loading...

Jenis-jenis Sapi Perah Unggul Yang Banyak Dipelihara di Berbagai Negara

Posted by

Jenis sapi perah yang unggul dan paling banyak dipelihara adalah sapi Shorhorn (dari Inggris), Friesian Holstein (dari Belanda), Yersey (dari selat Channel antara Inggris dan Perancis), Brown Swiss (dari Switzerland), Red Danish (dari Denmark) dan Droughtmaster (dari Australia)

Ciri-ciri Sapi Perah Betina Yang Unggul
Syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh bibit sapi perah betina dewasa adalah:
  • (a) produksi susu tinggi, 
  • (b) umur 3,5-4,5 tahun dan sudah pernah beranak, 
  • (c) berasal dari induk dan pejantan yang mempunyai eturunan produksi susu tinggi, 
  • (d) bentuk tubuhnya seperti baji, 
  • (e) matanya bercahaya, punggung lurus, bentuk kepala baik, jarak kaki depan atau kaki belakang cukup lebar serta kaki kuat, 
  • (f) ambing cukup besar, pertautan pada tubuh cukup baik, apabila diraba lunak, kulit halus, vena susu banyak, panjang dan berkelokkelok, puting susu tidak lebih dari 4, terletak dalam segi empat yang simetris dan tidak terlalu pendek, 
  • (g) tubuh sehat dan bukan sebagai pembawa penyakit menular, dan 
  • (h) tiap tahun beranak.
Ciri-ciri Calon Induk Yang Unggul
Sementara calon induk yang baik antara lain:
  • (a) berasal dari induk yang menghasilkan air susu tinggi, 
  • (b) kepala dan leher sedikit panjang, pundak tajam, badan cukup panjang, punggung dan pinggul rata, dada dalam dan pinggul lebar, 
  • (c) jarak antara kedua kaki belakang dan kedua kaki depan cukup lebar, 
  • (d) pertumbuhan ambing dan puting baik, 
  • (e) jumlah puting tidak lebih dari 4 dan letaknya simetris, serta 
  • (f) sehat dan tidak cacat. 

Ciri-Ciri Sapi Pejantan Yang Unggul
Pejantan yang baik harus memenuhi kriteria sebagai berikut:
  • (a) umur sekitar 4- 5 tahun, 
  • (b) memiliki kesuburan tinggi, 
  • (c) daya menurunkan sifat produksi yang tinggi kepada anak-anaknya, 
  • (d) berasal dari induk dan pejantan yang baik, 
  • (e) besar badannya sesuai dengan umur, kuat, dan mempunyai sifat-sifat pejantan yang baik, 
  • (f) kepala lebar, leher besar, pinggang lebar, punggung kuat, 
  • (g) muka sedikit panjang, pundak sedikit tajam dan lebar, 
  • (h) paha rata dan cukup terpisah, 
  • (i) dada lebar dan jarak antara tulang rusuknya cukup lebar, 
  • (j) badan panjang, dada dalam, lingkar dada dan lingkar perut besar, serta 
  • (k) sehat, bebas dari penyakit menular dan tidak menurunkan cacat pada keturunannya 

Sapi perah yang telah disepakati sebagai berikut: - Umur : Betina minimal 15-20 bulan, jantan minimal 18 bulan; - Tinggi pundak : Betina minimal 115 cm, jantan minimal 134 cm; - Berat badan : Betina minimal 300 kg, jantan minimal 480 kg; - Lingkar dada : Betina minimal 155 cm; - Warna bulu : hitam putih/merah putih sesuai dengan karakteristik sapi perah FH; i. berdasarkan kemampuan dan kualitas produksi susu tetuanya, bibit sapi perah terdiri dari bibit dasar, bibit induk dan bibit sebaran

Contoh Cara Seleksi Sapi Bibit
Seleksi bibit sapi perah dilakukan berdasarkan performan anak dan individu calon bibit sapi perah tersebut, dengan mempergunakan kriteria seleksi sebagai berikut:
1. Seleksi dilakukan oleh peternak terhadap bibit ternak yang akan dikembangkan di peternakan ataupun terhadap keturunan/bibit ternak yang diproduksi baik oleh kelompok peternak rakyat maupun perusahaan peternakan untuk keperluan peremajaan atau dijual sebagai bibit.
2. Seleksi calon bibit jantan dipilih dari hasil perkawinan 1-5% pejantan terbaik yang dikawinkan dengan betina unggul 40-50% dari populasi selanjutnya dilakukan uji performan yang dilanjutkan dengan uji zuriat untuk menghasilkan proven bull .
3. Seleksi calon bibit betina dipilih dari hasil perkawinan 1-5% pejantan terbaik yang dikawinkan dengan betina unggul 70-85% dari populasi selanjutnya dilakukan uji performan.



Dalam melakukan seleksi bibit harus diperhatikan sifat-sifat sapi perah sebagai berikut: 
1. Sifat kuantitatif - umur pubertas; - melahirkan teratur; - berat lahir, berat sapih, berat kawin, berat dewasa; - laju pertumbuhan setelah disapih; - tinggi pundak; - produksi susu; - lingkar scrotum.
2. Sifat kualitatif - bentuk tubuh/eksterior; - abnormalitas/cacat; - tidak ada kesulitan melahirkan; - libido jantan; - tabiat; - kekuatan (vigor).

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 23:36

0 komentar:

Post a Comment

Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.