loading...

Tentang Vaksin Palsu, Hati-hati Tetapi Tidak Perlu Khawatir Berlebihan

Posted by

Ini sedikit cerita tentang si pembuat vaksin palsu.
Cerita ini dari seorang perawat temanku dulu di RS Carolus yg bekerja se kantor dgn Hidayat di poliklinik Yamaha - Cakung.

Hidayat dan Rita ke2nya berprofesi sbg perawat.
Dulu Hidayat bekerja sbg perawat di poliklinik Yamaha - Cakung & Rita bekerja sbg perawat di RS Hermina Bekasi.
Rita adalah otak penggagas pembuat vasin palsu.
Diawali dgn mengumpulkan flacon2 bekas vaksin yg kmd dipakai sbg wadah vaksin palsu.

Sejak 2003, vaksin palsu mulai dijual ke klinik2 swasta sekitar bekasi & pihak klinik percaya Rita mndapatkan vaksin itu dari distributor pabrik sesuai merk - krn Rita bekerja di RS besar.
Lama kelamaan Rita dan Hidayat makin banyak menerima order dan mulai merambah luar kota lalu ke luar pulau, tersebar di seantero Indonesia .. (makanya kita jangan suka tergiur dgn barang merk bagus tp harga murah)
Baru 1 tahun yg lalu Hidayat resign  dr poliklinik Yamaha dgn alasan mau membantu usaha isterinya ..

Rumahnya di Kemang Pratama di atas tanah 500m2 lengkap dgn kolam renang.
Gaya hidup mereka sangat mewah tp penampilan mereka tetap santun dan agamis.
Namuuunnn, semua itu mereka dapatkan dgn cara yg sangat jahat. Menipu dengan mencelakai bayi2 !!!

Untuk amannya, yg punya bayi sejak tahun 2005 - 2015 disarankan agar mengecek ulang ke tempat bayi2/anaknya divaksin. RS atau klinik akan melihat catatan dari distributor mana vaksin itu berasal, shg bisa ditentukan apakah anak tsb korban vaksin palsu atau tidak.
Jika ya, kmd bawa bayi / anak ke dokter sps anak untuk minta penjelasan apakah si bayi / anak perlu vaksin ulang atau tidak.

Kandungan vaksin itu sendiri tidak berbahaya fatal.
Yg lebih berbahaya adalah jika si bayi / anak terinfeksi virus atau kuman penyakit2 yg tadinya hendak dikebalkan oleh vaksin2 yg dimaksud.
Jadi, nggak apa2 divaksin ulang.

Tidak Usah Khawatir Berlebihan Terhadap Vaksin Palsu

7 ALASAN TIDAK PERLU KHAWATIR ATAS BERITA VAKSIN PALSU

1. Jika anak Anda mendapatkan imunisasi di Posyandu, Puskesmas dan Rumah Sakit Pemerintah, vaksin disediakan oleh Pemerintah yang didapatkan langsung dari produsen dan distributor resmi. Jadi vaksin dijamin asli, manfaat dan keamanannya.
2. Jika anak Anda mengikuti program Pemerintah yaitu Imunisasi Dasar Lengkap diantaranya Hepatitis B, DPT, Polio, Campak, BCG; pengadaanya oleh Pemerintah didistribusikan ke Dinas Kesehatan hingga ke fasyankes. Jadi dijamin asli, manfaat dan keamanannya.
3. Jika peserta JKN dan melakukan imunisasi dasar misalnya Vaksin BCG, Hepatitis B, DPT , Polito dan Campak; pengadaan vaksin didasarkan pada Fornas dan e-catalog dari produsen dan distributor resmi, jadi asli dan aman
4. Ikuti program imunisasi ulang seperti DPT, Polio, Campak. Tanpa adanya vaksin palsu, imunisasi ini disarankan (harus) diulang. Jadi bagi yang khawatir, ikut saja imunisasi ini di posyandu & Puskesmas.
5. Diduga peredaran vaksin palsu tidak lebih dari 1% di wilayah Jakarta, Banten dan Jawa Barat. Ini relatif kecil secara jumlah vaksin yang beredar dan wilayah sebarannya.
6. Dikabarkan isi vaksin palsu itu campuran antara cairan infus dan gentacimin (obat antibiotik) dan setiap imunisasi dosisnya 0,5 CC. Dilihat dari isi dan jumlah dosisnya, vaksin palsu ini dampaknya relatif tidak membahayakan.
7. Karena vaksin palsu dibuat dengan cara yang tidak baik, maka kemungkinan timbulkan infeksi. Gejala infeksi ini bisa dilihat tidak lama setelah diimunisasikan. Jadi kalau sudah sekian lama tidak mengalami gejala infeksi setelah imunisasi dapat dipastikan aman. Bisa jadi anak Anda bukan diimunisasi dengan vaksin palsu, tetapi memang dengan vaksin asli.
Kesimpulannya:
1. Hati-hati itu harus, tapi berita vaksin palsu tidak perlu disikapi berlebihan dan merasa khawatir yang tak beralasan. Maraknya berita tidak mencerminkan maraknya fakta peredaran vaksin palsu.
2. Pemalsuan vaksin merupakan tindakan tidak berperikemanusiaan, karena sama saja dengan sengaja membiarkan anak-anak tidak kebal atas penyakit yang mematikan. Semoga pelakunya dihukum maksimal sesuai ketentuan Undang-Undang.
3. Bicara barang palsu, barang apa sih yang tidak dipalsukan? Sepanjang punya nilai ekonomi, motif bisnis dan manusia bermental curang, apa saja dipalsukan. Demikian juga vaksin, tak luput dari pemalsuan. Sikapi saja dengan hati-hati dan tenang tanpa khawatir berlebihan.
==============

Ini tulisan dari dr.dirga sakti rambe, ahli vaksinologi

Para orangtua sekalian, saya paham sekali bahwa anda semua sedang gundah masalah vaksin palsu. Tetapi bukan berarti saat kita gundah, kita boleh melempar tuduhan, kecurigaan dan komentar miring yg malah menambah kegundahan orang lain di media sosial.

Bagaimana caranya kita bisa menekan kegundahan kita semua? Dengan mencari tahu dari SUMBER TERPERCAYA tentang perkembangan kasus ini.

Semoga ulasan saya ini bisa sedikit memperingan kegundahan ibu-ibu sekalian. Mohon arahan dari admin Alifah Davida dan Amadeo Tristanathan apakah postingan ini akan ditutup untuk komentar atau dibuka untuk diskusi.

Berdasarkan penelitian saya dari berbagai sumber, berikut adalah fakta yang ditemukan selama penyelidkan kasus ini:

1. Peredaran vaksin palsu terendus saat ditemukan fakta di lapangan bahwa banyak anak-anak yg sudah divaksin tetapi tetapi "kondisi kesehatannya terganggu setelah diberikan vaksin.". Ini berarti LAPORAN KIPI TIDAK DIANGGAP ANGIN LALU oleh pihak pemerintah

2. Selain itu, ada pula laporan pengiriman vaksin balita di beberapa puskesmas yang mencurigakan. Ini didapatkan dari LAPORAN MASYARAKAT KE BPOM DAN DINKES.

3. Setelah mengumpulkan bukti-bukti yang cukup kuat, Penyidik kemudian menganalisis dan melakukan penyelidikan. Pada 16 Mei 2016, penyidik menangkap pelaku bernama Juanda yang merupakan penjual vaksin palsu melalui dua toko obat miliknya, CV Azka Medical yang terletak di Jalan Raya Karang Santri Nomor 43 Bekasi, dan Bumi Sani Permai, Tambun, Bekasi. Penyidik turut menggeledah rumah kontrakan milik pelaku yang terletak di Dewi House, Jalan Pahlawan Nomor 7, Tambun, Bekasi.

4. Toko obat itu ternyata tidak memiliki legalitas sekaligus tidak mengantongi izin pengedaran vaksin. Ijin peredaran vaksin ini merupakan hal penting yg harus dimiliki oleh distributor dan apotik karena ini menyangkut tentang protap cold chain dan penyimpanan vaksin utk menjaga kualitasnya, dan jual protap penjualan vaksin

5. Pada 21 Juni 2016, penyidik menggeledah enam titik. Keenam titik itu yakni Apotek Rakyat Ibnu Sina, sebuah rumah di Jalan Manunggal Sari, sebuah rumah di Jalan Lampiri Jatibening, sebuah rumah di Puri Hijau Bintaro, sebuah rumah di Jalan Serma Hasyim Bekasi Timur, dan Kemang Regency. Di tiga lokasi, penyidik menangkap sembilan pelaku yang masing-masing terdiri dari lima orang sebagai produsen, dua orang sebagai kurir, satu orang sebagai pencetak label palsu, dan seorang lainnya merupakan penjual vaksin palsu. Dua dari lima produsen berinisial R dan H adalah pasangan suami istri.

6. Dalam seluruh penggeledahan, penyidik mengamankan barang bukti, yakni 195 saset hepatitis B, 221 botol vaksin polio, 55 vaksin antisnake, dan sejumlah dokumen penjualan vaksin. Kesembilan orang tersebut kini sudah ditetapkan sebagai tersangka. http://nasional.kompas.com/read/2016/06/24/07465481/vaksin.palsu.diproduksi.sejak.2003.dan.ditemukan.di.tiga.provinsi

7. Vaksin yg dipalsukan adalah vaksin Hepatitis B, vaksin campak, vaksin BCG dan vaksin Tetanus dan vaksin Polio Tetes. Semuanya adalah vaksin yg aslinya diproduksi oleh Biofarma

8. Dinkes Bekasi sejak dua hari terakhir mengadakan sidak ke berbagai tempat yang memberikan layanan penjualan dan pemberian vaksin, diantaranya adalah Apotek Vita Insani-Bekasi Selatan, RS Ananda-Bekasi Barat, serta RSIA Hermina-Bekasi Selatan. Tidak ditemukan adanya vaksin palsu, dan protap ttg vaksin dipenuhi oleh semua tempat yang disidak oleh Dinkes Bekasi. http://www.beritasatu.com/megapolitan/371656-dinkes-kota-bekasi-sidak-vaksin-palsu.html

9. Ada anjuran juga dari Kementerian Kesehatan dan banyak sekali praktisi kesehatan yang bertanggung jawab kepada orangtua untuk waspada saat pemberian vaksin kepada anak. Caranya adalah:
a. Memastikan bahwa kardus dan vial vaksin memiliki nomor BATCH (alias kode produksi) dan tanggal pembuatan
b. Cetakan tulisan di kardus dan label vial terlihat halus dan tajam, tidak kasar
c. Tutup karet (stopper) botol warnanya sama antara satu botol dengan yang lainnya. Warna tutup vaksin produksi Biofarma dan Sanofi seharusnya adalah ABU-ABU.
d. Vaksin akan dijual dengan harga murah dan tanpa resep dokter (bila beli di apotik)
e. Vaksin tidak memiliki label BPOM (biasanya adalah lingkaran merah dengan huruf K sebagai tanda bahwa ini adalah obat dengan resep dokter)

10. Sampai sekarang masih dikembangkan ke mana saja vaksin palsu sudah diedarkan. Pada tahun 2014 sempat ditangkap seorang pengedar vaksin palsu di Aceh dan Kramat Jati http://health.liputan6.com/read/2538254/begini-caranya-bedakan-vaksin-palsu-dan-asli

YANG MASIH BELUM JELAS SAMPAI SEKARANG dan masih diselidiki oleh Polisi bekerja sama dengan BPOM dan Dinas Kesehatan/Kementerian Kesehatan:
1. Ke mana saja vaksin palsu sudah didistribusi
2. Siapa saja yang sempat membeli vaksin palsu ini

Jadi kita tunggu sampai kedua hal tersebut jelas. Kalau memang ada kegelisahan apakah vaksin yg diberikan ke anak palsu atau tidak, TANYAKAN ke nakes yg memberikan. Agar anda merasa pasti bahwa vaksin yg diberikan adalah asli, BAWA ANAK KE POSYANDU ATAU PUSKESMAS UNTUK VAKSIN.

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 04:31

0 komentar:

Post a Comment

Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.