loading...

Ciri dan Gejala Gangguan Bipolar

Posted by

Gangguan bipolar adalah gangguan jiwa dengan ciri-ciri yang khas, yakni adanya swing mood (perubahan mood)  yang berubah sangat drastis. Gejala khas gangguan bipolar adalah episode manik, hipomanik, depresi, dan episode campuran. 

Gangguan bipolar sesungguhnya sangat menyiksa penderitanya. Pertama karena gangguan ini mempengaruhi tingkah laku atau sikap mereka dalam kehidupan sehari-hari. Kedua adanya tekanan baik dalam bentuk psikis maupun fisik. 

Berbeda dengan penyakit fisik pada umumnya, penyakit ini lebih sulit dikenali. Namun dengan melihat gejala-gejalanya secara detil, mungkin bisa membantu Anda untuk lebih mengenali gangguan bipolar.

Di bawah ini ciri-ciri setiap episode yang dialami penderita penyakit bipolar disorder dari buku-buku kesehatan. Ciri-ciri berikut ini biasa digunakan untuk mendiagnosa apakah seseorang menderita gangguan bipolar ataukah tidak. Simak baik-baik. 

Penderita gangguan bipolar mengalami rangkaian episodemood beraneka ragam. Yaitu:

Episode Manik
Episode Depresi Mayor
Episode Campuran
Episode Hipomanik
Episode Manik

Penderita gangguan bipolar setidaknya mengalami ciri-ciri di bawah ini secara konsisten. Minimal tiga atau lebih, ciri-ciri yang melekat pada penderita. Sekurang-kurangnya dalam waktu satu minggu, penderita mengalami swing mood (perubahan mood) drastis: mudah marah, emosi meledak-ledak, dan inilah ciri-ciri episode manik secara rinci.

Energi Berlebih

Pada episode ini, penderita gangguan bipolar memiliki energi berlebih. "Saya ambisius!" Ucap Marshanda, seorang aktris pengidap bipolar disorder. Ya, pada episode manik penderita mengidentifikasi dirinya sebagai seorang yang ambisius. 

Karena energinya berlebih, kebutuhan akan tidur sangat berkurang. Dari dua orang penderita gangguan bipolar, mereka mengatakan biasanya mereka tidur sangat larut. Sekitar jam 2 dini hari. Bahkan, dalam satu wawancara, Marshanda pun tidur jam 2 dini hari setelah meminum pil tidur. Ini ia alami semenjak masih duduk di bangku SMP. 

"Saya hanya tidur 3 atau 2 jam saja," ucap Tarjum Samad, penderita gangguan bipolar yang sudah sembuh. Pada episode ini, penderita merasa kekurangan waktu.

Grandiositas

Ciri lainnya adalah grandisiotas. Yaitu gejala dimana seseorang merasa sangat percaya diri. Bisa dikatakan sangat berlebihan. Pada episode ini, penderita sangat yakin dengan dirinya: bahwa segalanya bisa diatasi, semua rencana akan berjalan dengan baik, dan ia merasa memiliki kekuatan besar untuk menghadapi segala permasalahan hidup. 

Dalam porsi tertentu, percaya diri memang sangat baik. Tetapi jika porsinya berlebih akan memberikan efek yang buruk. Misalnya kurangnya perhitungan ketika mengambil keputusan.

Berkurangnya Kebutuhan Tidur

Dampak lainnya adalah berkurangnya kebutuhan tidur. Pada beberapa penderita mengalami hypnophobia, yakni takut tidur. Namun kasus ini termasuk sangat jarang.

Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, kebutuhan tidur berkurang ketika seorang penderita pada masa episode manik. Hal ini bisa terjadi karena berkaitan dengan gejala-gejala lainnya, seperti adanya tingkat energi berlebih, ambisius, dan banyaknya ide yang berkejaran di kepala.

Pikiran Berlomba

Ciri lainnya adalah banyaknya berbagai gagasan di kepala. Gagasan ini berlompat-lompat dengan sangat cepat. Dengan kata lain, pikiran saling berkejaran silih berganti. Pikiran-pikiran yang terus mengalir tiada henti ini menyebabkan penderita merasa kekurangan waktu

Mudah Teralihnya Perhatian

Pada fase ini juga penderita mudah sekali mengalami distraksi. Yakni mudah teralihkannya perhatian mereka. Penderita gangguan bipolar akan seringkali lupa terhadap sesuatu yang dilakukannya beberapa saat, misalnya dimana menaruh kunci, atau mengapa ia pergi ke dapur. 

Oleh karena itu, penting bagi anggota keluarga untuk senantiasa memeriksa segala hal. Seperti mengunci pintu, menutup keran air, mematikan kompor, dan lain sebagainya. 

Meningkatnya AktivitasGangguan bipolar yang menyebabkan meningkatnya energi dan aktivitas psikomotor diiringi pula meningkatnya aktivitas-aktivitas lainnya yang memiliki tujuan. Misalnya semakin seringnya belajar untuk sekolah/kuliah, semakin intens melakukan kegiatan sosial, maupun kegiatan yang berkaitan dengan pekerjaan. 
Meningkatnya Libido

Dapat dikatakan bahwa orang dengan gangguan bipolar mengalami hiperseks, jika berada pada fase manik. Sebaliknya ketika depresi, mereka sama sekali kehilangan gairah seksual. Kemungkinan-kemungkinan yang terjadi dengan orang dengan gangguan bipolar:

Berpikir tentang seks secara terus menerus
Merasa tidak puas secara seksual 
Sulit mengendalikan gairah seksual
Dan hal-hal lain yang berhubungan dengan seksual

Masalah libido ini merupakan salah satu hal yang sangat sulit dalam treatment terapi gangguan bipolar. 

Banyak melakukan Tindakan Di Luar PerhitunganMungkin ini merupakan salah faktor yang membahayakan bagi kehidupan orang dengan gangguan bipolar. Pada masa manik, mereka seringkali melakukan hal-hal di luar perhitungan. Perilaku ini tidak saja membahayakan orang lain, tetapi pada dirinya sendiri.

Menurut data, gangguan bipolar bisa menyebabkan penderitanya kebut-kebutan, menggunakan uang dengan sangat boros, menginvestasikan uang tanpa meneliti terlebih dahulu sisi keamananya. Dan tentunya banyak lagi. 

Pada masa ini pengidap gangguan bipolar sering juga mengambil keputusan-keputusan yang bisa merugikan dirinya. Yang di kemudian hari akan disesalinya. 

Seluruh gangguan bipolar di episode manik ini akan berdampak pada dua hal. Yaitu gangguan fungsi sosial dan pekerjaan. Ada banyak kasus dimana mereka kesulitan untuk membangun hubungan yang baik dengan orang lain. 

Ringkasan Ciri-Ciri Episode Manik

Energi meningkat tajam
Merasa optimis
Adanya grandiositas atau rasa percaya diri yang berlebihan
Ide-ide dan pikiran yang berkejaran
Meningkatnya gairah seksual (libido) hingga sulit dikendalikan
Melakukan Tindakan di Luar Perhitungan
Mengambil Keputusan Salah yang Sering Disesali di Kemudian Hari
Episode Depresi Mayor

Menurut buku Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders IV-Text Revision (DSM-IV TR), jika seseorang mengalami gangguan bipolar akan mengalami gejala-gejala di bawah ini. 

Mengalami gangguan tidur
Merasakan kelelahan yang teramat sangat
Berkurangnya psikomotor secara drastis
Mengalami gangguan makan
Merasa bersalah
Berpikir tentang bunuh diri
Mengambil tindakan berbahaya yang mengarah ke bunuh diri
Sangat pesimis
Merasakan sedih berkepanjangan 

Minimal ada 4 gejala di atas yang tetap selama dua minggu. Sekarang mari kita lihat bersama-sama penjelasan satu persatu gejala depresi mayor.

Gangguan Tidur
Gangguan tidur di sini adalah pengidap merasakan tubuhnya tidak bisa melakukan apa-apa kecuali tidur. Ini merupakan kebalikan dari episode manik dimana kebutuhan akan tidur berkurang. Pada fase depresi mayor, penderita justru bisa tidur seharian. 

Tentu saja hal ini akan mengganggu kehidupan sehari-hari maupun aktivitas lain-lainnya. Tugas-tugas bisa terbengkalai, kewajiban yang seharusnya dikerjakan pun tidak dapat diselesaikan, dan hal ini bisa merusak hubungan pribadinya dengan orang lain. 

Merasa Letih

Gangguan bipolar membuat penderitanya merasakan letih yang amat sangat di masa depresi. Hal ini pula yang mengakibatkan timbulnya gejala gangguan tidur. Rasa letih ini membuat tubuh seakan tidak bertenaga. 

Paha dan betis dibekap rasa pegal yang sulit dihilangkan. Penderita bisa berbaring seharian tanpa melakukan apapun. 

Berkurangnya Kelincahan Psikomotor

Sekali lagi, pengidap mengalami hal yang berkebalikan dari episode manik. Jika pada episode manik pengidap gangguan bipolar sangat aktif, maka pada episode depresi mayor terjadi penurunan aktivitas dan kemampuan psikomotor. 

Seperti dijelaskan pada poin sebelumnya, bahwa gangguan bipolar pada episode ini mengalami keletihan, maka dampak lainnya adalah berkurangnya tingkat kemampuan psikomotor. Letih, tidur, diam, tidak bergairah adalah sebuah cluster dari ciri depresi mayor. 

Gangguan Makan

Ciri lain dari episode depresi mayor adalah pengerita mengalami gangguan makan. Nafsu makan bisa sama hilang sama sekali. Sehingga meskipun perut sudah lapar, sangat sulit untuk memberi asupan makanan ke dalam perut. 

Penderita yang mengalami gangguan makan semacam itu tidak merasakan kenikmatan apapun jenis makanannya. Semua makanan terasa hambar di lidah. Seandainya tidak dipaksa atau memaksakan diri untuk makan, penderita gangguan bipolar tidak akan makan kecuali sekedar untuk menghilangkan rasa sakit di perut saja. 

Merasa Bersalah

Merasa bersalah merupakan gejala lain di masa episode depresi mayor. Inilah yang menyebabkan gejala lainnya seperti bersedih. Gangguan bipolar memiliki banyak alasan mengapa ia merasa bersalah.

Mulai dari belum bisa membalas kebaikan orang lain, banyak menyakiti, atau melakukan hal-hal di luar kendali. Rasa bersalah ini terasa amat berat. Menjadi beban dalam pikiran dan perasaannya.

Rasa bersalah selain membuat harga dirinya jatuh. Mereka menjadi pemalu, menutup diri, dan rendah diri. Berbagai gejolak ini sesungguhnya semakin membuat mereka tertekan. Sehingga akhirnya banyak berpikir mengenangi kematian.

Bunuh Diri

Inilah ciri selanjutnya pada gangguan bipolar: bunuh diri. "Aku sudah tiga kali minum cairan racun serangga!" ujar Dini, seorang pengidap bipolar yang banyak curhat dengan Gina. Gejala-gejala bipolarnya memang sudah terlihat semenjak masih duduk di bangku SD. 

Karena gangguan penyakit bipolar ini, hidupnya sangat akrab dengan stress, marah, tersinggung, merasa tidak ada yang mengerti, tidak ada yang sayang, dan tidak memiliki teman. Rumah tangganya hancur. Membangun rumah tangga bagi mayoritas penderita bipolar seperti halnya membangun istana dari pasir. Bisa hancur seketika. 

Segala beban itu akhirnya membuat penderita gangguan bipolar seringkali berpikir tentang kematian. Kematian itu, pikir mereka, dapat menghentikan semua penderitaan yang terlihat tiada akhirnya. 

Masih hangat diberitakan bagaimana bintang komedian Hollywood meninggal dengan tragis. Memang di luar tampak seperti tidak ada masalah. Namun di dalam sana, sesungguhnya seseorang dengan bipolar mengalami depresi berat.

Pesimistis

Penderita bipolar hidup di antara dua kutub ekstrim secara bergantian. Jika pada episode manik mereka sangat optimis, penuh gairah, dan kreatif, maka pada episode depresi yang terjadi justru kebalikan dari itu.

Mereka menjadi sangat pesimis. Kehidupan tidak memberikan gambaran apapun kecuali kesuraman. Bahkan mereka tidak dapat melihat celah untuk pindah dari sisi gelap menuju sisi terang. 

Ya, sebenarnya dari dalam hati mereka ingin sekali melangkah menuju kehidupan yang cerah, akan tetapi ada sesuatu yang membuat mereka terasa berat untuk dapat pindah ke dunia yang cerah tersebut. Ini pula yang membuat mereka sedih. Lalu depresi. Dan akhirnya berpikir tentang kematian. 

Akhirnya, seluruh gejala pada episode depresi ini mengganggu fungsi personal, sosial, dan juga lain-lainnya. 

Episode Campuran

Gangguan bipolar memiliki beberapa episode kehidupan. Sejauh ini kita sudah mendiskusikan episode manik dan episode depresi. Nah, ada dua lagi episode yang biasanya dialami oleh orang dengan penyakit bipolar. Yaitu episode campuran dan episode hipomanik. 

Ciri dari orang yang hidup dengan bipolarisme setidaknya satu minggu mengalami episode manik dan depresi mayor secara bersamaan. 

Gejala ini bisa sangat berat sehingga membutuhkan perawatan ekstra. Adapun contoh dari gejala episode campuran adalah sebagai berikut:

Mudah marah
hiperseksual
menangis sedih
bicara lebih cepat dari biasanya
ingin bunuh diri
susah tidur

Dan berbagai gejala manik dan depresi lainnya. Hanya saja kedua gejala dari episode tersebut terjadi bersamaan. Apabila siklusnya sangat cepat, misalnya tertawa dan menangis hanya berselang dalam hitungan seperkian detik, penderitanya benar-benar mengalami beban yang berat. Ia harus meyakinkan dirinya bahwa ia masih dalam garis kesadaran. 

Episode Hipomanik

Episode ini bisa dikatakan sebagai episode pendinginan. Dimana terdapat gejala-gejala, setidaknya 4 hari , dimana penderita mengalami peningkatan sensitifitas, peningkatan semangat, atau energi namun dalam kadar yang tidak begitu ekstrim.

Contoh dari gejala pada episode manik:

Pikiran yang berkejaranMeningkatnya kepercayaan diriPikiran lebih tajamKurang pertimbanganPeningkatan semangat

Pada episode ini tidak ada gejala-gejala seperti halusinasi ataupun waham. Semua gejala tersebut masih bisa terkontrol oleh penderita. 

Dengan mengetahui berbagai ciri-ciri di atas, setidaknya kita bisa sedikit mendiagnosa apakah seseorang mengalami gangguan bipolar ataukah tidak. Tentunya hanya sebagai penilaian awal. Sedangkan untuk memastikan apakah seseorang terkena sindrom bipolar ataukah tidak, perlu mendatangi psikater untuk diagnosa lebih lanjut. 

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 07:20

0 komentar:

Post a Comment

Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.