loading...

Cara Menangani dan Mengobati Diare Pada Pedet

Posted by

Pedet Diare? Ini Cara Pertolongan Pertama Mengobati Pedet Yang Terserang Penyakit Diare 

 
Diare pada pedet bisa menyebabkan pedet mengalami dehidrasi (kehilangan cairan tubuh) dengan cepat. Derajat dehidrasi pedet dapat diperkirakan dengan melihat gejala yang tampak pada pedet. Selain itu derajat dehidrasi dapat diprediksi dengan melakukan uji elastisitas kulit, caranya dengan melakukan penarikan / pencubitan kulit di daerah leher. Pada pedet yang normal kulit akan kembali seperti  ke keadaan semula dalam waktu kurang dari 2 detik.

Derajat dehidrasi dan gejala klinis yg tampak
Derajat dehidrasi dan gejala klinis yg tampak

Oleh karena itu  pertolongan pertama yang harus diberikan pada pedet yang mengalami dehidrasi adalah dengan memberikan cairan elektrolit untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang. Cairan elektrolit dapat diberikan secara oral untuk mengatasi diare yang menyebabkan dehidrasi ringan, sedangkan untuk diare berat pelu dilakukan pemberian cairan pengganti secara intravena oleh dokter hewan atau paravet. Cairan pengganti yang diberikan secara oral sebenarnya sudah banyak disediakan di pasaran dengan berbagai merek, tetapi apabila tidak tersedia dapat juga dibuat sendiri.

Cairan pengganti

Bahan atau komponen yang harus terkandung  dalam cairan pengganti  untuk kasus diare adalah:
Air
Merupakan komponen wajib dalam cairan pengganti. Karena sebagian besar komponen penyusun cairan tubuh adalah air.
Sodium/Natrium (Na+)
Merupakan ion ekstraseluler yang sangat dibutuhkan dalam system metabolisme tubuh. Idealnya cairan pengganti mengandung 70-145 mmol/L  (< 3,3 g/L). terlalu banyak ataupun kekurangan sodium akan berakibat buruk juga untuk pedet.
Glukosa (Dextrosa)
Merupakan sumber energi. Adanya glukosa dalam cairan pengganti  juga akan membantu dalam proses penyerapan Sodium (Na). Kandungan Glukosa sebaiknya tidak lebih dari 200 mmol/L (atau < 36 g/L). terlalu banyak glukosa menyebabkan perubahan osmolaritas larutan (mjd hipertonik) yang malah bisa berakibat penarikan cairan tubuh keluar dari jaringan tubuh ke lumen usus.
Glysine
Merupakan asam amino non essential . Kandungan total sebaiknya tidak lebih dari 145 mmol/L (10,9 g/L).
Alkali
Berguna untuk menurunkan derjat  keasaman (mengurangi metabolic acidosis). Senyawa yang sering dipakai adalah bicarbonate, citrate, lactate, acetate atau propionate yang berikatan dengan Na (Natrium bicarbonate dst.) Pemberian larutan yang menggunakan bicarbonate dan citrate tidak boleh berdekatan dengan waktu pemberian susu karena dapat menghambat penggumpalan casein dalam abomasum. Kandungan senyawa alkalis sebaiknya  50 – 80 mmol/L.
Potassium/Kalium (K+) dan Chloride (Cl)
Merupakan ion penting yang berperan dalam pengaturan pH darah dan kontraksi otot. Kandungan Kalium sebanyak 20 – 30 mmol/L dan Chloride 50 -100 mmol/L

Cara menentukan  berapa banyak elektrolit yang dibutuhkan

Untuk menentukan berapa banyak cairan pengganti yang harus diberikan adalah berdasarkan derajat dehidrasi yang dialami pedet (table di atas) dan berat badan pedet.
Contoh:
Pedet diare dengan berat badan 30 kg mengalami dehidrasi 7%.
  • Jumlah cairan elektrolit yang perlu ditambahkan untuk mengoreksi 7% dehidrasi adalah:
= 30 X  0,07 = 2,1 liter
  • Jumlah susu yang dibutuhkan pedet (10% dr Berat badan)
= 30 x 0,1 = 3 liter
  • Jadi jumlah cairan yang harus diberikan (elektrolit + susu) adalah = 5 liter/hari
Cairan elektrolit pengganti cairan tubuh saat ini sudah banyak dijual dipasaran dengan berbagai merek. Tetapi bila tidak tersedia atau kesulitan untuk mendapatkannya dapat dibuat sendiri dengan bahan yang sangat sederhana.
Bahan:
1 sendok garam dapur
2 sendok baking soda (Soda kue)
1 sachet agar serbuk
1 sachet kaldu sapi
Larutkan bahan tersebut dalam air sehingga didapatkan larutan sebanyak 2 liter. Berikan larutan tersebut  perlahan-lahan menjadi 2-3 kali pemberian.  Pemberian susu minimal  lebih dari 2-3 jam sebelum atau sesudah pemberian larutan pengganti karena adanya kandungan bicarbonate.
Antibiotik
Antibiotik  berspektrum luas dapat diberikan untuk kasus diare yang disebabkan oleh bakteri , misalnya salmonella. Penggunaan antibiotik  perlu dipertimbangkan pula mengenai residu antibiotik dalam tubuh pedet.
Vaksinasi
Vaksinasi dilakukan pada induk  yang bunting  atau setelah pedet lahir untuk mencegah terjadinya diare. Vaksinasi untuk Rotavirus, Coronavirus, E. coli biasa diberikan pada 6 dan 3 minggu sebelum kelahiran.  Vaksin E coli untuk pedet usia  beberapa jam setelah lahir juga sudah tersedia di pasaran.
Pencegahan
  • Hindari tempat melahirkan yang kotor,  basah dan lembab.
  • Celuplah tali pusar pedet menggunakan larutan iodine tincture
  • Pastikan pedet yang baru lahir mendapatkan kolostrum yang berkualitas baik dengan jumlah yang cukup. Antibody yang terkandung dalam kolostrum merupakan pertahanan utama pedet yang baru lahir hingga system imunitas pedet tersebuit berkembang.
  • Pisahkan pedet dari induk atau saapi dewasa lainnya.
  • Isolasi pedet yang mengalami diare secepat mungkin. Bersihkan dan desinfeksi lingkungan kandang.
  • Lakukan vaksinasi untuk dara atau induk saat bunting.
References:

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 23:47

0 komentar:

Post a Comment

Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.