Bahaya Rokok Menthol dan Rokok Biasa, Mana Lebih Besar?

loading...

Ternyata Rokok Mentol Lebih Berbahaya dari Rokok Biasa

Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung yang lainnya. Efek dari perokok yang paling pertama merusak organ tubuh akibat asap rokok adalah paru-paru. Belum lagi bahaya dari zat nikotin yang menyebabkan kerusakan sel-sel dalam organ paru-paru yang bisa berakibat fatal yaitu kanker paru-paru.
Bahaya Rokok. Biasanya wanita lebih senang memilih rokok menthol yang tidak menimbulkan bau di mulut selayaknya rokok-rokok lain yang dihisap pria seperti kretek atau mild. Nah, jika pria juga merokok menthol, apakah itu juga menunjukkan kalau pria tersebut tidak tulen? Tentu saja tidak , akan tetapi ada bahaya dari rokok menthol yang seharusnya disadari oleh pria yang lebih merugikan ketimbang rokok biasa. Yang pasti, perokok mentol itu lebih rentan terhadap resiko terkena serangan stroke. Kenapa begitu?
10 Zat Berbahaya Yang Terkandung Dalam Sebatang Rokok
  • Kromium. Salah satu zat berbahaya yang terkandung di dalam rokok adalah zat kromium. ...
  • Kadmium. Kadmium yang masih termasuk dalam golongan logam ini adalah kandungan zat berbahaya yang juga dapat ditemukan dalam baterai. ...
  • Formaldehida. ...
  • Benzena. ...
  • Arsenik. ...
  • Hidrogen Sianida. ...
  • Karbon Monoksida. ...
  • Amonia.
Faktor mint yang ada dalam rokok mentol berasal dari minyak peppermint yang rasanya lebih enak dan nyaman bagi sebagian orang. Rasa rokok menthol yang menimbulkan sensasi tersendiri membuat para perokok tidak kuasa untuk berhenti dan lepas dari rokok mentol. Alhasil, perokok mentol lebih banyak merokok (bahkan hingga dua kali lipat) intensitasnya daripada penghisap rokok non-menthol.

Rokok menthol sendiri mempunyai keistimewaan untuk menghambat metabolisme dari nikotin yang adiktif. Cara kerja seperti ini menyebabkan nikotin dapat tinggal lebih lama di dalam tubuh, yang tentu saja menyebabkan sifat adiktifnya juga lebih lama.

Selain resiko stroke, rokok mentol juga sangat berpengaruh untuk menimbulkan penyakit lain yang menyerang pembuluh darah pada otak. Meningkatkan resiko serangan jantung hingga dua sampai empat kali lipat dan permasalahan lain yang juga berpengaruh terhadap gangguan impotensi. Jadi jika memang Anda ingin merokok, lebih baik memilih rokok yang bukan mentol. Namun tentunya, jika ingin lebih sehat, tak ada salahnya Anda berhenti merokok.
Bahaya asap rokok bagi perokok pasif. Meskipun tidak merokok, berada di lingkungan yang penuh asap rokok masih dapat menimbulkan efek negatif pada tubuh Anda yang sama seperti perokok itu sendiri. Bahaya asap rokok bagi perokok pasif diakibatkan oleh nikotin dan racun lainnya yang terkandung dalam asap rokok. Kandungan rokok yang bersifat racun tersebut berpotensi merusak sel-sel tubuh manusia. Selain merusak sel-sel tubuh, senyawa dalam asap rokok juga bersifat karsinogenik alias memicu kanker. Kandungan tersebut berasal dari bahan baku rokok itu sendiri, yaitu tembakau.
Para peneliti menduga mentol memiliki efek anestesi pada saluran udara sehingga lebih sulit untuk mengidentifikasi penyakit paru-paru pada perokok.

"Kami terkejut bahwa perokok mentol bisa lebih buruk dibandingkan dengan perokok non-mentol," ujar Marilyn Foreman dari Morehouse School of Medicine di Atlanta.

Rokok mentol banyak digemari oleh orang muda. Peneliti Kanada menemukan, orang muda yang memilih rokok mentol berjumlah hampir dua kali lipat dari rokok biasa. Dalam studi ini, mereka rata-rata menghabiskan 43 batang rokok mentol dalam seminggu, sedangkan rokok biasa sebanyak 26 batang.

Dengan sensasi dingin di mulut dan terasa tidak terlalu keras seperti rokok biasa, perokok mentol dinilai lebih sulit untuk berniat berhenti merokok. Mereka akan kecanduan merokok mentol dan justru ingin terus mencobanya pada tahun berikutnya.

Foreman dan rekan-rekannya meneliti 3.758 perokok mentol dan 1.941 perokok biasa. Mereka berusia 45 hingga 80 tahun dan merokok sedikitnya 10 bungkus per tahun. Para perokok mentol kebanyakan seorang perempuan muda dan berkulit hitam.

Pada tahap awal penelitian, para perokok mentol tidak tampak menderita penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Mereka juga cenderung tidak mengalami batuk kronis, berlendir, dan menggunakan obat-obatan untuk membantu pernapasan.

Pada penelitian selama 18 bulan, perokok mentol dan non-mentol memiliki frekuensi yang sama terhadap PPOK. Namun, perokok mentol mengalami eksaserbasi lebih parah, yaitu 0,22 persen tahun, dibandingkan perokok biasa, yaitu 0,18 persen per tahun.

Saat dites berjalan selama enam menit, para perokok mentol juga lebih buruk dibanding perokok biasa. Mereka juga merasa lebih sesak napas. Perokok mentol berisiko 29 persen lebih tinggi mengalami eksaserbasi penyakit paru-paru yang parah.

Jadi mau pilih merokok biasa, rokok mentol atau berhenti merokok sama sekali? Pilihan terakhirlah yang paling bijaksana.

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Peternakan dan Herbal Updated at: 01:51
Copyright@2014-2018. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.