loading...

Gara-gara Dukung Palestina Fans Celtic FC Akan Kena Sanksi UEFA

Posted by

Ratusan bendera Palestina yang berkibar di Stadion Celtic Park ketika Celtic FC saat menjamu klub asal Israel Hapoel Be’er Sheva dalam laga play-off Liga Champions leg pertama tengah pecan rupanya berbuntut panjang.

Aksi bentuk dukungan untuk kemerdekaan Palestina ini membuat UEFA menjatuhi hukuman pada klub asal Skotlandia tersebut.

Dikatakan UEFA, aksi dukungan yang dilakukan fans Celtic dinilai melanggar peraturan UEFA Pasal 16 (2), yang menyatakan larangan menyampaikan ekspresi berkaitan dengan politik dalam perhelatan yang digelar UEFA. Masalah ini akan mulai ditangani pihak yang berwenang pada 22 September.

Sebelumnya,  suporter klub asal Skotlandia, Celtic FC mengibarkan bendera Palestina saat klubnya menghadapi klub Israel, Hapoel Beersheba pada ajang Liga Champions di Celtic Park, Rabu (17/08/2016).

Aksi ini dilakukan pendukung Celtic sebagai bentuk kecaman terhadap penjajahan Israel terhadap kedaulatan negara Palestina.

Kelompok yang menamakan diri Celtic Fans for Palestine ini juga menggalang dukung melakui laman Facebook dengan judul “Kibarkan bendera untuk Palestina, untuk Celtic, untuk keadilan”.

Kelompok ini menilai klub asal Israel tidak pantas untuk tampil di segala kompetisi sepakbola. Bagi mereka Beersheba telah melanggar aturan UEFA.

“Tim sepakbola Israel yang berada di bawah aturan UEFA seharusnya tidak diizinkan berpartisi dalam kompetisi karena telah menerapkan sistem apartheid,” tulis pernyataan Celtic Fans for Palestine.

Sebelum pertandingan digelar, mereka menyambut kedatangan skuat Beersheba dengan bendera Palestina.  Yang menanrik, di saat pertandingan, lapangan dipenuhi dengan bendera Palestina yang dikibarkan, meski polisi berusaha mencegah dan mengusir mereka. Club Skotlanidia pun menang 5-2 melawan club Israel.

Peristiwa simpati dan dukungan kepada Palestina dan anti penjajah Zionis bukan kali pertama.  Pada Juli 2014 lalu ketika melawan klub Islandia, KR Reykjavik fans juga melambaikan bendera Palestina saat Celtic memainkan pertandingan kualifikasi Liga Champions. Celtic pun harus rela didenda £16.000 (Rp274 juta).

Dalam laga kualifikasi untuk piala dunia tahun 1970 di Meksiko, tim sepakbola Korea Utara menolak bertanding menghadapi tim Israel untuk laga terakhir kualifikasi piala dunia.

Saat Piala Asia tahun 1991, asosiasi bola asia juga menyingkirkan Israel karena negara-negara tetangganga menolak mengakuinya.

Tahun lalu, Malaysia menolak menerbitkan visa masuk peserta kompetisi dunia perahu layar yang digelar oleh Kuala Lumpur.

Selain itu Malaysia pernah meminta maaf karena menggelar kongres FIFA untuk tahun 2017 karena ada delegasi Israel yang ikut.

Di Italia, seperti biasa, rakyat di sana menolak tim Israel ketika ikut dalam pertandingan dan kompetisi di wilayah mereka.

Di tahun 2009, negara Emirat Arab menolak memberikan visa masuk kepada petenis Israel Shaher Peer untuk ikut dalam kompetisi piala Tenis Dubai Terbuka bersamaan dengan agresi Israel ke Jalur Gaza. Namun di waktu selanjutnya mereka mengizinkan. Shaher Peer juga dikecam oleh publik Venezuela karena ikut piala yang sama di Krakas.

Tahun 2013, pemain tenis Tunis Anas Jabir menolak bertanding dengan petenis Israel Shaheer Peer dalam laga semifinal untuk piala tenis Paku Ezerbeijan.

Meski demikian, penjajah Israel terus berusaha mengukuhkan legalitasnya di forum-forum internasional bahkan termasuk di bidang olahraga.

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 06:26

0 komentar:

Post a Comment

Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.