loading...

Larangan Bagi Suami Istri Merekam Video Saat Berhubungan Intim

Posted by

Sebagian pasangan suami istri (pasutri) merekam video hubungan intim mereka baik dalam proses pemanasan maupun dalam intinya. Ada yang beralasan itu dalam rangka membangkitkan semangat dan syahwat. Ada yang hanya ‘iseng’dan adapula yang mengatakan itu untuk keperluan dokumentasi. Sebagian orang berdalih bahwa ada orang yang dianggap berilmu yang membolehkan dengan syarat-syarat tertentu. Sebenarnya, apa hukum di dalam Islam mengenai hal ini?

Para ulama rabbani di zaman ini melarang pasutri merekam video hubungan intim dengan argumentasi sebagai berikut:

Membuat video yang di dalamnya ada wanita, apalagi wanita tersebut tidak menutup aurat bahkan telanjang.

Para ulama rabbani di zaman ini memang berselisih pendapat dalam menetapkan hukum video (gambar bergerak atau motion pictures). Pembaca silakan merujuk ke artikel atau ceramah lain mengenai silang pendapatnya, adapun artikel ini tidak membahasnya. Hanya saja perlu diketahui bahwa para ulama tersebutbersepakat apabila di dalam video tersebut ada wanita, khususnya yang tidak menutup aurat bahkan telanjang, maka video semacam itu diharamkan dengan tegas.

Ini yang kami ketahui dari Syaikh Saad bin Turkiy Al-Khotslanhafizhahullah (anggota Haiah Kibaril Ulama) saat menghadiri kajian (sesi fiqih kontemporer) beliau di Riyadh, Saudi Arabia sekitar dua tahun lalu.

Orang-orang yang pertama dan sering melakukan hal ini adalah dari kalangan orang kafir barat.

Karenanya, merekam video pasutri sedang berhubungan intim adalah bentuk mengikuti budaya orang kafir dan ini dilarang oleh Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam.

Beliau bersabda,

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk bagian dari kaum tersebut.” (HR. Abu Daud no. 4033 dari sahabat Abdullah bin Umarradhiyallahu ‘anhuma, dinilai hasan shahih oleh Syaikh Al-Albani)

Sebagai bentuk sadd adz-dzari’ah(menutup segala jalan) menuju perbuatan haram, kemungkaran dan penyakit sosial lainnya, seperti tersebarnya video porno, anak-anak melihat hubungan intim orang dewasa, fitnah antara suami istri, rusaknya rumah tangga dan kerusakan lainnya yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.

Teknologi bagaimanapun canggihnya, pasti ada kekurangan. Manusia sepintar apapun menutupi aibnya bisa saja ada celah yang terlupakan.

Jika pasutri merekam video hubungan mereka, maka bisa saja suatu ketika video tersebut jatuh ke tangan orang lain. Banyak jalannya, seperti:

Data di komputer atau HP dihack oleh orang yang tidak bertanggung jawab.Alat yang digunakan (kamera atau HP) hilang dicuri orang dan videonya masih tersimpan.HP yang digunakan diperbaiki olehservice center dan videonya masih ada lalu dicopy teknisi.Pasutri meletakkan HP secara sembrono dan dimainkan oleh anak-anak mereka.Tak jarang salah satu dari pasutri itu sendiri yang menyebarkan karena kedunguannya.

Hal seperti ini sudah umum terjadi.

Akibatnya, orang lain bahkan anak-anak melihat video porno yang jelas diharamkan di dalam agama. Bahkan tidak sedikit pula kasus suami istri bercerai dalam kondisi hubungan yang buruk, sementara salah satu dari keduanya menyimpan video intim mereka. Video tersebut kemudian diperlihatkan kepada orang lain untuk membuat kesan buruk tentang mantan pasangannya.

Adapun jatuhnya video hubungan intim ke tangan orang lain, bisa jadi tidak sekarang tapi pada masa yang akan datang. Pasutri tersebut tidak tahu kapan mereka meninggal, hingga memungkinkan mereka meninggal dalam keadaan masih menyimpan video tersebut, hingga suatu hari video mereka ditemukan oleh orang lain.

Melihat aurat diri sendiri adalah perbuatan yang dimakruhkan jika tidak ada kebutuhan.

Pasutri yang mereka video hubungan intim tentu tidak hanya akan melihat aurat pasangan melainkan juga aurat diri sendiri. Padahal, melihat aurat sendiri dimakruhkan jika tidak ada kebutuhan, sebagaimana dinukil oleh Al-Mardawiy dalam Al-Inshaf.

Banyak di antara ulama rabbani yang telah membahas masalah ini, di antaranya adalah para ulama yang duduk di Al-Lajnah Ad-Daimah li Al-Buhuts Al-Ilmiyyah wa Al-Ifta’. Dalam fatwa no. 22659, mereka dengan tegas melarang hal itu.

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 01:30

0 komentar:

Post a Comment

Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.