loading...

Manfaat Kotoran Telinga dan Cara Membersihkannya jika berlebihan

Posted by

Jangan Membersihkan Kotoran Telinga Di Bagian Dalam Telinga, Berbahaya!

Telinga termasuk salah satu organ tubuh yang sangat kompleks, karena terdiri dari tiga bagian utama yang saling berkaitan. Bagian pertama adalah telinga luar yang berfungsi untuk melindungi gendang telinga dari kerusakan langsung, bagian kedua adalah telinga tengah berbentuk rongga udara berfungsi sebagai penghubung antara bagian luar telinga dengan bagian belakang hidung melalui tabung Eustachio. Bagian terakhir adalah tulang kecil yang berfungsi mengirimkan getaran dari gendang telinga ke telinga bagian dalam (koklea). Oleh karena itu, kebersihan organ telinga harus selalu diperhatian. 

Salah satu permasalahan yang sering terjadi pada telinga adalah terbentuknya kotoran telinga. Kotoran telinga atau serumen adalah cairan yang dihasilkan oleh kelenjar seruminosa yang terletak di sepertiga luar liang telinga. Jika sudah mengering secara alami kotoran telinga akan keluar dengan sendirinya dari lubang telinga, lalu akan diganti dengan kotoran telinga yang masih basah.

Pada dasarnya kotoran telinga memiliki sifat yang lengket, kental, dan berbau khas, sehingga terkadang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Cairan ini sangat bermanfaat bagi kesehatan telinga kita. Mungkin cairan yang dihasilkan oleh telinga ini terlihat menjijikkan dan berbau kurang sedap. Namun, cairan ini memberikan perlindungan dan menjadi anti bakteri.

Tubuh kita memiliki sistem alami untuk membersihkan lubang telinga dan membuat kita tetap bisa mendengar dengan baik. Salah satu cara yang dilakukan oleh telinga kita agar terhindar dari kotoran adalah melalui cairan ini. Tapi harus diketahui bahwa cairan ini terkadang berlebih di dalam telinga kita, dan mungkin justru akan mengganggu kinerja telinga.

Setelah selesai melakukan tugasnya, cairan ini biasanya akan keluar dengan sendirinya dari telinga kita. Bagaimana caranya? Yaitu melalui aktivitas yang dilakukan oleh rahang kita, misalnya ketika mengunyah permen karet atau makanan. Mungkin hal ini sulit dipercaya, tapi gerakan pada rahang kita bisa mendorong kotoran yang ada di telinga menjadi keluar.

Biasanya kotoran ini mengering dan rontok sendiri menjadi potongan-potongan atau serpihan. Inilah yang menjadi kotoran telinga kita.
Banyak yang tidak tahu kalau sebenarnya kotoran telinga ini memiliki fungsi vital bagi telinga. Di antaranya, untuk menangkap kotoran (debu) dan binatang-binatang kecil yang masuk ke dalam telinga (contohnya, semut dan nyamuk), berfungsi sebagai antibakteri terhadap kuman, dan menjaga kelembaban liang telinga.

Jika produksi kotoran telinga berlebih biasanya dapat menyebabkan penyumbatan di saluran telinga. Beberapa dampak dari penyumbatan ini antara lain menimbulkan rasa gatal, nyeri, dan gangguan pendengaran (tuli) yang bersifat sementara. Oleh karena itu, banyak dari kita yang mungkin berusaha mengeluarkan (mengorek) kotoran telinga dengan benda-benda, seperti batang korek, jepit rambut, atau cotton bud. Tindakan tersebut sangat tidak dianjurkan, selain dapat mendorong kotoran masuk lebih ke dalam juga berpotensi menyebabkan infeksi pada kulit di bagian saluran telinga.

Sebenarnya, tanpa dikorek pun, tubuh mempunyai mekanisme tersendiri untuk mengeluarkan kotoran telingaini. Sering tanpa kita sadari bahwa kotoran telinga dapat keluar (jatuh) dengan sendirinya dari liang telinga, atau terdorong keluar saat kita membuka rahang lebar-lebar atau tidur dalam posisi miring.

Sebenarnya membersihkan telinga bagian dalam tidak dianjurkan karena bisa berbahaya. Alat yang biasanya digunakan untuk membersihkan telinga adalah cotton-bud, tapi alat ini seharusnya hanya untuk membersihkan telinga bagian luar saja bukan untuk telinga bagian dalam. Kotoran telinga di bagian dalam akan keluar dengan sendirinya.

Jika membersihkan telinga bagian dalam dengan cotton-bud, akan beresiko mendorong kotoran telinga justru lebih dalam lagi dan mengarah ke gendang telinga. Jika ini terjadi, kotoran akan semakin menumpuk dan mengahalangi gelombang suara ke gendang telinga dan kamu pun akan kesulitan mendengar.

Bila telah terlanjur terjadi penyumbatan, cara penanganan terbaik adalah dengan pergi ke dokter THT untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Biasanya dokter akan membuangkotoran telinga dengan cara menyemburkan secara perlahan air hangat (irigasi) ke dalam rongga telinga. Jika kotoran telah terlanjur mengeras dan susah untuk dikeluarkan, dokter akan memberikan obat tetes telinga (pelarut serumen) yang digunakan selama 3 hari untuk melunakkan kotoran sehingga mudah dikeluarkan dengan penyemprotan air hangat. Namun, pada kasus-kasus tertentu seperti infeksi yang mengakibatkan keluarnya nanah dari telinga, cara penyemprotan tidak dapat dilakukankarena air dapat masuk ke dalam telinga bagian tengah. Pada keadaan ini kotoran telinga dibuang denganmenggunakan alat penghisap, selain itu penderita juga akan diberikan antibiotik untuk mencegah infeksi lebih parah.  

Cara lain untuk membersihkan telinga adalah dengan membiarkan air masuk ke telinga saat mandi, lalu miringkan kepala untuk membuang airnya. Namun pastikan air yang digunakan air hangat, karena air yang dingin atau terlalu panas bisa menyebabkan vertigo.

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 15:36

0 komentar:

Post a Comment

Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.