loading...

Basmi Hama Tikus Dengan Kucing Musuh Alaminya

Posted by

TEKNIK PENGENDALIAN HAMA TIKUS PALING EFEKTIF TANPA BIAYA

Oleh Prof Mukti Abadi

Masalah hama tikus di kandang ayam, ada beberapa cara pengendalian yang pernah saya lakukan :
1) Pakai Racun (Rodentisida)
Segala merk racun tikus pernah saya pakai Temix, Phosphit dll. Awalnya efektif. Tapi pada hari ke-3, tikus yg lain sudah tidak mau memakan makanan yang sudah dicampur racun. Terjadi resistensi secara perilaku (behaviour);

2) Saya juga pernah pakai racun tikus merk Klerat. Buatan PT. ICI. Tikus yang memakannya tidak langsung mati di tempat sehingga tidak timbul resistensi perilaku (behaviour). Setelah beberapa hari, 3 - 7 hari baru tikus mati dalam keadaan dehidrasi akibat pendarahan. Anak tijus yang sedang disusui pun juga ikut mati keracunan lewat air susu induknya;

3) Pakai "Bumbung" Bambu
Pernah saya terapkan dengan gerakan 1.000 bumbung (tabung) yang panjangnya 125 cm. Sekatnya sudah ditembus. Murah. Pada siang hari, tikus akan masuk dan tidur di dalam bumbung. Bisa dipanen seminggu 2 kali pada siang hari. Si pemanen dikasih upah Rp/ekor. Bisa menangkap tikus jumlah banyak, kemudian dimusnahkan dengan dibakar. Tetapi kurang efektif karena populasi tikus lebih cepat pertambahannya dibanding yang ketangkap;

4) Pakai Alat Elektronik Penghasil Suara Gelombang Ultra Sonic. KAGAK NGARUH, TIKUS KAGAK ADA TAKUTNYA sama alat tersebut. Radar tikus lebih takut mendengar suara kucing daripada suara alat elektronik gelombang ultra sonic ini;

5) Ditembak Pakai Senapan Angin
Tikus yang masih hidup, ngamuk. Tikus yang masih hidup melakukan balas dendam dengan memakan punggung ayam. Akhirnya, ayamnya ada yang mati dan ada yang masih hidup sepert sundel bolong, punggungnya KROWOK (berlubang);

6) Ditangkapi Pakai Gebuk Atau Jaring
Tikus yang tertangkap, dibantai. Tidak efektif karena pertambahan populasinya lebih cepat daripada yang ketangkap.
Semua cara itu pernah saya terapkan tapi hasilnya kurang dan bahkan tidak efektif.

7) Yang paling efektif dengan menggunakan predator alami, yaitu kucing. Ada predator lain, ular, burung hantu, burung elang, tapi tidak layak dan saya belum pernah menerapkan.

Pengendalian dengan kucing, untuk lahan 1 hektar dengan kapasitas layer -/+ 25.000 ekor, mesti pelihara kucing 20-30 ekor, sudah sangat efektif mengendalikan tikus. Itu sdh saya terapkan sejak 20 tahun yg lalu.

CARANYA
Cari atau beli kucing kecil lepas sapih. Pada tahap awal dipelihara dengan dikurung pakai sangkar bekas atau yang lain supaya tidak minggat. Beri makan dan minum 2 kali sehari, selama 2 minggu. Setelah 2 minggu, beri makan 1 kali sehari. Amati terus selama 2-3 minggu, bila tidak minggat, gak usah diberi makan. Kucing akan mencari makan dan minum sendiri dan akan beranak pinak. Bila sudah terjadi keseimbangan atau jumlah kucing cukup, maka tikus dengan sendirinya akan tertekan jumlahnya menjadi minimalis.

Tandanya, pada malam hari biasanya tikus merajalela di dalam kandang, ikut memakan pakan ayam, jauh berkurang, tinggal 1 -2 ekor saja yang berkeliaran.

Radar tikus akan menangkap signal keberadaan kucing sebagai predator alami, maka tikus akan takut.

Bagaimana bila suatu saat ada kucing jantan besar (KUCING GARONG) memakan ayam terutama saat pullet baru masuk? Lebih mudah mengendalikan kucing garong daraipada mengandalikan hama tikus.

Kucing garong yang pernah makan ayam harus identifikasi. Siapkan tim BUSER (buru sergap). Suruh tangkap, pakai jerat atau tembak atau tulup (sumpit). Kucing garong yang mati ini jangan langsung dikubur, tapi digantung selama 2-3 hari. Tujuannya membuat efek jera bagi kucing yang lain. Setelah itu, baru bangkai kucing garong dikubur.

Jadi gak usah GALAU soal tikus. Gunakan metode back to nature, lebih efektif hasilnya. Di mana pun dan kapan pun saya mengelola farm, cara tersebut di atas yang terapkan untuk mengendalikan tikus. Beleave it or not.

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 06:42

0 komentar:

Post a Comment

Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.