loading...

Apa Yang Dimaksud Sentuh Bahasa (Kontak Bahasa)?

Posted by

Sentuh bahasa atau kontak bahasa terjadi karena adanya masyarakat yang bertemu, dan hidup bersama-sama, sehingga berpengaruh terhadap masyarakat bahasa lain. Ciri yang paling menonjol dari sentuh bahasa ini adalah terdapatnya kedwibahasaan (bilingualism) atau keanekabahasaan (multilingualism).

Lebih dari setengah penduduk dunia adalah dwibahasawan atau dengan kata lain sebagian besar manusia di bumi ini menggunakan dua bahasa sebagai alat komunikasi. Misalnya saja bangsa Indonesia yang cenderung menguasai dua bahasa atau lebih.  Bahasa Indonesia digunakan apabila mereka berkomunikasi antarsuku, sedangkan jika berada di dalam lingkungan keluarga atau sukunya, mereka berkomunikasi dengan bahasa daerahnya masing-masing seperti  bahasa Aceh, Melayu, Sunda, Jawa, Madura, Bali,  Bugis dan sebagainya.

Kedwibahasaan
Pengertian kedwibahasaan bersifat relatif  dan merentang dari ujung yang paling ideal, sampai ke ujung yang minimal. Pengertian itu berkembang mengikuti tuntutan situasi. Ada beberapa pengertian kedwibahasaan, antara lain:
  1. Menurut Leonard Bloomfield (1993), kedwibahasaan merupakan ‘penguasaan (seseorang) yang sama baiknya atas dua bahasa (oleh seseorang) secara bergantian’.
  2. Uriel Weinreich (1968) kedwibahasaan diartikan sebagai ‘pemakaian dua bahasa (oleh seseorang) secara  bergantian’.
  3. Einar Haugen (1966) mengartikan kedwibahasaan sebagai ‘kemampuan (seseorang) menghasilkan tuturan yang lengkap dan bermakna dalam bahasa lain’.
  4. Dalam KBBI,  kedwibahasaan adalah  perihal pemakaian dua bahasa (seperti bahasa daerah di samping bahasa nasional)
Perbedaan pengertian kedwibahasaan ini disebabkan oleh sukarnya membuat batasan seseorang menjadi dwibahasawan. Batasaan kedwibahasaan tersebut dapat mencakup: ‘penguasaan sepenuhnya atas dua bahasa’ atau hanya sebatas ‘pengetahuan minimal akan bahasa yang kedua’. Seberapa jauh penguasaan seseorang atas kedua bahasa ini tergantung kepada seberapa sering dia menggunakan bahasa kedua itu.
Bloomfield pun mengungkapkan terdapat beberapa alasan yang mengacu pada segi kelemahan definisi kedwibahasaan itu sendiri, antar lain:
  1. Mengenai penguasaan bahasa yang kedua seperti penguasaan bahasa pertama.
  2. Mengenai taraf kemampuan menguasai bahasa hukum secara sempurna.
  3. Mengenai perbandingan kemampuan seseorang dalam menggunakan dua bahasa yang berlainan.
Add caption
Pengaruh  Kedwibahasaan
1. Alih Kode
Penguasaan atas dua bahasa tersebut akan mempengaruhi diri seseorang pada saat dia berbicara.  Kelancarannya bertutur dalam tiap-tiap bahasa membuatnya dapat mempergunakan bahasa yang dikuasainya secara bergantian. Hal seperti ini sering juga disebut dengan alih kode (code-switching).  Contoh  dari alih kode ini dapat disajikan dalam dialog berikut:
Esih     :  San, kemarin saya tunggu sampai satu jam, tapi kamu tidak datang.
Aduh, nyeri  hati pisan! Kalau tidak bisa datang tidak usah janji.
Santa  : Ya, Esih. Makanya sekarang saya datang untuk minta maaf. Punten pisan! Seueur pisan tamu di rorompok.
Dari dialog singkat diatas , pembicaraan yang berlangsung mempergunakan bahasa Indonesia dan bahasa Sunda secara bergantian.  Penggunaan bahasa yang bergantian ini terjadi  karena pembicara sedang berlatih menggunakan suatu bahasa tertentu atau kurangnya kosa kata atau istilah dalam salah satu bahasa yang dikuasainya untuk mengungkapkan maksudnya.

2. Interferensi
Interferensi (Interference) adalah penyimpangan dari kaidah bahasa sebagai akibat dari pengaruh penguasaan seorang dwibahasawan terhadap bahasa lain. Interferensi dapat terjadi pada tingkat tata bunyi, tata bahasa, atau leksikon.  Contoh interferensi adalah:

1. Orang Sunda dalam berbahasa Indonesia, sering mengucapkan fonem /f/ dan /v/ menjadi /p/. Misalnya:
Pasif      =>   Pasip                  Kreatif    => Kreatip                       Fakultas     => Fakultas
Variasi  =>  Pariasi               Variable => Pariabel                     November => Nopember
2. Orang  toba sering mengucapkan fonem /a/ atau pepet menjadi /e/ atau taling, misalnya pada kata beberapa, teman, telah, senang, perlu, beras, sekali.
3. Orang  Jawa sering mempergunakan struktur kalimat bahasa Jawa dalam bahasa Indonesia, misalnya:
Ning kene toko Laris sing larang dhewe   =>  Di sini toko Laris yang mahal sendiri.
Kata sendiri diterjemahkan dari kata dhewe, yang dalam bahasa Jawa memiliki arti “sendiri”. Namun, kata dhewe yang terdapat di belakang kata sing dan kata sifat berarti “paling”. Jadi dalam bahasa Indonesia yang baku, kalimat tersebut sbenarnya berbunyi :
=>  Toko Laris adalah toko yang paling mahal di sini.
3. Integrasi
Integrasi dibedakan dari Interferensi . Integrasi merupakan pemakaian  unsur-unsur peminjaman dari bahasa lain dan dianggap bukan sebagai unsur  pinjaman atau dengan kata lain sudah menjadi bagian dari bahasa Indonesia sendiri.  Tapi proses dari integrasi sangat membutuhkan waktu yang lama, karena tidak setiap kata atau unsur dari bahasa lain dapat langsung disadur / dimasukkan ke dalam pembendeharaan bahasa Indonesia.

Unsur pinjaman ini awalnya dipergunakan oleh sebahagian kecil masyarakat yang menguasai bahasa yang  bersangkutan. Jika peminjaman unsur ini dapat diterima oleh masyarakat umum maka aka nada penyesuaian tata bunti dan tata kata.
Misalnya:
Monteur            =>  Montir                                  Research     => Riset
Electrification => Elektrifikasi                        Corruption   => Korupsi

Sumber:
*  http://pendidikan-tuban.org/bse/BSE%20SMA-MA,SMK/44.%20Akitf%20dan%20Kreatif%20Berbahasa%20Indonesia%20Kelas%20XI%20Bahasa-Sastra/08-Pel%206.pdf
*  http://www.um-pwr.ac.id/web/artikel/390-bahasa-indonesia-antara-variasi-dan-penggunaan.html
*  Kherul Matein, “Bahan Ajar Analisis Kesalahan Berbahasa”, Probolinggo
*  Kushartanti, Untung Y, Multamia RMt, “Pesona Bahasa: Langkah Awal Memahami Linguistik”, 2005, Jakarta: Gramedia.

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 02:50

0 komentar:

Post a Comment

Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.