loading...

Macam dan Jenis Alat Reproduksi Pada Ternak Betina

Posted by

Ternak betina menghasilkan sel kelamin (ovum) serta menyediakan tempat untuk proses pertumbuhan dan perkembangan individu baru mulai dari pembuahan hingga melahirkan. Tahap-tahap perkembangan folikel sangat penting bagi proses terbentuknya ovum yang dibutuhkan dalam proses reproduksi pada mahluk hidup. Organ reproduksi ternak betina akan berfungsi bila makhluk hidup khususnya hewan ternak dalam hal ini sudah memasuki sexual maturity atau dewasa kelamin.

Hypophyisis
Kelenjar Adenohypophysis merupakan suatu kelenjar endokrin yang sangat penting pada hampir setiap fungsi tubuh. Kelenjar ini mengatur seluruh mekanisme yang dapat menyelamatkan keturunan mahluk hidup. Mengatur perkembangan tubuh yang amat erat hubungannya dengan perkembangan alat reproduksi seperti testes yang berpengaruh terhadap daya reproduksi (Campbell, et al., 2003) dalam (Piraksa,I.W dan W. Bebas, 2009).

Organ reproduksi dipengarui oleh dua hormon yaitu gonadotropin FSH (Follicle-stimulating hormone) dan LH (Luteinizing hormone) disekresikan oleh hipofisis anterior, yang sekresinya diatur oleh signal yang berasal dari hipotalamus Fungsi sekretorik dan gametogenik gonad serta siklus seksual bergantung pada sekresi hormon gonadotropin ini. Hormon gonadotropin ini juga menggiatkan pertumbuhan praovulasi dan sekresi estrogen dan progesteron, yang memiliki mekanisme umpan balik terhadap hipotalamus (Megawati,dkk.,2005).

Ovarium
Terdapat sejumlah sel telur yang sudah ditentukan sejak lahir didalam ovarium. Saat menopause, cadangan sel telur dalam ovarium sudah tidak ada, akibatnya sintesis hormon estrogen oleh folikel-folikel juga tidak berlangsung. Kondisi normal estrogen menyebabkan pertumbuhan endometrium. Estrogen juga merangsang pertumbuhan sel epitel dan pertumbuhan kelenjar dalam lapisan itu dan menyebabkan pertumbuhan jaringan otot uterus, terutama menyebabkan hipertrofi sel ototnya. Hal ini jelas terjadi pada saat masa subur (estrus) (Suhargo, 2005).

Proses yang terjadi didalam ovarium adalah proses pemasakan telur. Proses pemasakan telur pada hakikatnya merupakan peristiwa yang membentuk siklus. Siklus pemasakan telur pada kebanyakan mamalia disebut siklus estrus, sedangkan pada primate disebut siklus menstrual. Hewan yang mengalami silus estrus, selama satu siklus hewan betina siap menerima hewan jantan untuk kawih hanya dalam waktu yang singkat, yaitu pada masa ovulasi. Dinding saluran reproduksi pada akhir siklus tidak mengalami disintegrasi dan tidak luruh sehingga tidak ada pendarahan. Siklus estrus terdiri atas empat tahap/fase. Tahap diestrus, proestrus, estrus dan metestrus. Perkembangan folikel diawali oleh hormone FSH (Follicle-stimulating hormone) dari kelenjar pituitary bagian depan. Folikel yang sedang berkembang akan mengeluarkan estrogen yaitu hormone yang merangsang endometrium untuk menebal (Isnaeni,2006). FSH (Follicle-stimulating hormone) merupakan hormon glikoprotein yang mempunyai waktu paruh yang pendek, sehingga memerlukan pemberian secara berulang untuk merangsang aktivitas folikel secara lebih efisien (Kaiin dan Tappa, 2006).

Oviduct
Oviduct merupakan bagian yang berperan penting dalam peristiwa kopulasi saat proses reproduksi. Terdiri dari 3 bagian yaitu infundibulum, ampula dan isthmus. Tuba uterina (oviduktus) bersifat bilateral, strukturnya berliku-liku yang menjulur dari daerah ovarium ke kornua uterina dan menyalurkan ovum, spermatozoa dan zigot. Tiga semen tuba uterina dapat dibedakan, yakni infundibulum, berbentuk corong besar, ampula, bagian berdinding tipis yang mengarah ke belakang dari infundibulum, dan isthmus, segmen berotot sempit yang berhubungan langsung dengan uterus (Dellman dan Brown, 1992).

Uterus
Uterus merupakan struktur saluran muskuler yang diperlukan untuk menerima ovum yang telah dibuahi dan perkembangan zigot. Uterus digantung oleh ligamentum yaitu mesometrium yaitu saluran yang bertaut pada dinding ruang abdomen dan ruang pelvis. Dinding uterus terdapat 3 lapisan yaitu lapisan dalam disebut endometrium, lapisan tengah disebut myometrium dan lapisan luar disebut perimetrium. Terdapat endometrium dengan penebalan terbatas pada ruminansia yang disebut Carankula. Carankula ini banyak mengandung fibroblast dan vasikularisasinya ekstensif (Dellman dan Brown, 1992).

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 19:30

0 komentar:

Post a Comment

Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.