loading...

Ternyata Daging Impor Sudah Masuk Pasar Jawa Timur

Posted by


Masuknya daging sapi impor ke Jawa Timur terjadi di Bojonegoro dan Malang, sekitar 2 minggu lalu. Daging sapi impor tersebut dijual seharga 70 ribu rupiah perkilogram. Murahnya harga daging impor ini, disinyalir berasal dari negara dengan kondisi sapi belum bebas dari penyakit menular. Dikhawatirkan, penyakit tersebut juga menular ke manusia seperti yang pernah terjadi di Bojonegoro pada tahun 1984 lalu.

Atas kondisi ini, paguyuban pedagang sapi dan daging segar (PPSDS), meminta agar pemerintah provinsi Jatim bisa tegas dalam menjalankan regulasi yang mengatur tentang distribusi daging sapi impor.

PPDS menegaskan, yang menjadi masalah terkait impor daging sapi ini ada di harga yang jauh lebih murah dan bahaya penyakit menular ke manusia. Dari hasil temuan tim PPSDS, di Jawa Timur, masuknya daging sapi impor ini bahkan mencapai 2 kwintal perhari.

“ Dengan kondisi ini, jika tidak segera di hentikan, selain berbahaya bagi kesehatan, juga akan mengamcam pengusaha lokal karena selisih harga yang cukup jauh tersebut,” kata Muthowif , ketua PPSDS Jatim, Rabu (13/4).

Sementara itu dinas Joestamaji, kepala dinas peternakan surabaya mengaku tidak tahu tentang adanya daging impor yang kemungkinan juga akan masuk ke Surabaya ini. Sebab pintu masuk barang impor khususnya daging melalui luar Jatim.

Dan guna mencukupi kebutuhan akan daging sapi di Jawa Timur, khususnya Surabaya, yang masih tidak sesuai, atau lebih banyak permintaan dari pada ketersediaan ini, pihak PPSDS Jatim meminta agar pemerintah mengimpor sapi bakalan, karena dengan impor sapi bakalan ini, para peternak dan pengusaha lokal masih bisa memperoleh manfaatnya.

Berita Daging Impor Lainnya:

Paguyuban Pedagang Sapi dan Daging Segar (PPSDS) Jatim menolak Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2016 tentang pemasukan daging impor berbasis zona.

Dengan demikian, daging sapi dari negara yang belum dinyatakan bebas penyakit bisa dengan mudah masuk ke Indonesia.

Ketua PPSDS Jatim Muthowif menyatakan, dasar penolakan itu adalah potensi penularan penyakit mulut dan kuku (PMK). Sebab, belum semua negara produsen dinyatakan bebas dari penyakit tersebut.

Dengan demikian, jika ada peluang masuk ke Indonesia, potensi penyebaran penyakit bakal meluas. "Terutama, yang kami khawatirkan daging dari India dan Brasil," katanya di sela deklarasi penolakan daging impor kemarin (13/4).

Sebenarnya, Jatim melarang daging impor masuk. Tapi, lanjut dia, daging impor sudah dijumpai di beberapa pasar tradisional di Jatim. Belum lama ini, pihaknya mendapat laporan penjualan daging impor, salah satunya di Malang. Penjualannya baru berlangsung dua pekan terakhir.

Indikasi impor dari negara belum bebas PMK adalah karena harganya murah, yakni hanya Rp 70.000 per kg. Harga daging impor seperti dari India dan Brasil itu hanya Rp 47.500 per kg.

Sumber
Jawapos dan Surabayanews

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 18:17

0 komentar:

Post a Comment

Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.