loading...

KPPU Berikan Hukuman Denda Untuk 32 Perusahaan Peternakan Sapi

Posted by

32 Feedlotter / Perusahaan Penggemukan Sapi dihukum membayar Denda Oleh KPPU karena dianggap melakukan kartel tataniaga sapi, berikut Daftar Nama Perusahaan dan Jumlah denda yang harus dibayarkan.

KPPU Vs Feedlotter Sapi. Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) resmi menetapkan 32 perusahaaan melanggar Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 pasal 11 dan pasal 19 huruf c tentang praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat dalam perdagangan impor sapi di Jabodetabek.


Majelis Komisi Chandra Setiawan mengatakan, dengan dinyatakannya melanggar hukum, terlapor (32 perusahaan) diwajibkan untuk membayar denda ke kas negara sebagai denda KPPU.

Berdasarkan denda tersebut, PT Tanjung Unggul Mandiri mendapat jumlah denda terbesar, sebesar Rp21 miliar yang wajib dibayarkan ke kas negara sebagai denda KPPU.

“Berdasarkan fakta dan analisis dan mengigat UU No.5 Tahun 1999, majelis memutuskan dan menyatakan terlapor (32 perusahaan) tebrukti sah meyakainkan melanggar pasal 11 dan pasal 19 huruf c,” ujarnya di Ruang Sidang KPPU Jakarta, Jumat (22/4/2016).

Berikut ini daftar lengkap nama-nama perusahaan dan jumlah denda yang harus dibayarkan :

1. PT Andini Karya Makmur denda Rp1,9 miliar.

2. PT Andini Persada Sejahtera denda Rp1,2 miliar.

3. PT Agro Giri Perkasa denda Rp4,5 miliar.

4. PT Agrisatwa Jaya Kencana denda Rp6,46 miliar.

5. PT Andini Agro Loka denda Rp1,476 miliar.

6. PT Austasia Stockfeed denda Rp8,8 miliar.

7. PT Bina Mentari Tunggal denda Rp2,8 miliar.

8. PT Citra Agro Buana Semesta denda Rp3,8 miliar.

9. PT Elders Indonesia denda Rp2,1 miliar.

10. PT Fortuna Megah Perkasa denda Rp856 juta.

11. PT Great Giant Livestock denda Rp9,3 miliar.

12. PT Lembu Jantan Perkasa denda Rp3,3 miliar.

13. PT Legok Makmur Lestari denda Rp3,94 miliar.

14. PT Lemang Mesuji Lestary denda Rp651 juta.

15. PT Pasir Tengah denda Rp4,7 miliar.

16. PT Rumpinary Agro Industry denda Rp3,3 miliar.

17. PT Santosa Agrindo denda Rp5,4 miliar.

18. PT Sadawijaya Niaga Indonesia denda Rp1,8 miliar.

19. PT Septia Anugerah denda Rp1,1 miliar.

20. PT Tanjung Unggul Mandiri denda Rp21 miliar.

21. PT Kariyama Gita Utama denda Rp1,4 miliar.

22. PT Sukses Ganda Lestari denda Rp505 juta.

23. PT Nusantara Tropical Farm denda Rp3,8 miliar.

24. PT Karya Anugerah Rumpin denda Rp194 juta.

25. PT Sumber Cipta Kencana denda Rp71 juta.

26. PT Brahman Perkasa Santosa denda Rp803 juta.

27. PT Catur Mitra Taruma denda Rp1,3 miliar.

28. PT Kadila Lestari Jaya denda Rp2,05 miliar.

29. CV Mitra Agro Sampurna denda Rp967 juta.

30. CV Mitra Agro Sangkuriang denda Rp852 juta.

31. PT Karunia Alam Santosa Abadi denda Rp441 juta

32. PT Widodo Makmur Perkasa denda Rp5,8 miliar

Dari putusan majelis hakim yang terdiri dari anggota Sukarmi, Saidah Sakwan, Munrokhim Misanam, dan Tresna Soemardi rata-raya denda yang diberikan beragam, mulai dari ratusan juta hingga yang tertinggi Rp 21 miliar. Total denda kepada seluruh terlapor mencapai Rp 106 miliar. Denda terbesar, yaitu Rp 21 miliar, diberikan kepada PT Tanjung Unggul Mandiri selaku terlapor ke-19. "Terlapor berhak mengajukan banding maksimal 14 hari setelah menerima salinan putusan," kata Chandra.

Selain menjatuhkan denda, majelis hakim pun memberikan tiga rekomendasi kepada pemerintah. Ketiga rekomendasi itu dilayangkan ke Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan. Chandra menyebutkan Kementan harus membuat kebijakan yang didasarkan pada pemenuhan kebutuhan melalui ketersediaan pasokan sapi dan keterjangkauan harga.

Lalu Kemendag diminta untuk menetapkan kebijakan pemberian persetujuan kuota sapi impor dalam jangka waktu satu tahun di muka kepada importir guna menjamin kepastian distribusi. Rekomendasi kedua untuk Kemendag ialah agar memeriksa adanya hubungan afiliasi di antara para importir dalam pemberian persetujuan kuota sapi impor. Tujuannya ialah untuk menghindari terjadinya persaingan usaha yang tak sehat.

Menanggapi putusan itu, kuasa hukum PT Tanjung Unggul Mandiri, Nurmalita Malik, menilai besarnya denda yang dijatuhkan ke kliennya lantaran majelis hakim menghitung dari pajak. "Penjualan kami juga paling tinggi dibanding yang lain," kata dia usai sidang. Ihwal banding, Nurmalita akan membicarakan dengan kliennya.

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 18:54

0 komentar:

Post a Comment

Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.