loading...

Budidaya Ulat Bambu, Cara Mudah Menghemat Pakan Ikan

Posted by

Pakan Murah Untuk Binatang Kesayangan Reptil dan Ikan

Apa itu ulat bambu? Ulat bambu ialah bentuk larva dari ngengat yang biasa dikenal sebagai pengebor kayu, nama asingnya yakni bambu borer. Untuk habitat dari ngengat ini ialah dirumpun bambu dan dihutan sebelah utara Thailand, sebelah utara laos, sebelah utara Myanmar dan didaerah-daerah yang berhubungan dengan propinsi yunan di negara cina. Untuk larva atau ngengat ini ternyata banyak diminati oleh penduduk asli dimana ngengat ini hidup. Untuk ukuran tubuh ngengat jantan ini lebih kecil bila dibandingkan dengan ukuran tubuh ngengat betinanya. Ulat bamboo ini banyak dikenal dengan nama bumbung yang juga memiliki ukuran panjang yang berbeda untuk larva betina dan jantan.

Berikut ini  cara memelihara dan membiakkan ulat bambu tersebut sebagai pakan ikan dan reptile bergizi tinggi.

Hal yang pertama yakni dengan membeli wadah yang cocok, anda akan sangat membutuhkan wadah kecil dengan memiliki dinding yang halus terbuat dari kaca atau jenis plastik, dengan begini ulat bamboo tersebut tidak akan dapat untuk melarikan diri. Untuk wadah plastik penyimpanan harus ditambah dengan ventilasi kecil atau lubang udara ( bisa menggunakan kawat atau membuat lubang dibagian penutup ) yang memungkinkan udara masuk tanpa membuat ulat tersebut kabur.

Siapkan setidaknya dua atau tiga untuk membuat koloni yang besar bertujuan untuk memisahkan kumbang dari larva selama beberapa minggu, apabila gagal untuk memisahkannya maka mereka akan memakan satu dengan yang lainnya.
Jangan menggunaka wadah kayu karena ulat bamboo dapat memakannya.
Substrat ulat bambu
Siapkan substrat ulat bambu, ulat bambu memakan padi-padian dan sereal kedua hal inilah yang dibutuhkan membuat substrat. Untuk membeli substrat ulat bamboo dari toko penjual umpan atau dengan membuatnya sendiri dari serpihan dedak kepingan jagung dan sereal lainnya. Susbtrat ini harus digiling dulu menjadi bubuk halus agar lebih mudah untuk memilih ulat bamboo dan kumbang saat memindahkannya.

Tergantung dari kebutuhan peliharaan, anda juga dapat menambahkan tulang makanan jangkrik atau bahan yang lain yang menambah nutrisi ulat bamboo.

Jumlah dari ulat bamboo yang dibeli pada permulaan bergantung pada banyaknya binatang yang akan diberi makan. Apabila ingin menggunakan ulat bambu sebagai bahan makan tergetnya 5 ribu atau lebih untuk awal permulaan. Dibutuhkan beberapa bulan agar ulat tersebut bisa bereproduksi karena jumlah populasi ini akan mati pada awalnya.

Jika tidak keberatan menunggu untuk beberapa bulan untuk ulat bamboo baru, dapa memulai paling sedikit dengan jumlah 150 ulat bambu.

Untuk reproduksi terbaik pada ulat bamboo ialah saat mereka terus berada dalam suhu yang stabil yakni antara 70 hingga 75 F. atau 21 sampai dengan 24 C. pilihlah tempat dirumah yang dapat dijaga suhu agar tetap stabil, tempat ini harus bersih dan bebas dari bahan kimia yang dapat mengontaminasi ulat bambu.

Garansi yang panas tau runag bawah tanah merupakan pilihan yang sangat tepat untuk menyimpan ulat bamboo tersebut.
Bisa juga dengan membeli alat pemanas untuk dugunakan didekat wadah agar suhu ulat bamboo tetap stabil.
Jika membiarkan ulat bamboo terlalu dingin mereka tidak akan cepat berkembang biaknya.

Pembuatan wadah dengan cara lapisi wadah ini dengan 2 sampai 3 inci atau 5.1 sampai 7.6 cm substrat. Kemudian taruh ulat bamboo didalam wadah, lalu iris sebuah apel, wortel atau kentang dan teruh irisan tersebut diatas substrat untuk dapat memberikan kelembapan bagi ulat bambu nantinya. Selanjutnya taruh penutup diatas wadah ulat bamboo akan mulai memakan substrat dan dapat berkembang biak.

Ulat bambu yang merupakan larva dari kumbang membutuhkan 10 minggu atau bisa lebih untuk melalui siklus hidup mereka dan berproduksi mendapatkan ulat bamboo baru. maka akan berubah dari larva menjadi kepompong lalu dari kepompong menjadi kumbang dewas. Kumbang dewasa akan kawin dan bertelur di substrat yang menatas 1 sampai 4 minggu lalu saat menunggu proses ini berlangsung periksa wadah setiap harinya dan rawatlah ulat bamboo dengan cara :

Mengganti potongan sayur atau buah apabila sudah terlihat berjamur
Tetap menjaga suhu dengan keadaan stabil pada 70 sampai 75 F atau 21 samapi 24 C.
Ulat bambu dan kumbang yang sudah mati dibersihakn dan dibuang.
Memindahkan kumbang
Setelah larva baru menetas dari telurnya, perlu sekali untuk dipindahkan semua kepompong dan kumbang ke wadah kedua jika menyimpan dalam satu wadah larva tersebut akan dimakan oleh kumbang. Saat dipindahkan ke wadah kedua kumbang akan bertelur dan melanjutkan proses reproduksi. Untuk memindahkan kumbang dan kepompong perhatikan hal berikut ini :

Siapkan wadah kedua dan lapisi dengan 2 samapi 3 inci substrat
Pilihlah kumbang dan kepompong dengan tangan dan kemudian letakkan diwadah baru gunakan sarung tangan bila perlu. Kumbang tidak akan menggigit dan jarang sekali terbang.
Lalu taruh beberapa potong wortel atau kentang diwadah kedua kemudian tutup.
Beri makan peliharaan anda dengan ulat bambu
Setelah larva baru cukup besar ( sebelum menjadi kepompong ) dapat diberikan kepada hewan peliharaan anda. Dan ingat setiap ulat bambu yang ditinggalkan didalam wadah akan beranjak dewasa dan menjadi kepompong lalu kumbang lanjutkan pemindahan kepompong dan kumbang ke wadah kedua setelah mereka menjadi dewasa.

Anda dapat menyimpan ulat bambu didalam kulkas agar tahan lebih lama, jika ingin menyisihkan untuk makanan peliharaan anda. Setelah larva baru sudah cukup besar dapat memberikanya kepada hewan peliharan untuk dimakan ingatlah bahwa setiap ulat bamboo yang dibiarkan didalam wadah akan menjadi dewasa dan menjadi kepompong lalu kumbang terus pindah kepompong dan kumbang ke wadah kedua saat menjadi dewasa.
Saring substrat dan jalankan prosesnya
Setelah siklus hidup selesai diwadah pertama substrat akan habis ambil sisa ulat bambu dan taruh diwadah bersih saat membasmi kuman diwadah pertama. Setelah sepenuhnya dibersihkan dan lalu dikeringkan tambah beberapa cm dari substrat baru lalu taruh ulat bambu didalam wadah untuk memulai prosesnya kembali.

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 22:59

0 komentar:

Post a Comment

Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.