loading...

Macam-macam Jenis Zakat dan Cara Menghitungnya

Posted by

Pengertian Zakat, Jenis dan Cara Menghitungnya jika mencapai Nishob

Yang perlu dipahami tentang zakat adalah perintah dalam Al-Qur’an dan penjelasannya dalam hadits – hadits Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam, serta ijtihad para ulama/fuqaha baik melalui pendekatan terurai (tafsili) maupung lobal (ijmali). Sesuai dengan namanya yang artinya bersih dan berkembang, maka pada prinsipnya zakat dikeluarkan atas harta yang berkembang jika telah masuk nishab (batasharta/pendapatan/barang yang dimiliki) dan haul (masa kepemilikan satu tahun hijriah).Tidak ada zakat pada harta hingga masuk satu haul (HR Tirmidzi No. 573), namun ada beberapa pengecualian dalam beberapa jenis zakat di bawah ini.

Zakat 2,5 kg

Zakat satu ini dikenal dengan Zakat Fitrah, berlaku untuk setiap jiwa sepanjang masuk kategori mampu dengan kadar zakat per kepala adalah satu sa’ (HR Bukhari No. 1407, HR Abu Daud No. 1373) atau setara dengan 2,5 kg beras. Waktu pembayarannya adalah mulai dari hari pertama bulan Ramadhan hingga sampai shalat Idul Fitri.Adapun standar zakat fitrah tahun 2016 dalam bentuk uang di Inggris menurut IHSAN adalah sebesar 5 pound dan menurut BAZNAS Kabupaten Luwu Sulawesi Selatan misalnya berkisar dari Rp. 25,000-32,000 tergantung dari nilai beras yang dikonsumsi oleh keluarga yang bersangkutan.

Zakat 2,5 persen

Zakat dengan kadar ini berlaku untuk beberapa jenis zakat harta (maal) seperti emas dan perak, barang hadiah, tabungan dan beasiswa (lihatQS At-Taubah (9): 103 mengenai harta dan QS At-Taubah (9): 34-35 mengenai emas dan perak).Nishab emas adalah ketika mencapai 20 dinar atau 85 gram emas murni dengan kadar setengah dinar untuk dua puluh dinar sedangkan nishab perak adalah 200 dirham atau 595 gram perak murni dengan kadar lima dirham untuk dua ratus dirham (HR. Abu Daud No. 1342).

Kadar ini juga digunakan untuk zakat tabungan jika sampai haul dan nishab pada nilai saldo akhir/saldo terendah/rata-rata setara 85 gram emas.Begitu juga untuk barang hadiah, terkena zakat jika cukup nishab yang sama dan setelah masa haul. Adapun zakat atas beasiswa menurut beberapa pendapat ulama di Indonesia, adalah ketika beasiswa yang diterima melebihi dari biaya hidup sehingga zakat dikenakan atas sisa yang terkumpul hingga satu haul dengan nishab setara 85 gram emas.

Zakat dengan kadar 2,5 persen ini dikenakan juga kepada barang dan hasil dagangan jika sudah mencapai nishab 85 gram emas dan haul setahun, dengan rumus perhitungan: (Modal + Keuntungan + Piutang) – (Hutang + Kerugian) x 2,5 persen. Landasan zakat ini adalah QS Al-Baqarah (2): 267 mengenai usaha yang baik dan halal.Adapun zakat investasi di lembaga keuangan syariah juga mengikuti kaidah yang sama.

Kadar ini juga berlaku untuk tanah yang merupakan barang dagangan, dan dibayar zakatnya pertahun. Jika berbentuk sebagai tanah qunyah (bukan barang dagangan) maka tidak perlu dibayar zakatnya hingga ketika tanah itu kelak dijual. Jika menghasilkan, maka zakat dikenakan hanya atas hasil dari tanah tersebut.Namun jika bukan berbentuk barang dagangan tetapi tidak difungsikan maka masuk dalam bab tabdzir (pemborosan) yang harus dihindari (QS Al-Isra’ (17): 26-27).

Zakat 10 atau 5persen

Zakat dengan dua pilihan kadar ini adalah zakat pertanian dan tanaman yang tahluk kepada jumlah berat5 wasq untuk gabah(653 kg) atau beras (582 kg) yang diperoleh saat panen/dipetik (QS Al-An’am (6): 141), dengan kadar 10 persen (seper sepuluh) jika mendapatkan curah hujan atau 5 persen (seper dua puluh) jika lahan pertanian diairi dengan bantuan manusia/irigasi(HR Abu Daud No. 1342).

Kadar ini juga digunakan untuk qiyas atas zakat investasi (almustaghillat) seperti bangunan, rumah atau kendaraan yang disewakan. Zakat dikeluarkan atas hasilnya, yaitu menurut ijtihad ulama, kadarnya adalah 5 persen untuk penghasilan kotor dan 10 persen untuk penghasilan bersih jika mencapai nishab setara 582 kg beras. Ada pendekatan lain yang mengqiyaskan zakat jenis ini ke dalam zakat perdagangan.

Zakat penghasilan rutin (‘athayat) disepakati oleh ulama untuk menggunakan analogi dua zakat sekaligus (qiyasasy-syabh) yaitu nishab yan sama dengan zakat pertanian (582 kg beras – saatmendapat penghasilan), sedangkan kadarny asama dengan zakat emas yaitu 2,5 persen. Zakat jenis ini telah disepakati dalam Muktamar International I tentang Zakat di Kuwait tahun 1984 dan Muktamarke 8 Ulama Zakat di Beirut tahun 2010. Di Indonesia, Komisi Fatwa MUI juga telah menetapkan kewajiban zakat jenis ini pada tahun 2010. Mengenai perbedaannya terletak pada qiyasnya (apakah zakat emas-perak, zakat pertanian, ataugabungan zakat pertanian dan emas-perak).

Zakat jumlahekor

Adapun zakat dengan kadar jumlah ekor hewan adalah untuk unta, sapi/kerbau, domba/kambing yang sehat, tidak cacat, dan bukan hewan pekerja. Nishab mulai dari 5 ekor unta, 30 ekor sapi, 40 ekor kambing (HR Abu Daud No. 1342; HR Nasa’i No. 2412; HR Ibnu Majah No. 1789; HR Bukhari No. 1355).

Zakat 20 persen

Zakat dengan kadar ini berlaku untuk barang temuan dengan nishab 85 gram emas, dikenakan seperlima (HR Ahmad No. 21714).

Contoh hitungan zakat

Salah satu contoh perhitungan adalah zakat profesi, berikut ilustrasi dengan rujukan BAZNAS. Gaji Pokok Rp  4.000.000, Tunjangan-tunjangan Rp. 2.000.000, Total Pendapatan Rp. 6.000.000. Nishab Zakat = 582 x Rp. 7,300 (harga beras ketetapan Inpres No. 5Tahun 2015) = Rp. 4.248.600. Zakat dibayar perbulan, Rp. 6.000.000 x 2,5 persen = Rp. 150.000.

Semoga perhitungan zakat praktis di atas ini dapat menjadi panduan buat keluarga kita dalam menghitung zakat ketika cukup nishab dan cukup haulnya, dan tentunya bukan menggunakan kadar 10 persen saja dan bukan hanya dikeluarkan pada saat bulan Ramadhan.

Wallahua’lambis-shawaab

Sumber hidayatullah.com

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 06:59

0 komentar:

Post a Comment

Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.