loading...

Efek Samping dan Manfaat Dexamethasone Pada Ternak

Posted by

Manfaat Dexamethasone dan Efek Samping Penggunaan Obat Ini Pada Ternak Sapi, Kambing, Domba


Obat Anti Radang. Dexamethasone adalah daftar obat yang selalu tersedia di kotak obat peternakan sapi potong, sapi perah, ataupun dokter hewan praktek. Obat yang digunakan sebagai anti radang ini menjadi obat prioritas keberadaannya setelah vitamin dan antibiotik. Obat ini biasa diberikan pada kasus keradangan yang disebabkan oleh infeksi bakterial, viral, jamur yang dikombinasikan dengan anti biotik. Radang pada alat gerak dan bagian tubuh luar ( kulit, kepala, muka ) diawali dengan adanya luka, fraktur, dislokasi sendi, gesekan dengan lantai kandang, beradu sesama sapi, saling serang pada komunitas baru, tertusuk benda tajam yang tidak steril ( paku, kawat, jarum suntik ) ataupun gangguan fisik lainnya. Fase berikutnya akan timbul kebengkakan, kemerahan, dan rasa sakit. Jika ada infeksi sekunder dari agen infeksius maka akan memperparah keradangan, terjadi abses dan berakhir menjadi nanah.

Pada populasi baru di sapi penggemukan ( terutama sapi lokal ) dengan sistem koloni, kejadian saling serang, kejar kejaran, beradu, berakibat pada patahnya tanduk, kepala berdarah, pincang ( lame ), dan mungkin terjadi split dan patah kaki. 2 minggu awal masa penggemukan adalah waktu ekstra intensif untuk mengamati tingkah laku sapi dan waktu tingginya kejadian sapi sakit. Tenaga medis akan sangat bekerja keras pada 2 minggu tersebut untuk mengobati sapi yang sakit, pincang, kalah makan, dan memisahkan sapi sapi tersebut ke kandang karantina / isolasi. Dari pengalaman di lapangan, kasus keradangan, kelemahan, skinny, lame, diare adalah kasus favorit yang mendominasi sapi sapi baru. Sudah terbukti kalau selama ini dexamethasone sangat membantu menangani kasus kasus tersebut.

Pada perawatan pedet ( calf dan rearing ), kejadian perdarahan tali pusar, infeksi tali pusar, putusnya tali pusar yang terlalu pendek atau tali pusar putus total harus dihindari. Kejadian tersebut akan berlanjut menjadi radang tali pusar ( omphalitis ) atau justru kematian pedet. Jika pada umur awal pedet mengalami omphalitis maka jika penanganan tidak baik , agen infeksius akan masuk ke saluran pencernakan, peredaran darah dan masuk ke organ organ vital seperti paru paru. Bila hal itu terjadi bisa dipastikan berlanjut menjadi kasus diare dan radang paru paru (penumonia ). Pemakaian dexamethasone dikombinasi dengan antibiotik banyak menyelamatkan pedet pada kejadian radang rali pusar ( omphalitis ), penumonia, dan berak darah ( enteritis ). Tindakan pencegahan yang perlu dilakukan adalah kehati hatian penanganan tali pusar pedet agar cepat kering tanpa adanya infeksi seperti dengan penyemprotan iodine pada tali pusar selama seminggu, pemakaian umbilical clamp, dan menyediakan kandang pedet yang bersih, kering dan nyaman. Namun umbilical clamp tidak boleh dipakai pada pedet yang hidup berkoloni dengan induk, karena akan merangsang induk memakan / menarik tali pusar sehingga putus.



Pada sapi induk, penyakit saluran pernafasan seperti pharingitis, laringitis, radang trakhea, bronchitis, oedema pulmonum dan pneumonia sangat banyak ditemukan. Kejadian tersebut banyak dijumpai di kandang dengan kondisi kotor dan kelembaban tinggi. Di sisi lain, kandang koloni ( ranch atau paddock ) pada musim kemarau menimbulkan debu luar biasa, yaitu debu dari campuran kotoran, tanah dan agen infeksi. Sapi yang beraktifitas di lingkungan berdebu tersebut menghirup debu, bersin bersin, batuk, mengeluarkan ingus, dan akan berujung pada pneumonia. Penanganan pneumonia yang tepat, dengan pemberian antibiotik yang spesifik untuk saluran pernafasan dan pemberian dexamethasone untuk mengurangi keradangan paru paru.



Pemberian antibiotik dan dexamethasone pada mastitis akut sapi perah akan bereaksi cepat mengurangi keradangan pada ambing. Dexamethasone sebagai anti radang pada sapi umumnya diberikan secara intra muskuler, namun pada kasus keradangan berat pada organ dalam seperti jantung, bisa juga diberikan intravena. Pemberian intavena akan berefek secara cepat untuk meminimalisir kejadian keradangan otot jantung ( myocardium ). Kombinasi dexamethasone dengan marbofloxacin dan clotrimazole digunakan dokter hewan praktek untuk menangani keradangan pada telinga Anjing.

Efek samping dexamethasone

Dexamethasone jika diberikan secara oral atau dengan injeksi (parenteral) dalam jangka waktu lama, lebih dari beberapa hari atau pemberian terlalu sering, akan menimbulkan efek samping pada systemic glucocorticoid. Efek samping tersebut meliputi meningkatnya sensitivitas lambung menjadi lebih asam, menyebabkan ulcerasi pada esophagus, lambung, dan duodenum. Efek lainnya menimbulkan efek Immunosuppressant, dan jika pemberiannya dikombinasi dengan senyawa immunosuppressant lain seperti cyclosporine, maka agen infeksius bakterial, viral, and fungal / jamur akan menyerang dengan mudahnya, menimbulkan demam dan terjadi penurunan kekebalan sehingga sapi akan mudah sakit terkena infeksi. Efek samping lainya atrophy otot, negatif protein balance, degenerasi melemak pada hati, hypertensi, gangguan pengapuran tulang, oedema, meningkatnya tekanan intraocular / mata ( glaucoma, katarak ), pada kulit berakibat allergi dermatitis, erythema, urticaria dan kulit menjadi kasar. Pada sapi bunting, pemakaian dexamethasone tidak dianjurkan karena bisa menyebabkan kontraksi uterus.

Dexamethasone sangat membantu menangani keradangan pada sapi, pemakaian sesuai dengan aturan dan skala prioritas menjadi pertimbangan yang utama untuk menghindari efek Immunosuppressant.

Penulis adalah Drh Joko Susilo (Medik Veteriner Balai Veteriner Lampung)
Sumber: http://bvetlampung.ditjennak.pertanian.go.id

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 18:58

0 komentar:

Post a Comment

Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.