loading...

Penetapan Sapi Sumbawa Sebagai Rumpun Sapi Lokal Asli Indonesia

Posted by

Sapi Sumbawa Jantan (atas) dan Betina (bawah)

KEPUTUSAN MENTERI PERTANIAN NOMOR: 2909/Kpts/OT.140/6/2011

TENTANG PENETAPAN RUMPUN SAPI SUMBAWA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

MENTERI PERTANIAN,

Menimbang :
a. bahwa sapi sumbawa merupakan salah satu rumpun sapi lokal Indonesia yang mempunyai sebaran asli geografis di Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan telah dibudidayakan secara turuntemurun;
b. bahwa sapi sumbawa merupakan kekayaan sumber daya genetik ternak Indonesia yang perlu dilindungi dan dilestarikan;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Rumpun Sapi Sumbawa, dengan Keputusan Menteri Pertanian;

Mengingat :
1. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437);
2. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan (Lembaran Negara Tahun 2009 Nomor 84, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5015);
3. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah,
Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 84, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4737);
4. Keputusan Presiden Nomor 84/P Tahun 2009 tentang Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu II;
5. Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara;
6. Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara;
7. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 35/Permentan/OT.140/8/2006 tentang Pedoman Pelestarian dan
Pemanfaatan Sumber Daya Genetik Ternak;
8. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 36/Permentan/OT.140/8/2006 tentang Sistem Perbibitan Ternak Nasional;
9. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 19/Permentan/OT.140/2/2008 tentang Penetapan dan Pelepasan Rumpun atau Galur Ternak
10. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 61/Permentan/OT.140/10/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja
Kementerian Pertanian;
11. Keputusan Menteri Pertanian Nomor 2906/Kpts/OT.160/6/2011 tentang Komisi Penilaian,
Penetapan, dan Pelepasan Rumpun atau Galur Ternak;

Memperhatikan : 1. Surat Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Nomor 524/1900/Disnakwan perihal Permohonan Izin Penetapan Rumpun dan/atau Galur Ternak tanggal 13 Mei 2011;
2. Berita Acara Pembahasan Permohonan Penetapan Rumpun Sapi Sumbawa Nomor 20009/PD.440/F2.2/05/2011 tanggal 20 Mei 2011;

MEMUTUSKAN:
Menetapkan :
KESATU : Sapi sumbawa merupakan salah satu rumpun sapi lokal Indonesia, yang mempunyai keseragaman bentuk fisik dan komposisi genetik serta kemampuan adaptasi dengan baik pada keterbatasan
lingkungan.
KEDUA : Sapi sumbawa mempunyai ciri khas yang berbeda dengan rumpun sapi asli atau sapi lokal lainnya dan merupakan kekayaan sumber daya genetik ternak lokal Indonesia yang perlu dilindungi dan dilestarikan.
KETIGA : Deskripsi rumpun sapi sumbawa, sebagai berikut:
1. Nama rumpun sapi : sapi sumbawa
2. Klasifikasi rumpun : sapi sumbawa merupakan rumpun sapi lokal yang berkembang di Pulau Sumbawa dengan asal-usul dari sapi hissar yang sejak didatangkan dari India oleh Pemerintah Hindia Belanda sekitar tahun 1908, diternakkan secara murni oleh masyarakat di Pulau Sumbawa secara turun-temurun sampai sekarang.
3. Karakteristik sapi sumbawa :
a. Sifat kualitatif :
1) warna :
a) tubuh dominan : sapi betina pada umumnya berwarna putih dan yang jantan pada umumnya putih keabuan;
b) kepala : sapi betina pada umumnya berwarna putih dan yang jantan pada umumnya abuabu.
2) bentuk tubuh : sedang-besar, bergumba dan bergelambir;
3) tanduk : bertanduk, pada sapi betina tanduk lebih panjang;
4) bentuk telinga : sedang, mengarah ke samping, tidak terkulai.

b. Sifat kuantitatif (dewasa):
1) ukuran permukaan tubuh:
a) tinggi gumba : ±150 cm (jantan) dan ±140 cm (betina);
b) panjang badan : 160 – 170 cm (jantan) dan 150 – 160 cm (betina);
c) lingkar dada : ±220 cm (jantan) dan ±194 cm(betina).
2) bobot badan : 350 – 450 kg (jantan) dan 200– 350 kg (betina)
3) persentase karkas : 45 – 50%
4) produksi susu : 2 – 4 liter/ekor/hari
5) lama laktasi : 6 – 7 bulan
c. Sifat reproduksi :
1) kesuburan induk : 90%
2) angka kelahiran : 95%
3) lama bunting : 289,9±6,4 hari
d. Sifat produksi :
1) Daya adaptasi : baik
2) Kemampuan kerja : baik
e. Daya tahan penyakit : cukup baik
4. Wilayah sebaran : Pulau Sumbawa, Provinsi
Nusa Tenggara Barat

KEEMPAT : Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 17 Juni 2011
MENTERI PERTANIAN,
t.t.d
SUSWONO

Salinan Keputusan ini disampaikan kepada Yth.:
1. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian;
2. Menteri Dalam Negeri;
3. Menteri Pendidikan Nasional;
4. Menteri Negara Riset dan Teknologi;
5. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan
Pembangunan Nasional;
6. Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia;
7. Pimpinan Unit Kerja Eselon I Lingkup Kementerian Pertanian;
8. Gubernur seluruh Indonesia;
9. Bupati/Walikota seluruh Indonesia;
10. Kepala dinas yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan provinsi
seluruh Indonesia;
11. Kepala dinas yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan
kabupaten/kota seluruh Indonesia.

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 19:30

0 komentar:

Post a Comment

Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.