loading...

Saudi Tolak Permintaan Kuota Haji Tambahan dari Indonesia

Posted by

Pemerintah Saudi Arabia resmi menolak permintaan Indonesia untuk menambah kuota haji 2016 sebanyak 10.000 lagi. Permintaan ini layak diajukan mengingat daftar tunggu haji di beberapa daerah mencapai 20 - 30 tahun saking panjangnya antrian karena tingginya animo masyarakat untuk naik haji.

Kementerian Agama yang dipimpin Lukman Hakim Syaifuddin telah berupaya mengajukan permohonan kepada Kerajaan Arab Saudi untuk menambah jumah kuota haji, namun permintaan itu ditolak dengan sejumlah alasan.

Pemerintah, seperti dikatakan Menteri Agama telah mengupayakan untuk  memohon tambahan kuota haji sebanyak 10 ribu dari kuota haji nasional jamaah kepada pemerintah Arab Saudi, untuk keberangkatan haji tahun ini.

Dalam rapat bersama Komisi VIII DPR RI, Lukman mengatakan salah satu cara untuk minta tambahan kuota adalah dengan meminta jatah kuota dari negara lain seperti Iran, sebanyak 70 ribu yang tidak terpakai.

“Sejak beberapa bulan lalu kami sudah mengetahui Iran tidak akan berhaji tahun ini, sehingga kuotanya tidak digunakan,” ujar Lukman dalam rapat di komplek parlemen, Jakarta Pusat, Senin (29/8/2016) lalu.

Sebelumnya, Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid meminta agar Pemerintah lebih mengintesifkan lobi dengan pemerintah Arab Saudi untuk meminta tambahan kuota haji. Tambahan kuota sangat dimungkinkan mengingat sejumlah negara muslim tidak akan menggunakan kuotanya dengan maksimal karena kondisi di dalam negeri yang tidak memungkinkan.

“Kita ketahui sejumlah negara Muslim seperti Irak, Syiria, Yaman, dan beberapa lainnya tengah dilanda konflik di dalam negeri, sehingga kemungkinan negara-negara itu tidak mungkin memaksimalkan kuota haji yang didapat. Pemerintah Indonesia dapat melobi agar kuota yang tidak terpakai itu bisa diberikan sebagiannya ke Indonesia,” kata Hidayat di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (23/8).

Menurut Hidayat, selain tambahan kuota ini dapat memperpendek antrian, juga mampu menghindarkan masyarakat tergoda jalan pintas berhaji dengan jalur yang tidak tepat. Misalnya, seperti yang terjadi dalam kasus jamaah haji Indonesia yang ditahan karena menggunakan paspor Filipina.

“Di Jakarta saja antriannya sudah sampai 18 tahun. Jadi kalau daftar sekarang baru tahun 2035 nanti bisa berangkat. Di Kalimantan Selatan lebih lama lagi, tahun 2043 baru berangkat. Untuk memangkas lamanya waktu tunggu bagi seorang muslim untuk menunaikan ibadah haji, salah satunya adalah dengan meminta tambahan kuota,” ujar Hidayat.

Permohonan Menag ke pejabat haji di Arab Saudi tak bisa dipenuhi, dengan alasan pemerintah Arab Sudi tidak memiliki payung hukum yang mengatur soal transfer kuota itu. “Mereka belum bisa memenuhi permintaan itu, karena mereka belum punya regulasinya. Karena negara-negara lain tentu juga akan minta perlakuan yang sama,” terangnya.

Sedangkan di negara-negara ASEAN, jatah kuotanya semuanya terserap habis, kecuali di Filipina. Kuota kosong di Filipina itulah yang dimanfaatkan 177 orang calon jamaah haji asal Indonesia, yang melakukan pemalsuan identitas agar bisa berangkat dari Filipina.

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 08:46

0 komentar:

Post a Comment

Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.