loading...

Antara Ahlul Bait dan Khawarij

Posted by

Kenapa Ahlu bait selalu jadi korban kezoliman? Dulu pertanyaan ini pernah mengganggu saya, Kenapa Allah ijinkan keturunan KekasihNya dizolimi, kalau begitu istimewa mereka kenapa Allah tidak jadikan mereka raja manusia dan pelihara kekuasaan mereka, Allah sangat mampu untuk melakukan itu. dari jaman sayidina Ali, sayidina Hasan, sayidina Husein sampai selanjutnya, beliau2 selalu dalam posisi lemah dan mengalah. Bagi jiwa muda saya itu adalah posisi para pecundang, dan kenapa saya diharuskan mengikuti "para pecundang".

Namun sekarang setelah hidup lebih banyak, dan memahami apa itu kekuatan/pemenang sejati dan apa itu pecundang sejati. Saya mampu lihat bahwa semua ketetapan Allah atas Ahlu bait adalah penjagaan Allah untuk umat ini, agama ini.

Sekarang coba kita lihat jika beliau2 memilih hal kebalikannya, memilih seperti orang awam pilih, seperti saya inginkan dulu, seperti firaun dan raja namruz pilih. Sayidina Ali bantai habis khawarij dan muawiyah dan keturunan mereka semua. Maka beliau hanya akan mewariskan dendam dari keturunan muawiyah dan khawarij pada beliau dan keturunan beliau, kemudian keturunan beliau melihat contoh dari datuk mereka yg sibuk menjaga kekuasaan dan bantai musuh2nya...maka usia umat ini ngga akan sampai sepanjang ini. islam hanya akan menjadi agama politik, kehilangan para pembimbingnya yang sibuk mempertahankan kekuasaan dunia dengan segala cara.

umat generasi sesudahnya akan kehilangan penyambung ajaran pada apa yang sebenarnya nabi Muhammad bawa. Dulu saat sahabat meminta beliau hukum dan bunuh munafik penghianat , karena bekerja sama menghianati umat islam dengan yahudi dan kafir quraisy, beliau berkata "apa kata orang nanti jika muhammad membunuh sahabatnya". Karena semua sahabat saat itu mengetahui kemunafikan dan penghianatan abdullah bin ubay, tapi apakah keturunan dan pengikutnya mengetahui dan merasakan hal yang sama padanya? Kisah hukuman yahudi quraizah atas penghianatannya pada umat islam madinah saat itu sampai hari ini masih dipakai oleh orang luar islam untuk mendeskriditkan nabi Muhammad. Dan dengan pilihan bijaksana beliau maka anak abdullah bin ubay (abdullah bin abdullah bin ubay) menjadi orang yang beriman. nabi Muhammad memilih menyelamatkan hati manusia dari dendam daripada menegakkan keadilan pada musuh2nya di dunia ini. Pilihan yang sama saat fatuh makkah.

Beliau-beliau para Ahli bait menerima posisi dan peran sebagai pembersih umat ini dari dendam yang diwariskan dengan kesadaran penuh. Dan yang terpilih menjadi pengikut beliaupun adalah orang2 yg mau menerima pilihan2 beliau dengan sama redhanya dengan beliau2. Karena bahkan keredhaan beliau mengambil posisi dizalimi tanpa wariskan dendam pada keturunan beliau, tidak mampu meredam dendam didada sebagian para pengikut beliau2. Pilihan beliau2 yang mengalah membuat mereka frustasi dan bikin kelompok sendiri untuk wariskan dendam itu pada keturunan mereka dalam kelompok mereka. 

Idiologi khawarij, yaitu idiologi merasa paling beriman, paling lurus dan takfiri ini bisa dimiliki oleh setiap generasi, karena setiap generasi pasti ada kalangan anak mudanya, hawa nafsu yg belum terdidik tersebut dibimbing oleh iblis, maka potensi untuk muncul setiap generasi walau terputus dari generasi sebelumnya terbuka sangat lebar, dan itu adalah keniscayaan....

Maka Kehadiran Ahlu bait dan tugas unik beliau2 ini sebagai pusat permusuhan para khawarij setiap jaman, dan cara membela diri dengan terus menjadi diri sendiri dan mengalah dalam hal keduaniaan yang menjaga umat ini dari perang saudara yg memusnahkan umat ini dan sekaligus membimbing umat setiap jamannya bagaimana memaafkan orang2 yg zolimi kita, dan dengan itupula menaikkan kualitas iman orang2 yg benar setia pada beliau, yang mampu pahami beliau dan meneladani beliau2.

Jangan sesali keberadaan kaum takfiri dan kaum ujub karena itu adalah fasilitas bagi kita untuk meningkatkan sifat pemaaf dan redha kita serta husnuzon kita pada Allah, dan lewat ahlu baitlah kita teladani semua itu...tanpa ahlu bait maka kita akan bertindak dan memilih seperti namruz dan firaun dulu.

khawarij jaman sekarang bukanlah keturunan dari khawarij jaman sayidina Ali yang dibiarkan hidup saat itu,  keturunan khawaij generasi pertama  sekarang telah berubah jauh menjadi bertoleransi, yang bisa jadi termasuk yg akan dimusuhi dan perangi oleh para kakeknya dahulu, yaitu para pengikut ibadi di oman hari ini.

sayidina Ali selamatkan puluhan generasi orang beriman saat itu. dan Allah mengatakan bahwa orang beriman mereka sangat lembut dan berkasih sayang dengan orang2 beriman lainnya, bahkan pada orang2 beriman yg belum lahir sekalipun.

dan pada akhirnya nanti saat kejahatan khawarij telah diluar batas, saat mereka mendapat kekuasaan untuk wujudkan kegillan mereka dengan memerangi/bunuhin orang beriman, maka perang itu tidak bisa dihindari lagi. Berangkat perang dalam islam, semenjak nabi Muhammad bukanlah karena kita inginkan peperangan, melainkan karena tidak bisa menghindari peperangan. Jika resikonyo terhapusnya orang2 beriman dari muka bumi ini dibunuhi oleh musuh, baru perang diambil sebagai pilihan.

nabi Muhammad berkata saat ditanaykan mengenai batasan kita berhusnuzon, yaitu sampai pedang mereka telah berada dibelakang leher kita.

Dari Ibnu Masud RA, katanya, ketika kami berada di sisi Rasullulah SAW, tiba-tiba datang sekumpulan anak muda dari kalangan Bani Hasyim. Apabila terlihat mereka, maka kedua-dua mata banginda SAW dilinangi air mata dan wajah baginda berubah.

Aku pun bertanya, Mengapakah kami melihat pada wajah Tuan sesuatu yang tidak kami sukai? Baginda menjawab, Kami Ahlul Bait telah Allah pilih untuk kami akhirat lebih dari dunia.

Kaum kerabatku akan menerima bencana dari penyingkiran selepasku kelak sehinggalah datang suatu kaum dari Timur yang membawa bersama-sama mereka Panji-panji Hitam. Mereka meminta kebaikan tetapi tidak diberikannya, maka mereka pun berjuang dan beroleh kejayaan lalu diberikanlah apa yang mereka minta itu tetapi mereka tidak menerima sehinggalan mereka menyerahkannya kepada seorang lelaki dari kaum kerabatku yang akan memenuhkan bumi ini dengan keadilan seperti halnya bumi ini dipenuhi dengan kedurjanaan sebelumnya.

Sesiapa yang sempat menemuinya, maka datangilah mereka itu, walaupun terpaksa merangkak di atas salji. Sesungguhnya dia adalah al-Mahdi. (Ibnu Majah)

Sabda Rasulullah SAW: "Bintang-bintang adalah keselamatan bagi penghuni langit, sedang ahlul-baitku keselamatan bagi penghuni bumi"

wallahua'lam
Allahuma sholi 'ala sayidina Muhammad nabiyil umiyi wa 'alihi wa shohbihi wa salim

Jito Jito Madun Afriadi Sukasmono

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 18:19

0 komentar:

Post a Comment

Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.