loading...

Fakta-fakta Tentang Belut, Hewan Hemaprodit Yang Potensial

Posted by

Ingin Memancing Belut dengan Sukses? Kenali Dulu Sifat-sifat Belut Berikut Ini

Sifat Khas Belut. Belut mempunyai karakteristik unik yaitu bersifat Hermaprodit dimana daur hidupnya meliputi masa juvenile yang hermaprodit diikuti masa betina yang berfungsi, kemudian masa interseks dan terakhir masa jantan yang berfungsi. Sifat yang lain diantaranya adalah merupakan binatang karnivora, mempunyai lubang perangkap untuk menangkap mangsa dan berkembang biak di alam selama setahun sekali.




Belut Sawah merupakan jenis ikan air tawar dari famili Synbranchidae dan tergolong ordo Synbranchordae, yaitu jenis ikan yang tak bersirip atau anggota tubuh lain untuk bergerak (Satwono, 2003).


Ikan Belut

MORFOLOGI BELUT
Belut merupakan ikan yang tidak bersirip. Sirip dada, punggung, dan sirip dubur telah berubah menjadi sembulan kulit yang tidak berjari-jari. Badan belut bulat panjang menyerupai ular, kulitnya licin berlendir, mata kecil hamper tertutup oleh kulit, giginya kecil runcing membentuk kerucut, bibir berupa lipatan kulit yang lebar, tidak bersirip perut dan tidak bersisik. Letak dubur jauh ke belakang dada. Media hidupnya dari kecil sampai dewasa dan bertelur di air tawar yang berlumpur. Dapat juga ditemukan di sungai-sungai atau dirawa-rawa yang berair tawar (Satwono, 2003).

Belut mempunyai ciri khas kelamin Progynes Hermaprodyte atau dapat berubah-ubah. Seperti ikan lele, belut juga dilengkapi dengan alat pernafasan tambahan yang berfungsi untuk mengambil oksigen dari permukaan air. Alat pernafasan tambahan ini berupa kulit tipis yang penuh dengan lendir terdapat pada rongga mulut. Disamping itu belut juga dilengkapi dengan insang seperti pada ikan lainya (Simanjuntak, 1988).


Bagian tubuh ikan belut

SIFAT DAN KEBIASAAN HIDUP
Belut sawah merupakan jenis ikan air tawar yang hidupnya memerlukan sedikit air dan tanah halus atau lumpur untuk hidup dan tumbuh berkembang biak, belut berbeda dengan jenis ikan air tawar lainnya yang media hidupnya cukup dengan air saja. Lalu mengapa belut sawah memerlukan media tanah halus atau lumpur dan apa saja sifat dan kebiasaannya? Diantaranya adalah:

Belut memerlukan pengaman untuk tubuhnya dari segala pemangsa dan cuaca dengan memendamkan tubuhnya ke dalam tanah halus atau lumpur.
Belut tidak mempunyai sisik dan sirip sehingga mudah terluka.
Belut dilindungi oleh cairan lendir seperti minyak goreng yang berguna untuk menjaga kestabilan tubuhnya dan untuk mempermudah dalam membuat lubang sebagai tempat tinggalnya.
Belut dalam mencari mangsa atau makanan dengan menunggu didepan ujung lubang yang dijadikan tempat untuk mengintai karena sifat belut yang pasif.
Belut akan keluar dari lubangnya serta menjadi aktif dan kanibal apabila merasa terlalu lapar atau jika sedang mencari pasangan untuk melakukan perkawinan sesuai masa pertumbuhannya.
Belut biasanya akan ramai keluar dari lubangnya pada saat setelah sore hari, turun hujan dan malamnya gelap kecuali pada saat bulan purnama atau dalam keadaan terang dan pada saat musim perkawinan.
Belut bukan termasuk ikan yang rakus makan, oleh karena itu pertumbuhannya agak lambat dibandingkan dengan jenis ikan lainnya, selain itu belut tidak memiliki pencernaan yang bisa mencerna makanan yang banyak dengan cepat karena bentuk pencernaan belut tunggal memanjang seperti bentuk tubuhnya.


Belut akan menjadi kanibal dan agresif untuk berburu makan dan memakan apa saja yang dia sukai termasuk sejenisnya, bila merasa terlalu lapar atau dalam masa perubahan kelamin atau setelah melakukan perkawinan sedangkan persediaan makanan di sekitar tempat tinggalnya tidak ada atau kurang. Belut juga akan bersifat pasif hanya berdiam diri saja di dalam lubang tempat tinggalnya kalau perutnya merasa kenyang. Kalau disekitar tempat tinggalnya banyak bahan makanan biasanya belut hanya mengintip saja di ujung lubangnya untuk menyantap makanan yang lewat atau yang jatuh di ujung lubangnya.


Salah satu kebiasaan belut mengintip masngsa dari sarangnya

PERUBAHAN JENIS KELAMIN (HERMAPRODIT)
Seperti telah disebutkan, belut bersifat hermaprodit protogini, yaitu mengalami masa hidup sebagai betina pada awalnya dan kemudian berubah menjadi jantan. Pada saat terjadi pergantian kelamin dari betina kejantan tersebut dikatakan sebagai masa transisi, karena pada saat itu terdapat dua macam kelamin pada satu individu. Secara biologis hermaprodit protogini adalah sebutan bagi ikan yang didalam tubuhnya mempunyai gonad atau kelenjar kelamin yang mengadakan proses diferensiasi dari fase betina ke fase jantan. Ketika belut masih muda gonadnya mempunyai testis dan ovarium, setelah jaringan ovariumnya berfungsi dan dapat mengeluarkan telur. Selanjutnya, terjadi masa transisi yaitu dengan membesarnya jaringan testis dan ovariumnya mengecil. Pada saat belut sudah tua umumnya telur sudah tereduksi sekali sehingga sebagian besar dari gonad tadi diisi oleh jaringan testis yang sudah berfungsi. Ovarium belut terletak memanjang didalam rongga badan. Ovarium biasanya berjumlah sepasang yang masing – masing berada di kiri dan kanan antara gelembung renang dan usus. Pada belut ovarium yang berkembang hanya sebelah. Testis belut berbentuk memanjang dalam rongga tubuh dibawah gelembung renang dan diatas usus.

Berikut cirri-ciri Tingkat Kematangan Gonad (TKG) pada belut :


Belut mampu berkembangbiak tiap tahun. Dengan masa jenjang perkawinan belut persiklusnya 4-5 bulan, perkawinan dalam perkembangbiakan belut ini terus berlangsung semasa subur belut selama hidupnya. Dari pengalaman otodidak penulis dalam pembenihan belut disebutkan bahwa, pergantian kelamin belut tidaklah permanen dari betina menjadi jantan kecuali kalau masa subur belut sudah habis alias tidak bisa kawin lagi bisa dikatan belut ini bukan jantan dan bukan betina alias banci,nah kalau belut sudah banci belut sudah tidak bisa reproduksi lagi tapi hanya akan berkembang membesar ukuran tubuhnya saja. Selagi masa suburnya belut bisa bertelur dan melakukan perkawinan sampai berkali-kali dengan jenjang waktu transisi persiklusnya 4-5 bulan.

Di alamnya, dalam pertumbuhannya berkembang biak setelah mencapai dewasa, belut memasuki masa perkawinan lalu bertelur dan menetaskan telurnya, biasanya ditandai dengan busa seperti busa sabun yang terlihat diatas permukaan sawah atau dipinggir pematang sawah.
Setelah melakukan perkawinan belut membuat sarang dan menyimpan telurnya di dalam pematang sawah, sarang tersebut dipenuhi juga dengan gumpalan busa. Gumpalan busa tersebut membantu penetasan telur-telur belut. Bila busa tersebut rusak dan telur belut terendam air maka telur belut gagal menetas.
Telur-telur belut akan menetas setelah ± 3-7 hari, setelah menetas anak belut tidak akan langsung pergi karena masih lemah dan masih berbentuk larva selama itu pula gumpalan busa bisa bertahan asal tidak terkena gangguan seperti percikan air hujan dan gangguan lainnya.
Anak-anak belut akan keluar dari sarang tempat penetasan setelah ± 2 minggu yang ukuran tubuhnya mencapai ± 3 – 4 cm kira-kira sebesar biji korek api.

Pematang adalah salah satu syarat untuk pengembangbiakan belut. Kolam budidaya belut harus dibuatkan pematang-pematang untuk belut bertelur dan berkembangbiak.

Bisa dipastikan masa perkawinan belut ramai terjadi pada saat pergantian musim dari musim kemarau ke musim hujan, pada saat musim kemarau datang belut ramai-ramai memburu lokasi tanah yang masih berair pada saat selama musim kemarau, pada saat itu belut berkumpul bergerombol dan sebagian ada yang melakukan perkawinan, maka dari itu pada saat musim hujan tiba belut kembali menyebar di areal tanah persawahan yang sudah kembali berair sambil membuat sarang dan menetaskan telurnya.


Sarang belut dipenuhi dengan busa




Berikut tata nama Ikan belut menurut ilmu Taksonomi:

Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Kelas : Pisces
Sub klas : Teleostei
Ordo : Synbranchoidae
Famili : Synbranchidae
Genus : Monopterus
Species : Monopterus albus
Sinonim : Fluta alba (Zeuiew), Monopterus javanensis

Tips Memancing Belut
  • Kenali umpan yang digemari belut seperti cacing, keong, bekicot dan katak
  • Kenali tempat favorit belut suka bersarang yaitu di pematang sawah, pinggiran sungai yang bertanah liat/lempung, dan sawah yang habis dipanen.
  • Siapkan tang khusus untuk memegang belut saat anda memancing belut agar tidak dipusingkan dengan licinnya kulit belut
  • Jika pancing belut sudah bergerak-gerak tanda dimakan belut, biarkan beberapa saat sampai umpan benar-benar tertelan sehingga ketika ditarik tidak terlepas belutnya

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 20:07

0 komentar:

Post a Comment

Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.