loading...

Cara Mencegah Timbulnya Penyakit Sapi Pada Musim Penghujan

Posted by

Beberapa Penyakit Sapi Yang Sering Terjadi Pada Musim Hujan, Ini Cara Mencegahnya!

Penyakit ternak pada sapi yang umumnya terjadi pada musim hujan antara lain bloat/kembung, rumen sarat, diare, penyakit kulit dan penyaki pernafasan (batuk dan pilek). Selain itu pada musim hujan perkembangbiakan lalat dan serangga serta mikroorganisme dilingkungan kandang juga meningkat akibatnya akan semakin menambah buruk kondisi ternak. Manajemen pakan yang kurang tepat juga dapat menimbulkan masalah tersendiri karena akan memicu terjadinya diare dan kembung/bloat.

Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan oleh peternak dalam upaya mencegah agar ternak tidak sakit terutama selama menghadapi musim hujan yang datang:

Hygiene dan sanitasi kandang Dan ternak

Higiene adalah segala upaya yang berhubungan dengan masalah kesehatan serta berbagai usaha untuk mempertahankan atau untuk memperbaiki kesehatan. Sedangkan sanitasi adalah upaya pencegahan terhadap kemungkinan berkembangbiaknya mikroba pembusuk dan patogen dalam makanan, minuman, peralatan, dan bangunan yang dapat merusak pangan asal hewan dan membahayakan kesehatan manusia (Marriott 1999).

Sanitasi secara umum adalah usaha pencegahan penyakit dengan cara menghilangkan atau mengatur faktor-faktor lingkungan yang berkaitan dalam rantai perpindahan penyakit dalam suatu peternakan. Hygiene sanitasi kandang dan ternak meliputi menjaga kebersihan ternak, bangunan kandang, peralatan dan lingkungan kandang. Sebaiknya kotoran ternak dan sisa pakan yang tercecer dibersihkan secara rutin supaya tidak menjadi tempat berkembangbiaknya lalat dan mikroorganisme jahat. Jangan menyepelekan lalat yang berkembangbiak dalam kotoran karena apabila dalam jumlah besar menghisap darah ternak akan menyebabkan ternak kekurangan darah dan akibatnya ternak menjadi mudah terserang penyakit lainnya. Ceceran pakan yang tersisa dan kotoran ternak juga akan menimbulkan bau busuk Dan gas yang menyengat yang mengandung gas nitrit, ammonia dan hydrogen sulfide yang bersifat racun bagi ternak maupun peternak. Membersihkan ternak dengan cara memandikan ternak juga dapat mengurangi resiko terkena parasit, jamur, kudis dan sebagainya ,ternak akan mengalami relaksasi sehingga dapat mengurangi stress pada ternak. Lantai kandang dijaga supaya tidak licin oleh urin dan genangan air , sehingga tidak membahayakan ternak terutama ternak betina yang bunting. Kandang pun harus dibuat lebih tinggi dari sekitar agar terbebas dari genangan air atau lembab. Kandang harus mampu melindungi ternak dari terpaan hujan dan angin sehingga ternak merasa nyaman berada didalamnya. Pada pagi hari ternak sebaiknya dikeluarkan dari kandang agar memperoleh cukup sinar matahari biarkanlah ternak berjalan-jalan ,hal ini penting bagi metabolisme tubuh dan reproduksinya.


Manajemen pakan yang baik dan berkualitas

Manajemen pakan meliputi cara, kualitas serta kuantitas pakan yang diberikan. Cara pemberian pakan hijauan yang baik adalah dengan melayukannya terlebih dahulu agar kandungan airnya berkurang sehingga mengurangi pula kemungkinan terinfeksi cacing terutama pada daerah yang banyak air. Pemberian pakan kuantitas dan berkualitas rendah jelas secara langsung akan menurunkan performa ternak karena tidak memenuhi kebutuhan energy dan kandungan gizi sehingga mengakibatkan defisiensi nutrisi pada ternak, sebaliknya pemberian pakan berkualitas tinggi akan meningkatkan produktivitas dan mencegah adanya penyakit.

Melakukan pemantauan status kesehatan ternak

Tujuan melakukan pemantauan status kesehatan ternak sapi adalah agar apabila sapi menunjukkan gejala awal sakit dapat diketahui dan segera diobati,dengan demikian tidak berlanjut menjadi parah sehingga kerugian dapat ditekan. Selain itu dengan selalu memantau kesehatan ternak dapat mengurangi resiko penyebaran penyakit pada ternak. Penanganan kesehatan ternak dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu pencegahan, pengobatan, pengafkiran dan pembasmian. Pencegahan dapat dilakukan dengan cara vaksinasi, dilakukan untuk ternak yang sehat baik yang sementara dipelihara maupun untuk ternak yang baru didatangkan dari tempat lain terutama didaerah yang endemic penyakit tertentu (brusellosis, anthraks dan sebagainya). Vaksin digunakan untuk mencegah penyakit yang penyebabnya virus dan bakteri.

Pengobatan, diberikan kepada ternak yang mengalami sakit yang didiagnosa oleh dokter hewan/ tenaga kesehatan hewan lainnya sesuai dengan jenis sakitnya. Pengafkiran,dilakukan apabila kondisi ternak sudah tidak memungkinkan untuk berproduksi dan bereproduksi lagi baik karena alasan medis maupun alasan lainnya. Pembasmian merupakan penanganan kesehatan terhadap ternak dalam suatu populasi yang mengalami penyakit yang menular dengan cara dibunuh lalu dibakar dan dikubur atau dipotong paksa tergantung kasus penyakitnya.


Selain untuk mencegah agar ternak tidak terinfeksi cacing maka sebaiknya secara berkala diberikan pengobatan cacing setiap 2 sampai 3 bulan sekali sesuai siklus hidup cacing (Widodo, 2015). (berapa kali , sesuai literatur?) Pengobatan cacing sangat penting mengingat sumber pakan ternak adalah hijauan yang pastinya terkontaminasi oleh telur cacing. Pemberian suplemen dan mineral juga baik diberikan kepada ternak selama sesuai peruntukan dan sesuai takarannya.

Untuk mencegah diare pemberian pakan hijauan dan penguat harus diperhatikan. Jangan memberikan pakan hijauan yang masih terlalu muda dan basah serta penyimpanan pakan konsentrat harus selalu di periksa karena apabila penyimpanan pakannya tidak benar dapat tumbuh jamur yang dapat meracuni ternak sehingga timbul diare, kembung bahkan keracunan.



Sumber:http://pertanian.slemankab.go.id

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 21:51

0 komentar:

Post a Comment

Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.