loading...

Jangan Menunggu Kalau Sempat

Posted by

Sebuah RENUNGAN setelah 50 tahunan...

Kalaulah Sempat...

Seorang laki-laki tua duduk di teras rumahnya. Rumah yang besar namun sepi penghuni. Istri sudah meninggal. Tangan menggigil karena lemah, penyakit mnggerogoti sejak lama. Duduk tak enak, berjalan tak nyaman. Untunglah seorang kerabat jauh mau tinggal bersama menemani beserta satu orang pembantu.

Tiga anak, semua sukses. Berpendidikan sampai ke luar negeri. Ada yang sekarang berkarir di luar negeri. Ada yang bekerja di perusahaan asing dengan posisi tinggi, ada pula yang jadi pengusaha. Soal Ekonomi, angkat dua jempol. Semua kaya raya.

Namun, saat tua seperti Ini dia merasa hampa. Ada pilu mendesak disudut hatinya. Tidur tak nyaman, dia berjalan. Memaandangi foto-foto masa lalu. Foto laki-laki gagah dengan keluarganya berlatar tembok China. Menara Eifel, Big Ben, Sydney bridge. Berbagai belahan bumi telah dijejaknya. Diabadikan dengan foto dibingkai bagus yang tak mampu lagi dilihat pandangannya yang sudah mengabur.

Di rumahnya yang besar dia merasa kesepian. Tiada suara anak, cucu. Hanya detak jam yang berbunyi teratur. Punggungnya terasa sakit, sesekali air liurnya keluar dari mulutnya.

Dari sudut mata ada air menetes. Rindu dikunjungi anaknya, tapi anaknya sibuk Dan tinggal jauh di kota lain. Ingin pergi ke Masjid namun badan tak mampu. Begitu lama waktu ini bergerak. Tatapannya hampa. Jiwanya kosong, hanya gelisah yang menyeruak.. Sepanjang waktu...

***

Laki-laki itu, barangkali nanti , adalah Saya, Kita...  Barangkali Anda yang membaca tulisan ini suatu saat nanti. Hanya menunggu sesuatu yang tak pasti. Yang pasti hanyalah kematian. Rumah besar tak mampu lagi menyenangkan hati. Anak sukses tak mampu menyejukkan sanubari . Cucu-cucu yang seperti orang asing. Asset-asset produktif yang terus menghasilkan, entah untuk siapa...?

Kira-kira jika datang malaikat menjemput. akan seperti apakah kematian Ini? Siapa yang akan memandikan kita..? Dimana kita akan dikuburkan..? Sempatkah anak2 kita datang menyelenggarakan mayat Dan menguburkan kita...?

Apa amal yang akan dibawa ke akhirat nanti? Rumah akan ditinggal, asset akan ditinggal. Anak-anak entah akan ingat untuk berdoa atau tidak. Sedang shalat mereka sendiri saja belum tentu berisi. Apa lagi jika dulu anak tak sempat dididik sesuai tuntunan Yang Maha Kuasa. Ilmu agama hanya sebagai sisipan saja. Manalah mungkin menjadi anak yang akan ingat berdoa untuk kita...?

Kalau lah sempat dahulu menyumbang yang cukup berarti di Masjid, Rumah yatim, panti asuhan. Kalau lah sempat dahulu membeli sayur Dan melebihkan uang pada nenek tua yang selalu datang. Kalaulah dahulu sempat memberikan sandal untuk disumbangkan di Masjid biar dipakai orang. Kalaulah sempat membelikan buah - buahan buat Tetangga, kenalan Dan handai taulan. Mungkin itu semua akan menjadi amal penolong kita.

Kalaulah dahulu anak disiapkan menjadi Muslim yang Shaleh. Ilmu agama dan ilmu AlQurannya lebih diutamakan. Ibadah shalat dan sedekahnya dituntun. Maka mungkin mereka senantiasa akan terbangun malam, meneteskan air mata medoakan kita orang tuanya.

Kalaulah sempat membagi ilmu dengan ikhlas pada orang sehingga bermanfaat baginya...

Kalaulah sempat... Mengapa kalau sempat? Mengapa itu semua tidak jadi perhatian utama kita? Sungguh kita tidak adil pada diri sendiri. Kenapa kita tidak lebih serius menyiapkan bekal untuk menhadapNya  nanti?

Semoga tulisan kecil Ini menjadi nasihat bagi diri saya, bagi kita semua. Berseriuslah menyiapkan diri menghadapi kematian, Dan kehidupan akhirat yang kekal.

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 20:07

0 komentar:

Post a Comment

Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.