loading...

Profil Peternak Burung Ciblek, Burung Kicau Jenis Lokal

Posted by

Burung Ciblek. Secara komersial, jenis ciblek pamornya memang tidak seperti jenis kicauan lainnya. Karenanya, harganya pun relatif murah. Namun bukan itu yang menjadi prioritas Iwan untuk merealisasikan mengembangbiakkan ciblek di rumahnya.


Pada awal 2010 lalu, ia mengawali eksperimennya hanya dengan mengandalkan sepasang ciblek yang siap kawin. Sang jantan merupakan ciblek putih bekas burung lomba yang ia dapatkan dari Koh Hin Magelang. Sedangkan betinanya ciblek biasa, hijau berdada putih, yang ia dapatkan dari pasar burung.

Untuk mendapatkan anakan hasil penjodohan pasangan ciblek tersebut harus melalui beberapa proses.
Iwan mengalami sendiri berbagai kendala yang mempersulitnya untuk mendapatkan anakan pertama. Setelah menunggu beberapa lama, ternyata pasangan ini terlihat seperti tidak berjodoh. “Setelah berjodoh, kemudian betinanya bertelur. Nah, setelah menetas, anaknya malah langsung dibuang. Ini terjadi sampai tiga kali bertelur, anaknya selalu dibuang,” jelas Iwan, seperti diturukan kepada Agrobur, belum lama ini.
Kemudian, pada bulan Mei 2010, ia ganti betinanya.

Hasilnya, pasangan baru ini berjodoh dan betinanya bertelur. Pada tanggal 6 Juni 2010, ketiga telur menetas. “Dari tiga yang menetas, satu ekor dibuang. Ternyata anak yang dibuang itu kondisinya memang kurang bagus. Selain fisiknya lebih kecil dibandingkan yang lainnya, kelihatannya memang tidak sehat,” jelasnya.
Dari anakan pertama, dua ekor anak ciblek yang selamat, saat ini sudah berusia sekitar hampir dua bulan dan terus berkembang hingga kini.

Anakan pertama dipastikan berkelamin jantan. Itu bisa dilihat dari ciri-cirinya, paruh berwarna hitam.
Setelah anakannya diangkat dan dipindahkan ke sangkar pembesaran, selanjutnya pasangan ini kembali berproduksi.

Pada tanggal 30 Juni 2010, betina kembali bertelur dan menetaskan dua ekor anakan. Keduanya berkembang baik hingga kini sudah berusia sebulan lebih.

“Saat ini pasangan ini sudah siap-siap berproduksi lagi,” katanya. Iwan menambahkan, setelah anakan berusia seminggu, akan lebih baik jika diloloh oleh tangan. Walaupun risikonya kita harus meluangkan waktu banyak untuk selalu memantaunya. Karena anakan diberikan makanan hampir setiap jam. Makanan yang diberikan antara lain, voor, kroto dan jangkrik.

Karena jenis burung ini kecil, Iwan sempat kesulitan mendapatkan ring sebagai tanda hasil penangkarannya. la akhirnya bisa mendapatkan ring setelah secara khusus memesan kepada produsen ring ternama di Jakarta. “Karena ukurannya kecil, jarang ada ring untuk burung sekecil ciblek. Jadi akhirnya saya pesan khusus,” ujarnya.

Idealnya anakan ciblek dipasangi ring saat berusia antara 10 sampai 15 hari atau sebelum burung lepas dari sarang. Karena, jika lebih dari 15 akan sulit memasangnya, sebab kakinya sudah membesar. Itu berdasarkan pengalamannya saat memasangkan ring pada anakan pertama.
“Anakan pertama saya pasang saat berusia di atas 15 hari, karena saya mendapatkan ringnya telat. Akibatnya, proses pemasangan agak susah,” ungkapnya.

Dari pengalamannya ini, Iwan kembali membuktikan bahwa ia sangat konsen terhadap pelestarian burung kicauan lokal. Sebelumnya, ia sukses menangkarkan cucak hijau dan mendapatkan ring 001 dari Pelestari Burung Indonesia (PBI). Kali ini pun, bisa jadi ia menjadi kicaumania pertama yang sukses menangkarkan ciblek.

Update Harga Berbagai Jenis Burung Ciblek Pada Bulan November 2015
  • Ciblek lumut masih bakalan biasa dihargai Rp. 15rb
  • Ciblek lumut sudah gacor kadang dibandrol Rp. 50rb
  • Ciblek Klawu masih bakalan mempunyai kisaran harga Rp. 30rb
  • Ciblek Klawu sudah Gacor antar Rp. 125rb, bisa lebih.
  • Ciblek padi masih bakalan hanya Rp. 25rb
  • Ciblek sawah yang sudah gacor bisa sampai Rp. 125rb
  • Ciblek putih tasik yang sudah gacor bisa lebih dari Rp. 350rb
  • Ciblek putih tasik masih bakalan bisa berkisar Rp. 175rb
  • Ciblek putih jatim masih bakalan biasa dijual Rp. 75rb
  • Ciblek putih lokal yang sudah gacor mencapai Rp. 175rb
  • Ciblek gunung yang masih bakalan biasanya Rp. 75rb
  • Ciblek gunung tengahan bisa dipasang Rp. 125rb
  • Ciblek gunung gacor mempunyai patokan Rp. 250rb
Ciblek merupakan burung fighter kecil yang memiliki suara tembakan dahsyat. Jika burung ini telah cukup umur, dia bisa mengeluarkan suara ngebren yg benar-benar mirip dengan rentetan senjata AK-47. Sayangnya, tidak semua ciblek mampu mengeluarkan suara-suara tersebut. Hanyaciblek jantan yang memiliki kemampuan seperti itu. Oleh karenanya, jika kita ingin memelihara ciblek, sangat disarankan untuk memilih ciblek jantan dibanding yang betina. Persoalanya, tidak mudah bagi kita untuk membedakan mana ciblek jantan atau ciblek betina. Ciri-ciri umum yang sudah kita ketahui terkadang telah dimanipulasi oleh para pedagang.

Namun demikian, ada baiknya kita untuk mengulas kembali apa saja ciri-ciri ciblek jantan dan betina supaya kita bisa berhati-hati dalam membeli. Dan berikut ciri-ciri umum dari burung kecil tersebut.

Ciri-ciri ciblek jantan

  • - Paruh atas dan bawah berwarna hitam pekat (termasuk paruh dalam ronga mulut)
  • - Ekor rapat dan panjang
  • - Warna bulu abu abu bagian kepala jelas (dileher abu abunya membentuk kalung)
  • - Suara (dominan nembak …ciblek….ciblek..ciblek…dan variasi lainnya)
  • - Tidak ada alis putih di atas dan bawah mata 

Ciri-ciri ciblek betina

  • - Paruh atas hitam bagian bawah putih (termasuk rongga dalam mulut berwarna putih)
  • - Ekor mengembang dan pendek (menyerupai kipas)
  • - Warna bulu agak bagian kepala kuning kehijau hijauan (abu abu dileher tidak membentuk kalung)
  • - Jarang bersuara/ hanya bersuara cinenenen..cinenenn…
  • - Ada alis putih di atas dan bawah mata

    loading...

    FOLLOW and JOIN to Get Update!

    Social Media Widget SM Widgets




    Peternakan dan Herbal Updated at: 00:08

    0 komentar:

    Post a Comment

    Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.