loading...

Jamur Cordyceps, Manfaat, Habitat dan Cara Budidaya

Posted by

Kita mungkin kurang familiar dengan jenis jamur ini karena selama ini kita lebih banyak mengenal jamur konsumsi seperti jamur kuping, jamur tiram, jamur merang dll. Jamur Cordyceps liar hanya bisa ditemukan dan tumbuh di pegunungan Tibet, China dan Nepal pada ketinggian 3000 s/d 6000 mdpl. Tingkat oksigen yang rendah dan iklim yang ekstrim menyebabkan hanya beberapa spesies saja yang bisa bertahan hidup. Spesies yang sanggup bertahan biasanya spesies yang mempunyai daya tahan kuat. Begitu juga dengan jamur Cordyceps, semakin tinggi dan keras iklim lingkungan tempat jamur Cordiceps dipanen, maka semakin bagus juga kualitasnya.

Jamur Yang Tumbuh Pada Serangga

Menurut penelitian, jamur akan menyebar dan mulai tumbuh seminggu setelah serangga tewas. Tunas-tunas jamur mulai muncul dari bangkai serangga. Jamur-jamur ini terus tumbuh sampai matang dan menyebarkan sporanya ke udara.

Jamur cordyceps pada larva.


Spora-spora jamur cordyceps akan beterbangan dan menempel pada apa pun, termasuk serangga. Siklus hidup cordyceps akan segera dimulai lagi. Menginfeksi dan mencerna tubuh serangga untuk masa depan jamur-jamur baru.

Jamur cordyceps, sang parasit tidak hanya membunuh serangga, tetapi juga hewan antropoda, seperti kelabang, kaki seribu, kalajengking, kepiting, dan lainnya.

Jamur ini ukurannya kecil-kecil sehingga tidak mudah dicari. Jamur ini sering ditemukan di hutan-hutan tropis di negara-negara, seperti Thailand, Nepal, Vietnam, Myanmar, Korea, Jepang, Cina, Australia, dan Brasilia.


cordyceps
Jamur pada bangkai semut

Manfaat Jamur Cordyceps

  • Menjaga stamina tubuh agar tetap prima
  • Menyehatkan dan menjaga fungsi hati
  • Menstabilkan tekanan darah
  • Penambah energi
  • Mengurangi kolestrol
  • Untuk mengobati bronchitis dan penyakit pernapasan
  • Sebagai anti tumor/ kanker
  • Kemampuan mengurangi kolesterol bisa mengurangi resiko terkena penyakit jantung
  • Sebagai obat kuat untuk meningkatkan seksualitas
Sekarang ini spesies jamur Cordyceps sudah tersebar ke seluruh penjuru dunia. Spesies Cordyceps yang mempunyai nilai pengobatan paling ampuh yaitu jamur Cordyceps Sinensis dan jamur Cordyceps Militaris. Jamur Cordyceps pernah digunakan oleh Tim Olimpiade China sebagai suplemen untuk meningkatkan performance para atlet. Terbukti pada saat pelaksanaan olimpiade tersebut atlet-atlet China tampil luar biasa dan banyak memecahkan rekor. Mereka dicurigai menggunakan semacam obat doping, padahal yang mereka gunakan yaitu makanan alami berupa jamur Cordyceps.

Seorang peneliti dari Zigazag University melakukan riset dan menemukan bahwasanya jamur Cordyceps mempunyai efek anti-diabetic jika dipadukan dengan asam amino taurin. Hasil dari penelitian tersebut menyatakan bahwa jamur Cordyceps bermanfaat untuk meningkatkan insulin dalam darah, kapasitas total antioksidan, pancreatic-reduced glutathione (GSH), kolestrol high-density-lipoprotein (HDL lemak), dan persentasi fungsi sel beta.

Jamur Cordyceps sudah seperti mukjizat bagi masyarakat China, tapi karena jumlahnya yang terbatas dan langka, maka kekaisaran China mempunyai hak lebih untuk menggunakan jamur Cordyceps ini. Khasiatnya sudah terbukti sejak tahun 1439 berdasarkan buku yang ditulis oleh seorang dokter dari Tibet yang bernama Zurkhar Nyamnyo Dorje. Jamur Cordyceps banyak tumbuh dari bangkai kepompong ulat bulu. Makanya jamur ini disebut juga dengan sebutan ‘jamur ulat dari China’. Dalam bahasa mandarin, orang China menyebutnya dong chong xia chao yang artinya ulat musim dingin dan rumput musim panas.

Microenvironment Control Technology Research Center of Research Institute of Tsinghua University merupakan yang pertama kalinya melakukan budidaya jamur Cordyceps secara modern. Lembaga riset ini berhasil membuat media tanam buatan yang menyerupai lingkungan alami jamur Cordyceps di dataran tinggi Tebet. Seperti halnya jamur Cordyceps yang tumbuh di alam liar, jamur Cordyceps hasil budidaya modern ini tidak memiliki racun atau efek samping apapun, bahkan jamur Cordyceps hasil budidaya ini lebih mudah diserap oleh tubuh manusia. Dengan menggunakan teknologi modern, peneliti dari China berhasil melakukan budidaya jamur Cordyceps sehingga bisa dimanfaatkan lebih luas lagi. Sekarang ini ada lebih dari 680 spesies serangga jenis Caterpilar Fungus atau Cordyceps Sinensis.

cordyceps
Jamur Cordyceps pada bangaki serangga

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 23:12

0 komentar:

Post a Comment

Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.