loading...

Kronologi Kudeta Turki Yang Berujung Kegagalan

Posted by

Drama Kudeta Turki Yang Berdarah darah dan Menyebabkan Ratusan Orang Tewas dan Ribuan Orang Terluka Berakhir dengan Kegagalan

Banyak pihak yang bersyukur dengan gagalnya kudeta yang dilakukan sebagian faksi militer Turki terhadap presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Para pendukung presiden terutama rakyat Turki tentunya menyambut gembira atas keberhasilan menggagalkan kudeta militer ini. Sementara disisi lain mereka yang mendukung kudeta tentu saja kecewa berat dengan gagalnya kudeta ini. Bahkan mereka-mereka yang tidak terhubung langsung dengan kepentingan rakyat Turki tetap ada yang senang dan ada yang kecewa dengan kegagalan kudeta ini, tergantung kepentingan yang ada pada mereka dan tentunya terkait dengan pandangan politik mereka serta suka atau tidaknya mereka terhadap sosok Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Bagaimana sebenarnya kronologi atau situasi saat kudeta Turki berlangsung? Simak beritanya dibawah ini yang dikutip dari ROI dan sumber lainnya.
 
Dua setengah jam jelang upaya kudeta pemerintahan Turki, sembilan menteri senior bertemu di ruang konferensi di kantor perdana menteri. Saat itu waktu sudah memasuki tengah malam. Dengan situasi tegang, para menteri membahas kudeta yang mungkin akan membuat mereka dipenjara atau tewas.

"Mereka mungkin akan berhasil, dan kita akan mati hari ini," ujar salah seorang menteri yang hadir dalam pertemuan itu. "Mari kita bersiap-siap untuk mati, kita akan menjadi martir lewat pertempuran ini."

Menteri itu mengirimkan penjaga untuk mengambil senjata pribadinya. Sementara, pasukan keamanan yang melindungi gedung itu dikawal keluar. Para menteri itu tidak tahu, siapa yang bisa dipercaya dalam situasi kudeta seperti saat ini.

Dalam pertemuan tersebut, para menteri mengetahui televisi negara TRT telah diambil alih oleh pemberontak. Pembawa berita telah siap membacakan deklarasi kudeta militer dan penggulingan Presiden Recep Tayyip Erdogan. Menteri kabinet terdiam dalam waktu dua menit.

Salah seorang kemudian membuat gurauan untuk meredakan situasi. "Jangan terlalu memikirkan TRT, saya bahkan tidak menontonnya pada hari-hari biasa," ujar menteri itu.


Faksi militer yang hendak melakukan kudeta mengirim tank ke jalanan Istanbul dan Ankara, memblokade jembatan, menangkapi petinggi militer, merebut televisi nasional, serta melancarkan serangan terkoordinasi ke kantor kepolisian dan markas keamanan. Para pemberontak berjanji untuk mengembalikan demokrasi.

Pemberontakan itu berakhir dengan kegagalan, tetapi telah menghilangkan ratusan nyawa dan melukai ribuan orang. Kerusakan juga tampak di markas intelijen dan gedung parlemen yang menjadi sasaran pengeboman.

Setelah kudeta gagal, sejumlah pertanyaan muncul? Bagaimana upaya tersebut bisa mudah dipatahkan? Banyak pengamat bilang upaya pengudeta amatir. Namun, sejumlah pejabat menegaskan jika upaya mengambil alih pemerintahan telah tersusun dengan baik.

Salah Satu Kunci Kegagalan Kudeta, "Tidak Berhasil Menangkap Erdogan"

Di Ankara pada Jumat pekan lalu, hari saat kudeta dilakukan, menteri dalam negeri diundang bersama sejumlah petinggi menggelar pertemuan tingkat tinggi. Pertemuan seharusnya dimulai pada pukul 17.00. Namun, ia tak datang karena terlalu sibuk. Sejatinya menteri dalam negeri ditangkap saat itu.

Saat kudeta dimulai, mendagri terjebak di Bandara Esenboga. Di sana ia dilindungi oleh kerumunan yang berkumpul untuk menolak kudeta.

Petinggi kontraterorisme Turki yang melakukan kampanye anti-ISIS juga tidak datang dalam pertemuan. Ia kemudian ditemukan tewas tertembak dengan tangan terikat di bagian belakang. Seorang pejabat mengatakan, ia ditembak di bagian leher.

Presiden Erdogan berada di Resor Marmaris untuk berlibur. Mantan perdana menteri itu langsung meninggalkan tempat liburannya setelah mengetahui gerakan kudeta. Sekitar 20 menit setelah ia pergi, pihak kudeta menyerang resor tersebut. Sekitar 25 tentara turun dari helikopter dengan tali dan menyerbu hotel itu guna menangkap Erdogan.

Erdogan berangkat dari Marmaris dengan menggunakan pesawat bisnisnya. Dua jet F-16 yang dikuasai pemberontak sempat mengunci pesawatnya. Jet itu tak jadi menembak pesawat Erdogan. Alasannya, pilot kepresidenan mengatakan lewat radio bahwa itu merupakan pesawat penerbangan Turkish Airlines.

Pada sekitar pukul 21.00, Jenderal Mehmet Disli disebut telah memerintahkan pasukan khusus untuk menangkap petinggi komando senior militer. Tank kemudian diturunkan di jalanan Kota Ankara. Sekitar satu jam kemudian, mereka menutup Jembatan Bosphorus Istanbul dan Fatih Sultan Mehmet.

Cemaletti Hasimi, penasihat senior Perdana Menteri Binari Yildrim menyaksikan semua adegan itu. Setelah melihat Ankara yang sudah dikepung, ia lantas berjalan ke kantor wakil perdana menteri. "Apakah ini asli?" tanyanya. "Iya, ini nyata," jawab kantor wakil PM. "Namun, kami tak tahu apakah kudeta ini merupakan rantai komando atau hanya faksi militer."

Sekitar pukul 22.37, mereka menggelar pertemuan dengan Yildrim yang berada di Istanbul. Dalam pertemuan diputuskan pernyataan adanya upaya kudeta. Mereka hendak memanggil TRT, tetapi 10 menit kemudian telah diumumkan jika televisi pemerintah diambil alih.

Hasimi lantas memanggil televisi swasta NTV. Beberapa menit kemudian, Yildrim dengan tegas mengecam kudeta tersebut.

Di sisi lain, kondisi ricuh dan kacau terjadi di Ankara dan Istanbul. Sebuah pernyataan yang sepertinya datang dari situs militer menyatakan situasi telah bisa diatasi. Mereka mengklaim segera mengembalikan demokrasi.

Pernyataan ini membuat pejabat pemerintah takut jika itu datang dari komando militer. Hasimi menuding sejumlah hakim terlibat dalam upaya kudeta. Mereka ditugaskan untuk mengesahkan penggulingan Erdogan.

"Hari itu merupakan malam yang buruk," ujar Murat Karakullukcu, pejabat polisi yang bertugas di markas saat kejadian. "Apa yang ada dalam pikiran kami pertama adalah bagaimana bisa selamat. Kami pun membalas dengan menembaki helikopter dengan senjata kecil."

Dengan Bermodal Sebuah iPhone, Erdogan Mampu Memerintahkan Rakyat Turki Untuk Turun Ke Jalan Melawan Kudeta

Kembali ke kantor perdana menteri, kondisi berubah setelah Erdogan secara terpisah tampil langung lewat Iphone pada Sabtu pukul 00.37. Ia meminta agar rakyat turun ke jalan mempertahankan demokrasi. "Ini merupakan momen di saat psikologi terbalik, dan kami yakin akan menang," ujar Hasimi.

Orang-orang mulai turun ke jalan dalam jumlah besar mengikuti panggilan Erdogan. Kemudian menteri agama telah meminta otoritas imam di Turki untuk menyerukan di masjid-masjid, "Allah Maha Besar." Sejumlah menteri tetap khawatir seruan ini akan menimbulkan korban jiwa cukup besar.

Pernyataan dari pemimpin oposisi dan petinggi militer, termasuk komando militer yang menolak kudeta, mengakhiri upaya penggulingan Erdogan. Upaya kudeta gagal pada pukul 04.00 pagi.

Pada pukul 01.00, kepala kepolisian Bursa menangkap komandan militer setempat. Mereka menemukan dokumen enam halaman, di dalamnya termasuk nama-nama hakim dan pejabat militer. Mereka akan mengisi jabatan-jabatan strategis di birokrasi jika kudeta berhasil.

"Ini merupakan momen krusial," ujar Hasimi. "Ini merupakan upaya yang terkoordinasi dengan baik tetapi berhasil digagalkan oleh kepemimpinan dan pergerakan rakyat yang mengubah rencana mereka."

Kudeta itu, kata Hasimi, bisa saja berhasil. "Namun mereka kehilangan momen saat presiden serta perdana menteri serta petinggi militer memberikan pernyataan di televisi, Mereka menentang kudeta dan mendukung demokrasi. Warga yang menolak kudeta pun pulang ke rumah."


Ribuan Tentara dan Mereka Yang Terlibat Kudeta Ditangkap

Beberapa hari usai digagalkannya kudeta sempalan ini, Erdogan menyatakan sebuah sumpah. Dilansir dari CNN, dia bersumpah untuk mengambil tindakan keras terhadap 'dalang' di balik kudeta, beserta orang-orang yang diketahui telah terlibat di dalamnya. Sumpah ini ternyata didukung rakyatnya. Mereka lantas lantas turun ke jalan.

Media tersebut juga menulis, ada ribuan tentara yang ditangkap karena terbukti ikut andil dalam kudeta tersebut. Selain itu, juga ada ratusan anggota kejaksaan yang dicopot jabatannya sejak pemberontakan yang terjadi pada Jumat lalu itu. Pemberontakan tersebut, CNN mewartakan, menimbulkan 290 korban jiwa dan lebih dari 1.400 korban luka-luka.


Pendukung Presiden Turki, Tayyip Erdogan meneriakkan slogan saat berdiri di sekitar Monumen Republik, pusat kota Istanbul, Sabtu (16/7). Ratusan warga turun ke jalan untuk merayakan kegagalan kudeta militer di Turki. (REUTERS/Alkis Konstantinidis)

Menurut Kementerian Luar Negeri Turki, ada sekitar 6.000 orang yang ditahan dan ditangkap. Jumlah tersebut di waktu yang akan datang akan terus bertambah.

Sementara itu, Perdana Menteri Binali Yildrim pun telah bersumpah, bahwa mereka (yang ikut andil dalam kudeta Turki) akan membayarnya dengan harga yang mahal

Sumber republika.co.id/the guardian/cnn/sumber lain

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 19:05

0 komentar:

Post a Comment

Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.