loading...

Fakta Tanaman Tali Putri, Parasit Yang Bermanfaat

Posted by

Tanaman Pengganggu Tali Putri. Tali putri tersebut adalah tumbuhan dengan sedikit nyaris tanpa zat warna hijau daun (klorofil). Karena sedikit/tidak memiliki klorofil yang bertugas ‘memasak’, tumbuhan tersebut tidak mampu menyediakan makanan bagi dirinya sendiri dan hidup menempel menumpang minta makan tumbuhan lain. Selain minta makanan, tali putri ini juga memanjat ke bagian atas tanaman demi memperoleh sinar matahari dan melilit membentang di permukaan hamparan pagar. Kondisi ini sering kita sebut sebagai parasit, meski bukan itu tujuan si kuning tali putri merambat dan menghisap untuk bertahan hidup.


Tumbuhan ini mendapat aneka julukan dari protagonis semisal angel’s hair (si rambut malaikat) maupun antagonis devil’s hair (si rambut setan). Julukan yang berangkat dari perbedaan sudut pandang pemberi identitas apakah sebagai pernyataan kekaguman kuning elok ataukah olokan cantik-cantik koq menyerobot.

Sebagai kesatuan ekosistem sebenarnya setiap makluk hidup memiliki peranannya masing-masing utamanya dalam rantai pangan, sehingga ada yang di dan ada yang me. Manusia sebagai pemegang mandat pengelola isi bumilah yang bertugas menata keseimbangannya dengan tindakan kapan mereduksi, kapan mengidentifikasi keunggulan dan mengoptimalkan kemanfaatannya bagi kesejahteraan bersama. Semisal pemanfaatan benalu teh sebagai obat alternatif terhadap penyakit kanker, kita diajak memahami peran benalu sebagai pengekstrak zat bermanfaat dari tanaman inang bagi kesejahteraan manusia. Cap atau julukan parasit adalah produk kita dalam memandang dan memaknai kedudukan makluk lain. Begitupun tali putri juga mulai dipergunakan untuk beberapa kepentingan pengobatan melalui aneka penelitian.

Manfaat Tanaman Tali Putri Bagi Kesehatan

Tanaman yang tumbuhnya merambat dan membelit pada bagian atas dari tanaman lain ini, di dunia pengobatan tradisional sudah tidak asing lagi. Tanaman ini digunakan untuk mengatasi kanker hingga menyuburkan rambut.

Memang sejak lama orang-orang tua menggunakan tanaman ini sebagai penyubur rambut yang digunakan dengan cara membasahi kepala menggunakan lendir dari cairan yang keluar dari tanaman tali putri. Selain kanker dan menyuburkan rambut, dalam pengobatan tali putri biasa digunakan untuk mengatsi demam, malaria, influenza, radang ginjal, infeksi dan batu saluran kencing, bengkak, sakit kuning, batuk darah, kencing drarah, mimisan, disentri, kurus karena liver, batuk kare paru-paru panas, mempermudah persalinan dan cacingan.

Tidak semua tali putri dapat digunakan untuk pengobatan, karena tanaman yang di atas pohon beracun, tidak boleh digunakan dalam pengobatan. Tanaman ini akan menyebabkan kematian kalau digunakan tidak sesuai aturan atau melebihi dosis.

Tali putri tumbuh tidak teratur dan dapat menutup tanaman induk hingga tidak sama sekali. Tersebar di daerah tropis ditemukan pada beberapa tumbuhan perdu dan pohon-pohon yang rendah di semak belukar dan lapangan terbuka, terutama di daerah pantai dan kadang di tempat-tempat yang jauh dari pantai.

Tanaman ini mudah dikenali lewat batangnya yang berbentuk bulat halus menyerupai benang, lemas, bercabang, panjang bisa mencapai 300 meter dengan diameter kurang dari 0,5 mm, berwarna hijau atau coklat muda kekuning-kuningan, melekat pada tanaman lain dengan alat penghisap. Daun berupa sisik kecil, bunga kecil berwarna putih kekuning-kuningan dan berkumpul berbentuk bulir dengan panjang 2,5 cm. Buah bulat dan berdaging dengan diameter 7mm. Alat penghisap (akar penghisap) digunakan untuk pengobatan kanker.

Tali putri memiliki efek farmakologis menurunkan panas, anti radang, peluruh kencing, membersihkan darah, menghentikan pendarahan. Sedangkan kandungan kimianya antara lain cassyfiline, cassythidine, laurotetanine, dan galactitol. Dalam pengobatan digunakan seluruh bagian tumbuhan ini dengan cara dipotong-potong kecil kemudian dicuci dan dikeringkan dengan menjemurnya secara tidak langsung.


Cara Membuat Ramuan Tali Putri Untuk Obat Herbal 

Untuk penyakit-penyakit luar, biasa digunakan untuk luka baker, bisul dan eksim. Cara penggunaannya dengan melumat tanaman segar menjadi seperti bubur atau dengan menggiling tanaman kering menjadi bubuk. Setelah dicampur air sedikit, tempelkan ke bagian tubuh yang sakit. Bisa juga menggunakan air rebusan tanaman segar untuk mencuci bagian tubuh yang sakit.

Untuk mengatasi penyakit dari dalam, seperti untuk mengobati kanker, dilakukan dengan menggodok tali putri kering sebanyak 10-15 gram atau 30-60 gram tali putri segar. Air rebusan kemudian diminum. Ada beberapa ramuan yang Ki Suta ketahui yang dapat dimanfaatkan.

Panas liver dan kurus pada anak-anak: 60 gram tanaman segar tali putrid dan air secukupnya digodok sampai tersisa setengah mangkuk. Bagi air rebusan tersebut untuk dua kali minum. Berikan pada anak setiap hari sampai sakitnya berkurang.

Disentri: 30 gram tanaman segar tali putri digodok. Berikan kepada penderita sampai sakitnya berkurang.

Kencing darah: 90-120 gram tali putrid segar atau 15 gram tali putrid kering digodok dan diseduh gula merah secukupnya. Minum setiap hari sampai sakit berkurang.

Sakit kuning, batuk darah, susah buang air besar: 15-30 gram tali putrid kering digodok, kemudian air godokannya diminum. Ki Suta ingatkan, bagi wanita hamil jangan pernah menggunakan tali putri untuk pengobatan khususnya dengan cara diminum. Selain itu, kandungan alkaloid dapat menimbulkan kejang.

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 20:50

0 komentar:

Post a Comment

Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.