loading...

Bahaya dan Efek Samping Obat Flu Jika Digunakan Sembarangan

Posted by

Penggunaan Obat Flu yang Dijual Bebas dan Bahaya Efek Sampingnya Jika Berlebihan
 
 
Kandungan Kimia obat flu di pasaran adalah kombinasi antara beberapa di antara berikut : parasetamol, klorfeniramin maleat, pseudoefedrin, PPA (PhenylPropanolAmin), kafein, codein maupun dekstromethorphan. Bahan-bahan kimia tersebut dalam dosis terjual memang dalam batas aman sesuai dengan kriteria BPOM, tetapi yang perlu diperhatikan adalah efek sampingnya.

Pseudoefedrin dan PPA adalah obat stimulator bagi pembuluh darah dan jantung (adrenergic) oleh karena itu sebaiknya dihindari bagi Anda yang menderita darah tinggi, juga dengan kelainan jantung tertentu. Kedua obat ini potensial meningkatkan kerja jantung dan tekanan darah, yang bagi mereka sebelumnya menderita hipertensi, apalagi berusia lanjut, maka akan membuat tekanan darah Anda mengamuk. Tetapi tentunya hal ini tidak terjadi jika dikonsumsi orang dengan tekanan darah relatif baik.

Contoh kasus yang pernah terjadi, ketika pasien hipertensi di suatu klinik di Jakarta rutin kontrol sudah 2 minggu untuk hipertensinya, tetapi tekanan darahnya malah cenderung naik, padahal dosis obat sudah dinaikkan dan diberi nasehat tentang perbaikan gaya hidup.

Setelah ditanya-tanya kemudian , ternyata sejak 1,5 minggu lalu pasien tsb sering flu dan minum obat flu yang mengandung pseudoefedrin. Setelah dianjurkan berhenti menggunakan obat tersebut, 1 minggu kemudian tekanan darahnya langsung menunjukkan perbaikan nyata. Jadi berhati-hatilah bagi kaum hipertensi terhadap kedua obat ini, apalagi jika Anda sudah berumur dan tekanan darah diatas 180 mmHg, karena insiden stoke terkait penggunaan irrasional kedua bahan ini pernah dilaporkan dalam jurnal medis.

Klorfeniramin maleat dikenal karena membuat rasa kantuk yang nyata sesuai dengan dosisnya. Umumnya obat flu seperti Panadol hijau memuat dosis 1 mg bahan ini. Untuk beberapa obat lain, dosisnya bisa 2 mg dan dosis sebesar ini pada orang umum sudah menimbulkan kantuk atau jka tidak daya konsenstrasi dan refleks berkurang. Jadi sangatlah dianjurkan untuk tidak meminum kandungan ini bagi mereka yang bekerja memerlukan waspada dan refleks tinggi seperti sopir, pekerja pabrik dengan mesin, atau pelajar yang sedang masa ujian. Kecelakaan kerja dan lalu lintas karena mengantuk setelah meminum obat dengan kandungan klorfeniramin maleat tidak jarang saya jumpai selama bertugas di UGD.

Berhati-hatilah pula jika Anda memilih obat flu dengan kandungan parasetamol yang dikombinasi dengan kafein. Kafein seperti yang kita tahu adalah senyawa stimulant yang terkandung di dalam kopi, teh dan coklat. Nah kafein yang sama ini dipakai dalam kombinasi dengan parasetamol dikarenakan efek potensiasi (memperkuat daya efektivitas) parasetamol.

Tetapi bagi mereka yang sensitif terhadap kafein (menurut dr.Adamo yang menulis diet terkait golongan darah, mereka yang bergolongan darah O sensitif terhadap kafein), maka kafein akan menimbulkan pusing, tegang, sulit tidur bahkan serangan migren bagi yang memiliki bakat migren. Jadi jika Anda sensitif terhadap kafein, atau Anda yang rajin minum kopi bergelas-gelas dalam sehari ataupun Anda yang punya riwayat migren, sebaiknya mencari parasetamol yang tanpa kombinasi dengan kafein.

Parasetamol sendiri walaupun golongan analgetik pain killer) ‘teraman’ daripada jenis lain (seperti aspirin, asam mefenamat,dll), tetap menyimpan efek samping, khususnya ke lambung. Peradangan lambung bahkan hingga perdarahan saluran cerna dapat terjadi jika penggunaannya terlalu sering, jangka waktu lama dan diminum dalam perut kosong. 1 tablet parasetamol 500mg sebaiknya diminum tidak lebih cepat dari setiap 4 jam. 

Inilah Langkah-langkah Penggunaan Obat Secara Aman
  • Bacalah label kemasan obat dengan teliti 
  • 1 sendok obat adalah 5 ml, setengahnya adalah 2,5 ml
  • lebih baik gunakan sendok takar yang ada di dalam obat, hindari menggunakan sendok makan atau sendok teh karena sendok ini dapat berbeda takarannya
  • jangan mencoba memperbanyak dosis jika anak terlihat sakit parah, lebih baik konsultasikan dengan dokter, dan tetap minumlah obat sesuai dosis.
  • Hindari menghentikan obat antibiotic dari dokter saat gejala sudah mereda. Ikutilah petunjuk dokter, karena dapat mengakibatkan kekebalan.

Bahaya Obat Flu Bagi Ibu Hamil

Saat hamil, calon ibu perlu lebih hati-hati lagi dalam memilih apa pun yang dikonsumsi, tak terkecuali obat-obatan. Terlebih obat-obatan yang dijual bebas, seperti obat flu dan batuk karena berpotensi membahayakan pertumbuhan janin.

"Tidak ada obat flu dan batuk yang aman bagi ibu hamil, apalagi obat yang dijual bebas," tegas dr Gita Pratama, SpOG, pakar kandungan dari Rumah Sakit dr Cipto Mangunkusumo Kencana dalam sebuah diskusi kesehatan, Jumat (11/10/2013) kemarin di Jakarta.

Menurut Tomi, sapaannya, ibu hamil sebaiknya tidak meminum obat flu dan batuk. Sebaliknya, saat terserang flu dan batuk ibu hamil perlu banyak istirahat, minum air putih, dan vitamin yang memperkuat daya tahan tubuh.

Namun jika gejala flu sudah cukup berat dan memerlukan obat, lanjut dia, ibu hamil perlu memeriksakan diri ke dokter, bukannya membeli obat bebas. Dari sana, dokter dapat menentukan obat-obatan yang risikonya paling kecil bagi ibu hamil.

"Obat yang dipilihkan biasanya parasetamol untuk demam. Obat lainnya seperti antihistamin pun pasti dipilihkan yang paling aman, begitu juga antibiotik jika perlu," jelasnya.

Bahaya CTM dalam Obat Flu Bagi Ibu Hamil dan Saat Bekerja

Perlu diketahui bahwa CTM jangan sering diminum oleh wanita yang sedang mengandung. Inilah efek samping Ctm yang tidak anda ketahui bahwa mengkonsumsi CTM yang cukup banyak akan menghambat adanya fertilitasi pada trisemester pertama namun untuk trimester selanjutnya tidak berpengaruh. Akan tetapi sebaiknya control konsumsi CTM pada ibu hamil.

CTM sendiri mempunyai fungsi sebagai penenang dan juga untuk mengaobati alergi yang akan merambat atau menyebabkan flu dan batuk. CTM merupakan obat yang memiliki batas aman yang besar dan dengan efek samping yang tidak terlalu bahaya asalkan penggunaanya pun sesuai dengan aturan. Kerja dari CTM sendiri yaitu mampu mengontrol pembuluh yang besar, kontraksi dari otot, bronkus, usus dan uterus. Pada umumnya alergi disebabkan oleh bakteri dalam tubuh, disinilah peran dari CTM.

Namun karena efek sampingnya yang bisa membuat kantuk, perasaan menjadi tenang dan relaksasi, para pengonsumsi dilarang untuk mengendarai ataupun bepergian jauh. Serta bagi yang sedang bekerja dilarang untuk mengonsumsi obat ini.

Diolah dari berbagai Sumber

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 21:11

0 komentar:

Post a Comment

Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.