang cukup tinggi alias banjir. Bahkan banjir di Jakarta sudah semakin parah karena beberapa daerah yang dulunya tidak pernah tersentuh banjir sekarang menjadi langganan banjir meski hujan lebat hanya turun sebentar.

Tidak terkecuali dengan kota besar di Jawa Timur yaitu Surabaya. Suarabaya sebagai ibu kota propinsi Jawa Timur juga mengalami kasus dan masalah yang sama dengan jakarta saat musim hujan tiba yaitu banjir. Meskipun banjir di Surabaya tidak separah Jakarta namun jika dibiarkan dan tidak diantisipasi dengan tata kota yang benar bukan tidak mungkin akan menyamai Jakarta.

Sama seperti Jakarta yang merupakan kota pelabuhan, Jakarta dengan Tanjung Prioknya dan Surabaya dengan Tanjung Peraknya, selain ancaman banjir saat musim hujan juga adanya ancaman banjir ROB yaitu meluapnya air laut sampai ke daratan pada saat pasang. Jika saat pasang ini bersamaan dengan banjir akibat hujan lebat maka efeknya akan sangat parah.

Saat ini saja tercatat Kota Pahlawan itu punya 1.271 hektare titik genangan. Jumlah itu menurun 50 persen selama lima tahun terakhir. Tapi, ancaman banjir belum sepenuhnya hilang. Terutama setelah Sidoarjo juga tak kunjung bebas dari serbuan air. Secara geografis, Surabaya adalah muara. Beberapa anak sungai dari hulu Sungai Brantas dan Bengawan Solo melintasi Surabaya.

Yaitu, Kali Surabaya, Kalimas, Kali Jagir, dan Kali Lamong. Sebagai daerah hilir, Surabaya adalah daerah limpahan debit air pada musim hujan.


Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Agus Iman Sonhaji menerangkan, 80 persen wilayah Surabaya berada pada ketinggian 3 hingga 6 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Yang memiliki ketinggian 10-30 meter hanya wilayah barat. Tepatnya sebagian wilayah Kecamatan Dukuh Pakis, Sambikerep, dan Karang Pilang.


Karena itu, air di Surabaya pasti tidak akan lancar mengalir ke laut. "Sehingga kita pakai pompa," papar alumnus ITS itu. Rumah pompa telah disebar di tengah kota dan tepi laut.

Namun, mengandalkan pompa air saja belum cukup. Seluruh saluran besar hingga kecil di Surabaya punya masalah sedimentasi.

Pengendapan mengakibatkan air sulit mengalir. Gorong-gorong di permukiman hingga Kalimas harus dikeruk.

Sejak awal Januari pemkot telah mengeruk sungai dan mengangkat 40 ribu ton endapan. Selain harus menormalkan saluran, kata Agus, pemkot perlu memikirkan daerah resapan. Menurut dia, wilayah Surabaya sudah dipenuhi beton, paving, dan aspal.

"Pengendalian izin mendirikan bangunan (IMB) dilakukan untuk menjaga ruang terbuka hijau (RTH)," papar mantan kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Surabaya itu.

Antisipasi banjir akibat curah hujan yang tinggi di metropolis juga mulai disikapi Pemkot Surabaya.

Saat ini bakesbangpol linmas menyiapkan tiga posko siaga bencana banjir. Lokasinya di titik langganan banjir yang dilewati aliran sungai.

Kepala Bakesbangpol Linmas Sumarno mengatakan, tiga posko itu berada di Sumber Rejo (Pakal), Waru Gunung (Karang Pilang), dan Medokan Semampir (Sukolilo).

Wilayah Sumber Rejo kerap menjadi langganan banjir akibat tidak tertampungnya air di Kali Lamong.

Sementara itu, Waru Gunung dan Medokan sering kali terkendala dampak meluapnya Kali Surabaya.

"Kesiagaan peralatan, personel, dan data sudah kami lakukan bersama jajaran," kata Sumarno. Sayangnya, di posko tersebut belum disiagakan personel. Sebab, kata Sumarno, anak buahnya masih bekerja secara berpindah-pindah untuk memantau banyak lokasi. "Anak-anak kan tiap hari harus patroli juga di banyak titik," imbuhnya.


Sumarno mengaku setiap saat mendapatkan data dari jajaran samping. Mulai BMKG sampai Balai Besar Sungai Bengawan Solo.

Berdasar data yang didapat Sumarno, saat ini yang berpotensi meluap ialah Kali Surabaya. Namun, hal itu masih dalam tahap wajar.


Naiknya debit air di Kali Surabaya itu, versi Sumarno, belum berdampak pada kawasan rawan banjir yang terlewati aliran sungai, yakni Semampir dan Waru Gunung.

"Mungkin itu nanti bisa diatasi dengan buka tutup pintu air," katanya. Untuk Kali Lamong dan Kalimas, Sumarno mengatakan bahwa semuanya masih dalam tahap normal.

Potensi banjir juga bisa terjadi akibat pasang air laut. Sebab, pasang air laut beberapa hari ini mencapai 1 meter.

Potensi rob itu bisa mengakibatkan banjir di sepanjang Romokalisari hingga Bulak. "Saya update terus datanya ke Bu Wali Kota (Tri Rismaharini, Red) dan SKPD untuk bersama-sama melakukan antisipasi," katanya.

Sumber jpnn.com

Banjir di Surabaya. Foto: dok. JPG
Anak-anak Bermain Banjir

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 20:50

0 komentar:

Post a Comment

Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.