loading...

Macam-macam Obat Hipertensi dan Efek Sampingnya Jika Berlebihan

Posted by

Bahaya dan Efek Samping Obat Darah Tinggi dan Jenis Obat Hipertensi Yang Digunakan

Bahaya penyakit Darah Tinggi. Penyakit darah tinggi bisa menyebabkan timbulnya gangguan dan penyakit lain seperti:
  • Serangan Jantung dan Stroke
  • Gagal Jantung
  • Gangguan Memori
  • Gangguan Metabolisme
  • Gagal Jantung
  • Pecah Pembuluh Darah
  • Kerusakan Organ Dll
  • Sakit Kepala
  • dll
Nama dan Jenis Obat Hipertensi:

Banyak sekali jenis obat penurun tekanan darah tinggi yang beredar dipasaran. Masing-masing obat memiliki keunggulan  dan efek samping yang bermacam-macam. Berikut ini beberapa jenis obat hipertensi berdasarkan golongannya:


Golongan Diuretik
Diuretik menurunkan tekanan darah dengan cara mengeluarkan cairan dan garam. Minum obat-obatan golongan diuretic menyebabkan frekuensi miksi (kencing) jadi meningkat.
Diuretik sering dikombinasi dengan antihipertensi dari golongan lain. Saat ini sudah tersedia HCT dengan obat antihipertensi golongan lain, dalam satu sediaan tablet. Contoh obat golongan ini adalah :
  • a. Clorthalidone - * Hygroion
  • b. Chlorthiazide - * Diuril
  • c. Furosenid - * Lasix
  • d. Hidrochlorthiazide - * Esidrix, Hydroduril, Microzide
  • e. Lindapamtde - * Lozol
  • f. Metolazone - * Mycrox, * Zaroxolyn
Potassium – Sparing Diuretics
  • a. Amiloride hydrochloride - * Midamar
  • b. Spironolacrone - * Aldactone
  • c. Triamterene - * Dyrenium
  • Loop Diuretic
  • a. Bumetanid - * Bumex
Combination Diuretics
  • a. Amiloride hydrochloride + - * Moduretic
  • hydrochlorothiazide
  • b. Spironolacrone + - * Aldactazide
  • hydrochlorothiazide
  • c. Triamterene + - * Dyazide
  • hydrochlorothiazide - * Maxzide 

Golongan ‘Angiotensin-Converting Enzyme’ Inhibitor’.
Yaitu ‘ace-inhibitor’. Obat ini mencegah kontriksi (pengkerutan) pembuluh darah akibat formasi hormon angiotensin II dengan cara memblokade enzym ace, mencegah pembentukan angiotensin I menjadi angiotensin II. Contoh obat golongan ini adalah :
  • a. Captopril - * Capoten
  • b. Lisinopril - * Prinivil, * Zestril
  • c. Ramipril - * Altace

Golongan ‘Angiotensin-II Receptor Blockers’
Obat ini akan secara langsung memblokade aksi hormon angiotensin II. Bekerja merelaksasi pembuluh darah. Obat ini dapat digunakan bila penggunaan ace inhibitor menimbulkan keluhan/efek samping. Contoh obat golongan ini adalah :
  • a. Losartan - * Cozaar
  • b. Olmesartan - * Benicar
  • c. Valsartan - * Diovan
  • d. Telmisartan

Golongan Beta Blocker (Penyekat Beta)
Obat golongan ini memblokade aksi ‘adrenalin’ pada sistem syaraf otonom, sehingga menurunkan frekuensi jantung (heart’s rate) dan curah jantung (heart’s output). Golongan beta blockers juga akan mengurangi beban jantung, menyebabkan penurunan TD. Contoh obat golongan ini adalah :
  • a. Metodrolol - * Lopressor, * Toprol XL
  • b. Nadolol - * Coegard
  • c. Pembutolol - * Levatol
  • d. Propanolol
  • e. Atenolol


Golongan ‘Calcium Channel Blocker’
Obat ini melebarkan pembuluh darah sehingga tekanan kapiler menurun. Obat ini mencegah masuknya kalsium ke jaringan melalui ‘calcium channel’ sehingga akan merelaksasi (mengendurkan) dinding pembuluh darah arteri dan menurunkan kontraksi jantung. Contoh obat ini adalah :
  • a. Amtodipine - * Norvasc
  • b. Diltiazem - * Cardizem, * Dilacor XR
  • c. Nifedipine - * Adalat, * Procardia
  • d. Verapamil

Renin Inhibitors
Renin adalah enzyme yang diproduksi ginjal yang menginisiasi peningkatan tekanan darah. Renin Inhibitors menghambat kerja enzyme renin, sehingga menurunkan tekanan darah. Tidak dianjurkan mengkombinasi renin inhibitors dengan ace inhibitors atau arbs, terutama pada stroke, karena komplikasi serius yang mungkin terjadi. Contoh obat golongan renin inhibitors yaitu :
  • a. Aliskire - * Tekturna


Efek Samping Obat Hipertensi Berdasar Golongan Obatnya

Diuretics

Obat anti hipertensi tipe ini membuang kelebihan air dan garam dari dalam tubuh. Obat anti hipertensi diuretik mungkin menyebabkan efek samping seperti :
  • Banyak buang air besar, yang artinya membuat anda sering ke kamar kecil. Minum obat ini di pagi hari dan ketika anda tidak terdampar jauh dari kamar kecil.
  • Disfungsi ereksi bagi beberapa pria
  • Obat anti hipertensi diuretik mungkin menurunkan kadar potasium (kalium) dalam tubuh yang dapat menyebabkan efek samping rasa lelah, lemah, atau kram pada kaki. Namun, beberapa tipe potassium-sparing diuretics tidak memiliki efek samping tersebut.
  • Nyeri yang intens dan tiba-tiba yang merupakan gejala rematik (jarang)

Beta-Blockers

Obat anti hipertensi tipe ini membuat detak jantung anda lebih lambat dan berkurang kekuatannya. Obat anti hipertensi beta blockers mungkin menyebabkan efek samping seperti :
  • Gejala asma
  • Rasa dingin pada tangan dan kaki
  • Depresi
  • Disfungsi ereksi
  • Insomnia dan gangguan tidur
Angiotensin Converting Enzyme (ACE) Inhibitors

Obat anti hipertensi tipe ini menghambat pembentukan hormon yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Obat anti hipertensi ACE inhibitors mungkin menyebabkan efek samping seperti :
  • Batuk kering yang tidak sembuh-sembuh. Jika anda mengalami efek samping ini, dokter mungkin akan meresepkan obat anti hipertensi tipe lainnya.
  • Ruam kulit dan hilangnya rasa pengecapan
Angiotensin II Receptor Blockers (ARB)

Obat anti hipertensi ini membentengi pembuluh darah dari hormon yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Salah satu efek samping obat anti hipertensi ARB yang paling umum terjadi adalah rasa pusing.

Calcium Channel Blockers (CCB)

Obat anti hipertensi tipe ini menjaga kalsium agar tidak memasuki otot jantung dan sel-sel pembuluh darah. Obat anti hipertensi calcium channel blockers mungkin menyebabkan efek samping seperti :
  • Konstipasi/sembelit
  • Pusing
  • Sakit kepala
  • Detak jantung yang sangat cepat atau berdebar-debar (palpitasi)
  • Pembengkakan pada pergelangan kaki
Alpha-Blockers

Obat anti hipertensi tipe ini mengurangi impuls saraf ke pembuluh darah dan memungkinkan darah untuk mengalir dengan lebih mudah. Obat anti hipertensi alpha-blockers mungkin menyebabkan efek samping seperti :
  • Pusing, kepala melayang (seperti mau pingsan) atau rasa lemah ketika bangkit dari tempat tidur secara tiba-tiba di pagi hari (sebagai akibat dari penurunan tekanan darah)
  • Denyut jantung yang cepat
Alpha-2 Receptor Agonist

Obat anti hipertensi tipe ini menurunkan aktifitas sistem saraf dalam memproduksi adrenalin, yang mungkin menyebabkan rasa kantuk atau pusing.

Alpha-Beta-Blockers

Obat anti hipertensi tipe ini mengurangi impuls saraf dan juga memperlambat detak jantung. Pasien dengan hipertensi berat (tekanan darah yang sangat tinggi) seringkali mendapatkan obat ini melalui suntikan intravena (IV). Namun dokter juga mungkin meresepkan obat ini bagi pasien yang menderita congestive heart failure (ketidakmampuan jantung untuk memompa darah yang memadai untuk memenuhi kebutuhan jaringan akan oksigen dan nutrisi). Obat anti hipertensi alpha-beta blockers mungkin menyebabkan penurunan darah ketika anda pertama bangkit dari tempat tidur di pagi hari yang dapat menyebabkan pusing, kepala melayang (seperti mau pingsan) atau rasa lemah.

Central Agonists

Obat anti hipertensi tipe ini bekerja dengan cara mengendalikan impuls saraf. Obat anti hipertensi central agonists mungkin menyebabkan efek samping seperti :
  • Anemia
  • Konstipasi/sembelit
  • Pusing, kepala melayang (seperti mau pingsan) atau rasa lemah ketika bangkit dari tempat tidur secara tiba-tiba di pagi hari (sebagai akibat dari penurunan tekanan darah)
  • Rasa kantuk
  • Mulut kering
  • Disfungsi ereksi
  • Demam
Peripheral Adrenergic Inhibitors

Obat anti hipertensi tipe ini menghambat neurotransmitters di otak, sehingga sinyal untuk penyempitan pembuluh darah tidak sampai ke otot polos. Dibandingkan dengan obat anti hipertensi tipe lainnya, peripheral adrenergic inhibitors relatif jarang digunakan. Obat ini mungkin menyebabkan efek samping seperti :
  • Diare
  • Pusing, kepala melayang (seperti mau pingsan) atau rasa lemah ketika bangkit dari tempat tidur secara tiba-tiba di pagi hari (sebagai akibat dari penurunan tekanan darah)
  • Disfungsi ereksi
  • Rasa panas atau nyeri ulu hati
  • Hidung tersumbat
  • Jika terjadi insomnia atau gangguan tidur, bicarakan dengan dokter mengenai pilihan obat anti hipertensi tipe lainnya.

Vasodilators

Obat anti hipertensi tipe ini mengendurkan otot-otot pada dinding pembuluh darah, melebarkan pembuluh darah dan memungkinkan aliran darah yang lebih baik. Obat anti hipertensi vasodilators mungkin menyebabkan efek samping seperti :
  • Pertumbuhan rambut yang berlebihan
  • Retensi cairan
  • Sakit kepala
  • Detak jantung yang sangat cepat atau berdebar-debar (palpitasi)
  • Nyeri sendi
  • Pembengkakan di sekitar mata
Renin Inhibitor

Obat anti hipertensi tipe terbaru ini bekerja dengan cara menurunkan zat-zat kima yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Obat ini dapat digunakan sebagai obat tunggal maupun dikombinasikan dengan obat hipertensi tipe lainnya. Obat anti hipertensi renin inhibitors mungkin menyebabkan efek samping seperti :
  • Batuk
  • Diare atau sakit perut
  • Rasa panas atau nyeri ulu hati
  • Ruam kulit
Beberapa Cara Sederhana Mengurangi Efek Samping Obat Hipertensi

Misalnya, untuk mengurangi efek samping akibat penurunan tekanan darah, hindari berdiri terlalu lama di bawah panas matahari. Pada beberapa kasus, efek samping seperti rasa lelah dan diare akan berangsur-angsur menghilang seiring dengan berjalannya waktu.

Pada kasus lainnya, dokter mungkin mengurangi dosis atau mengganti dengan obat anti hipertensi tipe lainnya. Kombinasi tipe obat anti hipertensi terkadang bekerja lebih baik dibandingkan dengan penggunaan obat anti hipertensi tunggal. Tidak hanya meningkatkan efek mengendalikan tekanan darah, namun juga mengurangi efek sampingnya.

Selain itu, jika anda baru pertama kali mengkonsumsi obat anti hipertensi, waspadalah terhadap reaksi alergi, walaupun jarang terjadi. Segera kunjungi dokter jika terjadi gejala gatal-gatal, mengi (bengek), muntah, kepala melayang (seperti mau pingsan), atau pembengkakan pada tenggorokan atau wajah.

Langkah Aman Penggunaan Obat Darah Tinggi:
  • Jangan pernah menghentikan konsumsi obat antihipertensi tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Pada beberapa kasus, hal ini dapat sangat berbahaya, karena menyebabkan lonjakan besar dalam tekanan darah.
  • Jika anda sedang hamil atau berencana untuk hamil, konsultasikan dengan dokter mengenai obat anti hipertensi yang aman untuk dikonsumsi. ACE inhibitors atau ARB dapat menyebabkan efek samping yang berbahaya bagi wanita hamil dan bayi yang sedang dikandungnya.
  • Jika anda menggunakan insulin untuk pengobatan diabetes, konsultasikan dengan dokter. Perubahan kadar gula darah dapat terjadi pada pasien diabetes yang mengkonsumsi diuretik atau beta blockers untuk pengobatan hipertensinya.
  • Jika anda mengalami disfungsi ereksi ketika melalukan hubungan seksual, konsultasikan dengan dokter. Beberapa obat anti hipertensi dapat menyebabkan masalah ini. Mengurangi dosisnya atau menggantinya dengan obat anti hipertensi tipe lainnya mungkin membantu. Namun, hipertensi itu sendiri juga dapat menyebabkan disfungsi ereksi.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 22:52

0 komentar:

Post a Comment

Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.