loading...

Impor Daging India, Pemerintah Wajib Perhatikan Nasib Peternak Lokal

Posted by

Kaji Ulang Impor Daging India Agar Tidak Membunuh Peternak Sapi Lokal

Wakil Ketua Komisi IV DPR Daniel Johan meminta pemerintah mengkaji ulang kebijakan untuk impor daging sapi dari India. Pasalnya, kebijakan tersebut akan berdampak pada matinya produktivitas peternak sapi lokal.

"Pemerintah harus benar-benar melakukan kajian yang mendalam atas kebijakan tersebut. Karena bisa memiliki dampak yang bahaya bagi peternak nasional maupun konsumen. Kalau kebijakan ini diberlakukan bisa membuat peternak lokal bangkrut. Dan rencana swasembada daging sapi menjadi hancur," ujar Daniel kepada TeropongSenayan saat diwawancarai selepas pelantikan dirinya sebagai wakil ketua komisi IV di ruang rapat komisi IV DPR, Jakarta, Jumat (29/4/2016).

Daniel mengatakan sebenarnya kebijakan impor menjadi penting dalam menjaga stabilitas harga daging di tengah upaya pemerintah melakukan tahapan swasembada daging. Hanya saja, kata dia, jangan sampai justru kebijakan impor malah membunuh pengembangan peternak lokal.

Daniel menyampaikan bahwa pemerintah tengah menargetkan harga penjualan daging di pasaran saat ini hanya Rp. 80 Ribu/Kg. Harga daging tersebut merupakan hasil penyesuaian dari kebijakan impor daging sapi yang rencananya akan didatangkan dari India.

"Masalahnya harga daging yang ada di peternak lokal di atas 80/Kg. Makanya harga Rp 80 Ribu/kg daging yang sampai ke konsumen akan mematikan seluruh peternak lokal. Niat atau tidak, itu kebijakan pemerintah. Sehingga menghimpun impor hanya bertujuan untuk harga daging murah saja," ungkapnya.

Idealnya, Daniel menambahkan, impor diprakarsai untuk menjaga keseimbangan harga agar target swasembada tercapai.

"Keberadaan daging optimal buat konsumen juga optimal buat peternak. Yang bisa menjaga keseimbangan harga optimal bagi peternk dengan konsumen itu kebijakan impor," ujarnya.

"Tetapi disatu sisi pemerintah tetap fokus pada agenda swasembada daging dengan tetap menggalakkan bantuan bagi peternak serta menjaga populasi sapi indukan dan sapi bakalan. Dalam perhitungan, butuh 15 tahun agar kebijakan impor ini bisa mendukung terwujudnya swasembada daging sapi. Nah setelah 15 tahun tidak perlu melakukan impor."

Seperti diketahui, pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 4 tahun 20016. Dikeluarkannya PP tersebut mengatur izin impor sapi dari zona tertentu termasuk dari negara yang belum bebas Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Di antaranya Brazil dan India.

Sebelumnya, Ketua Paguyuban Pedagang Sapi dan Daging Segara (PPSDS) Muthowif mempertanyakan rasionalisasi pemerintah berencana impor sapi dari India. Pasalnya, kata Muthowif, populasi ternak di India bukan sapi melainkan kerbau.

"Memang harganya relatif lebih murah, sekitar Rp. 50 ribu/kg. Tapi gimana kalo ternyata itu daging kerbau. Karena itu, kami dari peternak, jagal, asosiasi rumah potong hewan dan PPSDS menolak pemerintah datangkan daging dari India yang notabene negara yang dinyatakan belum bebas dari PMK," jelasnya.

Sumber teropongsenayan.com

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 15:40

0 komentar:

Post a Comment

Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.