loading...

Mencela seorang muslim adalah kefasikan, dan membunuhnya adalah kekufuran

Posted by

Islam sangat melarang seseorang menghina atau mencela sesama muslim sebab kadang kala yang dicela  belum tentu lebih buruk daripada yang mencela. Bahkan tidak menutup kemungkinan yang dicela lebih baik dari yang mencela.

Allah berfirman:

يَـٰٓأَيُّہَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا يَسۡخَرۡ قَوۡمٌ۬ مِّن قَوۡمٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُونُواْ خَيۡرً۬ا مِّنۡہُمۡ وَلَا نِسَآءٌ۬ مِّن نِّسَآءٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُنَّ خَيۡرً۬ا مِّنۡہُنَّ‌ۖ وَلَا تَلۡمِزُوٓاْ أَنفُسَكُمۡ وَلَا تَنَابَزُواْ بِٱلۡأَلۡقَـٰبِ‌ۖ بِئۡسَ ٱلِٱسۡمُ ٱلۡفُسُوقُ بَعۡدَ ٱلۡإِيمَـٰنِ‌ۚ وَمَن لَّمۡ يَتُبۡ فَأُوْلَـٰٓٮِٕكَ هُمُ ٱلظَّـٰلِمُونَ (١١)

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh Jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, Maka mereka itulah orang-orang yang dzalim.” (QS: Al Hujarat [49]: 11)

Ayat ini sebagai larangan seorang Muslim mencela dan merendahkan muslim lainnya.  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,  “Mencela seorang muslim adalah kefasikan, dan membunuhnya kekufuran.” (Riwayat Bukhari Muslim)

Celaan dan hinaan semakin besar jika ia berupa tuduhan kepada seseorang dalam hal agamanya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah seseorang menuduh orang lain dengan kefasikan atau kekufuran, melainkan akan kembali kepadanya tuduhan tersebut jika yang dituduhnya tidak demikian.” (Riwayat Bukhari).

Dari Hadits ini sebenarnya bisa diambil pelajaran yang sangat berharga, bahwa perbuatan suka mencela itu bisa jadi akan kembali kepada diri kita.

Dalam rangka mencega perbuatan buruk ini, Islam mengajarkan kita agar berhati-hati dengan perbuatan tersebut.  Sebab syariat telah menetapkan bahwa orang yang pertama mencela lebih besar dosanya dari dua orang yang saling mencela. Rasul bersabda, “Dua orang yang saling mencela, maka dosa yang dikatakan keduanya akan ditanggung oleh orang yang pertama kali memulai, selama yang terzalimi tidak melampuai batas.” (Riwayat Muslim)

Berdasar keterangan di atas bisa ditegaskan bahwa mencela dan menjatuhkan kehormatan sesama Muslim sangat bertentangan dengan syariat. Kehormatan adalah satu dari lima dasar kebutuhan primer (al kulliyaatu al khams) manusia yang dijaga keutuhannya oleh syariat.

Islam melarang sikap saling mengejek dan mencela sesama muslim karena akan berdampak pada keretakan persatuan dan kesatuan umat.

Sebaliknya, Islam menganjurkan agar menjauhi sifat tersebut demi kemualiaan seseorang.  Ketika Rasulullah ditanya siapakah muslim yang utama, beliau menjawab, “Yaitu orang yang selamat kaum muslimin dari tangan dan lisannya.” (Riwayat Bukhari Muslim).

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 23:44

0 komentar:

Post a Comment

Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.