loading...

Bahaya Yang Tersembunyi Di Pantai

Posted by

Waspadai Berbagai Bahaya Yang Ada Di Pantai

Berikut beberapa hal paling berbahaya di pantai dan cara menghindarinya.

Arus balik. Arus balik (rip current) merupakan gelombang yang bergerak dari dalam laut ke pantai dan bergerak kembali ke laut. Biasanya arus ini yang menarik perenang ke dalam air. Arus tersebut adalah bahaya utama bagi para pelancong di pantai.

Jika Anda terjebak di dalam arus balik, cara terbaik untuk selamat adalah dengan berenang mengikuti arus, bukan melawan arus. Lalu berenang sejajar dengan garis pantai sampai akhirnya di ujung arus. Kebanyakan korban dari arus balik meninggal karena kelelahan, bukan tenggelam, sebab mereka berusaha untuk berenang melawan arus dan akhirnya kalah.

Bahaya Terbakar Sinar / Sengatan matahari
. Tidak menyenangkan merasakan terbakar matahari hingga seakana-akan menjadi lobster rebus setelah melewatkan hari di pantai. Jangan dianggap sepele, sebab luka bakar bisa berbahaya bahkan mematikan.

Gejala gangguan panas termasuk terbakar matahari adalah kram karena panas, kelelahan, dan stroke karena panas yang dapat mengakibatkan kematian. Luka bakar karena matahari bisa memakan waktu hingga 24 jam untuk menunjukkan kerusakan penuh. Jika luka bakarnya serius, disertai sakit kepala, menggigil atau demam, segera cari pertolongan medis.

Bahaya Terjerumus Lubang di pasir. Anda mungkin ingin berpikir dua kali sebelum menggali lubang di pasir pantai. Jumlah kematian atau luka-luka yang disebabkan oleh jatuh karena lubang pasir lebih banyak daripada serangan hiu. Seperti terjadi pada seorang lelaki berusia 26 tahun meninggal setelah terowongan pasir yang dia gali akhirnya runtuh.

Baru-baru ini, bocah berusia 12 tahun meninggal setelah terjebak di dalam terowongan pasir. Lubang besar yang digali di pasir akan runtuh kecuali ditopang dan dapat melukai Anda atau orang lain di pantai. Jangan menggali lubang lebih dalam dari lutut Anda dan tutup lubang-lubang yang Anda lihat di pantai.

Terinfeksi Bakteri E. coli. Sedikitnya sembilan orang meninggal di Florida, Amerika Serikat di tahun 2014 karena bakteri pemakan daging yang hidup di air laut yang hangat bernama Vibrio vulnificus. Tetapi jenis E. Coli lebih umum ditemukan di pantai dan danau dan merupakan indikator kontaminasi kotoran di dalam air.

Gejalanya termasuk muntah, diare berdarah, sakit perut yang parah, dan demam ringan. Untuk mencegah kena penyakit, cari tahu kualitas air setempat. Jangan lupa untuk sering mencuci tangan di pantai dan usahakan untuk tidak meminum air laut saat berenang.

Sengatan Ubur-ubur. Dari 2.000 spesies ubur-ubur, hanya 70 yang serius membahayakan atau terkadang membunuh orang. Ubur-ubur kotak adalah kelas yang paling berbahaya karena memiliki tentakel yang berisi jarum dan racun yang mematikan.

Tetapi sengatan dari ubur-ubur yang paling umum menghasilkan rasa sakit, gatal, dan ruam merah yang berlangsung selama beberapa hari. Gunakan alas kaki yang dapat melindungi diri dari ubur-ubur. Jika tersengat ubur-ubur, cara terbaik untuk menentukan bagaimana luka sengat seharusnya diobati adalah dengan proses identifikasi spesies oleh ahli kesehatan.

Sumber: Kompas.com 

Tentang Bahaya Rip Current (Arus Balik)

Secara ilmiah, terseret dan renggelamnya orang di pantai selatan disebabkan oleh Rip Current. Rip current merupakan arus balik yang terkonsentrasi pada sebuah jalur yang memecah zone empasan gelombang hingga melewati zona gelombang pecah. Arus ini terbentuk jika gelombang datang dan menghempas garis pantai berbentuk cekungan. Pantulan gelombang yang mengenai pantai memunculkan sejumlah arus susur pantai yang kemudian bertemu dan memusat di tengah cekungan pantai.

Menurut Susmayadi (dalam Sucipto, 2010), definisi rip current ialah arus balik yang terkonsentrasi pada sebuah jalur sempit yang memecah zone empasan gelombang hingga melewati batas zona gelombang pecah. Secara fisis rip current terbentuk jika gelombang laut datang dan menghempas garis pantai yang berbentuk teluk dan cekungan.

Adanya banyak pantulan muka gelombang yang mengenai ”busur teluk” akan memunculkan sejumlah arus susur pantai yang bertemu dan memusat di tengah-tengah ”busur teluk”. Arus susur yang saling bertemu di pusat busur teluk ini selanjutnya bergabung menimbulkan sebuah arus balik menuju ke tengah laut yang mengumpul pada suatu jalur arus yang sempit hingga melewati batas zone gelombang pecah. Arus ini bergerak dalam energi sangat kuat dengan kecepatan tinggi.

Ada beberapa hal penting untuk diketahui agar dapat memahami karakteristik arus ini. Menurut Pethick (dalam Sucipto, 2010), rip current terdiri atas beberapa bagian arus, seperti arus pengisi, leher arus dan kepala arus.

Arus pengisi tersusun atas beberapa arus susur pantai hasil pantulan beberapa muka gelombang, kemudian bertemu, mengumpul dan berbelok arah menuju tengah laut.

Leher arus merupakan sebuah jalur yang sempit, mengalir sangat deras dan kuat yang juga menuju ke tengah laut. Saking kuatnya aliran leher arus ini bahkan mampu mengalahkan terjangan gelombang yang datang. Arus ini meluncur dengan kecepatan tinggi, hingga mencapai kecepatan 80 kilometer/jam.

Kepala arus adalah bagian rip current yang arah arusnya mulai melebar karena kekuatannya yang sudah mulai melemah, selanjutnya hilang di terpa gulungan gelombang laut.

Karena gerakan rip current ini berlangsung sangat cepat dan singkat, maka orang yang terjebak dan terseret arus ini sangat sulit untuk melepaskan diri hingga seolah terseret ke tengah laut. Inilah sebabnya mengapa arus ini banyak memakan korban jiwa. Berdasarkan penelitian, rip current terbentuk tidak hanya pada satu lokasi saja, melainkan berpindah-pindah sesuai dengan arah datangnya gelombang laut.

Rip current terjadi pada tempat di mana tinggi gelombang pecah adalah kecil. Rip Current juga terjadi karena:
  • Adanya ketidakseragaman gelombang pecah,
  • Puncak gelombang sejajar dengan garis pantai, atau sudut gelombang pecah terhadap garis pantai < 5o.
  • Bathimetri dasar laut yang tidak beraturan.
  • Tempat tersebut merupakan pertemuan arus sepanjang pantai yang berasal dari sebelah kiri dan kanan.
Sesuai dengan hukum kontinuitas, maka massa air yang menuju ke tempat tersebut dibelokkan kembali ke arah laut dan membentuk arus. Gelombang yang pecah pada pantai yang landai menyebabkan massa air yang terbawa ke pantai pun tidak seragam. Air membalik kembali dari surf zone menuju ke tempat dengan muka air yang rendah (gelombang pecah kecil) melalui alur yang sempit dengan kecepatan yang tinggi. Kecepatan dan panjang arus balik tergantung pada tinggi gelombang datang dan perbedaan tinggi gelombang sepanjang pantai. Jika gelombang datang tinggi, jumlah arus balik sedikit tetapi kecepatannya tinggi dan sebaliknya. Tempat terjadinya arus balik tidak tetap sepanjang waktu.

Kita mungkin dapat melihat suatu arus balik dari suatu tempat yang lebih tinggi di pantai, atau dapat juga bertanya dengan penjaga pantai yang bertugas atau dengan penduduk setempat yang tahu di lokasi mana terdapat rip current.

Berdasarkan pengamatan, sifat-sifat Rip Current dapat diketahui dengan :
  • Melihat adanya perbedaan tinggi gelombang antara kiri-kanan dan antaranya. Tinggi gelombang pada bagian kiri dan kanan lebih besar dari antaranya.
  • Meletakkan benda yang dapat terapung. Bila benda tersebut terseret menuju off shore maka pada tempat tersebut terdapat Rip Current.
  • Melihat kekeruhan air yang terjadi, dimana air pada daerah surf zone tercampur dengan air dari darat. Bila terlihat air yang keruh menuju off shore, maka tempat tersebut terdapat Rip Current. Kejadian ini dapat dilihat dengan jelas dari tempat yang lebih tinggi.
Pada beberapa kasus kejadian rip current, meskipun air laut tidak terlalu dalam hanya sebatas lutut, seseorang sudah dapat mengalami serangan arus ini. Kondisi ini terjadi jika arus susur pantai yang telah bergabung dengan tiba-tiba menyebabkan dasar pasir tempat berpijak tergerus arus hingga habis. Karena pasir tempat berpijak habis terbawa arus, maka orang yang terjebak dalam arus ini merasa seolah-olah dirinya jatuh ke dalam lobang, selanjutnya tenggelam selanjutnya diseret oleh badan arus yang mengalir kuat menuju ke tengah laut.

Lokasi rip current tergantung dari arah datang gelombang laut, sehingga lokasi rawan dapat dikenali. Meskipun sulit diperkirakan kedatangannya, arus ini dapat dikenali. Permukaan arus balik terlihat lebih tenang daripada gelombang datang yang berbuih. Selain itu, arus balik biasa terjadi di ujung cekungan pantai dan warnanya keruh karena membawa material pantai.

Setelah lokasi rawan diketahui, petugas pantai harus menempatkan bendera larangan berenang disertai pengawasan di zona bahaya. Sejauh ini, cara terbaik mengurangi risiko terseret arus adalah tidak nekat berenang. Pengunjung harus mematuhi rambu larangan yang ada.

Ada banyak cara yang dapat dilakukan dalam penyelamatan jika terseret rip current. Jika terperangkap dalam arus, jangan mencoba berenang melawan arus ke tepi pantai. Korban hilang dapat terjadi bila terlalu kuat melawan arus saat sehingga urung mengapung.

Selanjutnya korban harus bersikap tenang untuk sementara mengikuti arus. Karena kecepatan arus akan melambat. Berenanglah ke area di sebelah kiri atau kanan, baru kemudian berenang kembali ke arah pantai atau mengikuti gelombang menuju pantai. Dengan mematuhi cara-cara ini diharapkan korban akan selamat dari serangan arus mematikan ini atau paling tidak korban dapat berteriak meminta pertolongan ketika muncul di permukaan..

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 23:30

0 komentar:

Post a Comment

Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.