loading...

Zat Beracun Klasik, Sianida, Cara Kerja Dan Efek Bahayanya Yang Mematikan

Posted by

Sepertinya saat ini tidak ada yang lebih populer dari semua golongan zat beracun selain sianida. Mengapa sianida saat ini populer sekali? Bukan lain karena adanya sidang berantai pembunuhan seorang wanita yang bernama mirna salihin yang diduga dibunuh dengan menggunakan racun sianida. Kepopuleran sianida didukung oleh adanya siaran langsung tv swasta yang tidak bosan-bosannya menyiarkan sidang pembunuhan mirna salihin ini.



Debat yang ramai antara pembela jessica dengan saksi ahli yang dihadirkan jaksa penuntut umum tentang masalah sianida ini menjadikan penonton penasaran dengan racun yang satu ini.

Sebenarnya apa itu Sianida dan bagaimana cara kerja sianida sehingga dijuluki sebagai salah satu zat beracun yang sangat mematikan? Berikut ini ulasan mengenai bahaya racun sianida, bentuk dan darimana asal sianida ini diproduksi.
Hidrogen sianida sangat mudah masuk ke dalam saluran pencernaan. Dalam dosis besar, sianida dapat sangat fatal akibatnya. Setelah terpapar, sianida langsung masuk ke dalam pembuluh darah. Jika sianida yang masuk ke dalam tubuh masih dalam jumlah yang kecil, maka sianida akan diubah menjadi tiosianat yang lebih aman dan diekskresikan dari tubuh. Namun bila jumlah sianida yang masuk ke dalam tubuh dalam dosis yang besar, tubuh tidak akan mampu untuk mengeluarkannya. Bila sianida masuk melalui sistem pencernaan maka kadar tertinggi adalah di hati.
Seperti dikutip dari liputan6, Regional Coordinator di WHO South East Asia Regional Office Prof dr Tjandra Yoga Aditama mengatakan sianida merupakan zat beracun yang sangat mematikan. Sianida telah digunakan sejak ribuan tahun yang lalu.

"Efek sianida ini sangat cepat dan dapat mengakibatkan kematian dalam jangka waktu beberapa menit. Di sisi lain, sianida dalam dosis rendah dapat ditemukan di alam dan ada pada setiap produk yang biasa kita makan atau gunakan. Sianida juga dapat diproduksi oleh bakteri, jamur, dan ganggang. Sianida juga ada dalam asap rokok, misalnya, juga asap kendaraan bermotor, bahan industri, pertambangan dan lainnya," katanya.

Sedangkan hidrogen sianida, kata Tjandra, merupakan cairan tidak berwarna atau dapat juga berwarna biru pucat pada suhu kamar. Hidrogen sianida sangat mudah bercampur dengan air sehingga sering digunakan. Bentuk lain ialah sodium sianida dan potassium sianida yang berbentuk serbuk dan berwarna putih.

"Hidrogen sianida sangat mudah masuk ke dalam saluran pencernaan. Dalam dosis besar, sianida dapat sangat fatal akibatnya. Setelah terpapar, sianida langsung masuk ke dalam pembuluh darah. Jika sianida yang masuk ke dalam tubuh masih dalam jumlah yang kecil, maka sianida akan diubah menjadi tiosianat yang lebih aman dan diekskresikan dari tubuh. Namun bila jumlah sianida yang masuk ke dalam tubuh dalam dosis yang besar, tubuh tidak akan mampu untuk mengeluarkannya. Bila sianida masuk melalui sistem pencernaan maka kadar tertinggi adalah di hati," ujarnya.

Keracunan sianida bukan hanya berakibat buruk pada sistem kardiovaskuler, tapi juga peningkatan resistensi vaskuler dan tekanan darah di dalam otak, sistem pernapasan dan sistem susunan saraf pusat. Sistem endokrin biasanya terganggu pada keracunan kronik sianida.

Dan yang mengakibatkan timbulnya kematian adalah karena sianida mengikat bagian aktif dari enzim sitokrom oksidase, sehingga akan mengakibatkan terhentinya metabolisme sel secara aerobic serta gangguan respirasi seluler. Sebagai akibatnya hanya dalam waktu beberapa menit akan mengganggu transmisi neuronal.

"Tanda awal dari keracunan sianida adalah peningkatan frekuensi pernapasan, nyeri kepala, sesak napas, perubahan perilaku seperti cemas, agitasi dan gelisah serta berkeringat banyak, warna kulit kemerahan, tubuh terasa lemah dan vertigo juga dapat muncul. Tanda akhir sebagai ciri adanya penekanan terhadap susunan saraf pusat dalam bentuk tremor, aritmia, kejang-kejang, koma, dan penekanan pada pusat pernafasan, gagal nafas sampai henti jantung," katanya.

Di sisi lain, menurut ahli kesehatan, John P. Cunha, DO, FACOEP, sianida bekerja dengan membuat tubuh terhenti dari akses oksigen sehingga manusia akan meninggal lebih cepat.

"Sumber sianida bisa dari asap kebakaran dari karet, plastik, dan sutera, penelitian kimia, plastik sintetis, pengolahan logam, dan industri elektroplating menggunakan sianida. Aprikot, kentang dan singkong yang dikonsumsi berlebihan juga disebut dapat mengeluarkan sianida," kata Cunha, seperti dikutip Emedicinehealth.
Bagaimana Sianida Bisa Membunuh?
Kenapa sianida bisa sangat berbahaya, begini penyebabnya. Seberapa besarnya jumlah sianida yang masuk ke dalam tubuh, dan berapa lama orang tersebut terkena racun sangat memengaruhi efek sianida di dalam tubuh. Dosis fatal sianida adalah 1,5mg/kg tubuh manusia. Bayangkan jika seseorang mengonsumsi lebih dari dosis yang mematikan tersebut. Saat sianida masuk ke dalam tubuh, sianida akan mencegah sel-sel di dalam tubuh untuk menggunakan oksigen. Sehingga sel-sel di dalam tubuh akan mati. Adapun organ yang akan paling mengalami kerusakan adalah otak dan jantung. Karena dibandingkan organ tubuh lainnya, kedua organ ini adalah organ yang paling banyak menggunakan oksigen.
Menurut laman resmi Centers for Disease Control and Prevention, seseorang bisa terpapar sianida tak cuma lewat mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung sianida, tapi juga lewat udara maupun tanah yang menandung sianida.

Dampak keracunan yang disebabkan oleh sianida amat tergantung paparan sianida yang diterima serta lamanya waktu seseorang terpepar. Menghirup udara yang mengandung gas sianida memang paling berbahaya, tapi mengonsumsi sianida tak kalah membahayakan.

Ketika sianida masuk ke dalam tubuh, bahan kimia ini akan mencegah sel-sel tubuh menggunakan oksigen. Jadi ketika hal ini terjadi, sel-sela akan mati. Sianida paling berbahaya bagi jantung dan otak dibandingkan organ lain. Hal ini disebabkan kedua organ tersebut menggunakan banyak oksigen.

Jika paparan sianida terhadap seseorang sedikit, dalam hitungan menit orang tersebut mengalami pusing, mual dan muntah, napas jadi lebih cepat, denyut jantung cepat. gelish, dan lemah.

Sementara bila terpapar sianida dalam jumlah besar dampak bahaya bagi kesehatan di antaranya kejang, hilang kesadaran, tekanan darah rendah, cedera pada paru, denyut jantung melambat, hingga gagal pernapasan yang menyebabkan kematian.

Selain itu, yang perlu diperhatikan adalah asap rokok. "Sianida secara alami ditemukan dalam tembakau, dan perokok memiliki lebih dari 2,5 kali sianida dalam darah walaupun umumnya tidak cukup menyebabkan keracunan."

Cunha menambahkan keracunan sianida tidak dapat diobati di rumah. Bahkan dokter pun kerap salah menilai dan pasien akan cepat meninggal. "Racun sianida akan menyebar cepat dalam tubuh. Banyak yang tidak dapat tertolong. Untuk itu, ketika muncul gejala pasien harus ditangani tenaga medis secepat mungkin," katanya.

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 22:54

0 komentar:

Post a Comment

Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.