Ancaman Penyakit Kanker Pada Pengidap LGBT

Posted by

loading...
LGBT Dan Serangan Penyakit Kanker

Penyimpangan orientasi pada hubungan badan sesama jenis LGBT sudah sangat jelas melanggar fitrah hidup manusia yang telah dilahirkan berpasang-pasangan, laki-laki dan perempuan. Pasangan laki-laki adalah perempuan, pasangan perempuan adalah laki-laki.

Perilaku laki-laki berpasangan dengan laki-laki atau perempuan dengan perempuan adalah perilaku menyimpang yang wajib diluruskan dan ditolak keberadaannya. Jika kondisi LGBT ini diterima bahkan dilindungi maka tunggulah kepunahan makhluk yang bernama manusia ini.

Bayangkan saja bagaimana mau memiliki keturunan jika laki-laki berhubungan badan dengan laki-laki sedangkan yang perempuan dengan perempuan? Mereka yang masih memiliki otak normal tentu bisa memikirkannya!

Akhir-akhir ini hubungan sesama jenis sedang marak diperbincangkan di media. Mulai dari kampanye pro LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender) yang diusung oleh produk makanan hingga fasilitas dan dukungan yang diberikan oleh situs jejaring sosial.

Sepintas perbedaan orang-orang LGBT dengan orang heteroseksual hanya terletak pada orientasi seksualnya saja. Namun, siapa yang mengira bahwa orientasi seksual ini bisa berdampak pada penyakit, terutama kanker.

Penelitian yang dilakukan oleh Cancer Research Inggris menemukan bahwa homoseksual lebih rentan terkena kanker. Dari penelitian yang dilakukan selama tahun 2001, 2003, dan 2005, diketahui bahwa 1.493 pria dan 918 wanita mengaku sebagai gay dan lesbian. Sementara 1.116 wanita mengaku berorientasi biseksual.

Dalam penelitian tersebut ditemukan bahwa gay dua kali lebih berisiko terkena kanker dibandingkan dengan pria heteroseksual. Pria heteroseksual memiliki kemungkinan 5% sementara pria gay diketahui memiliki risiko lebih dari 8% untuk terkena kanker. Sementara itu tak ditemukan banyak perbedaan pada lesbian dan wanita heteroseksual. Terdapat beberapa kanker yang rawan diderita oleh para LGBT.

Kanker anal
Brat Camp, direktur eksekutif di pelayanan kesehatan dan medis Nelson-Tebedo CLinic menjelaskan bahwa kemungkinan besar kanker pada gay disebabkan oleh HPV (Human Papillomavirus). HPV biasanya ditularkan melalui hubungan seksual dan merupakan penyebab utama dari kanker anal.

Melihat kebiasaan gaya hubungan seksual para gay yang seringkali melakukan seks anal, tak mengherankan jika mereka lebih berisiko terkena kanker anal.

Trew Deckard juga menjelaskan bahwa kasus kanker anal paling tinggi ditemukan pada pria gay yang positif terkena HIV. Sementara itu, tingkat tertinggi kedua pasien kanker anal adalah pria gay yang tidak terjangkit HIV.

Kanker mulut
Sementara kanker mulut seringkali disebabkan oleh kebiasaan merokok, namun yang mengherankan adalah pelonjakan jumlah kanker mulut hingga 225% pada tahun 1974 .

Berdasarkan Dallasvoice.com, sebuah penelitian di New England Journal of Medicine menemukan bahwa rokok bukan satu-satunya penyebab kanker mulut. Yang lebih berisiko tinggi terkena kanker mulut adalah orang yang melakukan oral seks dengan enam atau lebih partner seks yang berbeda.

Coba tebak, oral seks juga sering dilakukan oleh para gay dengan banyak partner yang berbeda. Tentu saja kebiasaan ini akan meningkatkan risiko mereka terkena kanker mulut.

Tingginya risiko para gay terkena kanker juga tak lepas dari peranan virus HIV yang seringkali menyerang mereka. Virus HIV diketahui bisa melemahkan sistem imun tubuh dan rentan ditularkan melalui hubungan seks. Ketika seseorang telah terjangkit HIV, maka risiko dirinya terkena kanker akan lebih besar.

Kanker pada lesbian
Meski tingkat risiko kanker pada lesbian dan wanita heteroseksual tak jauh berbeda, namun tingkat kebugaran dalam perawatan kanker kedua jenis orientasi seksual ini ternyata berbeda.

Sebuah penelitian di Cancer Support COmmunity menunjukkan bahwa para lesbian memiliki kesehatan yang lebih buruk daripada wanita heteroseksual setelah melewati kanker.

Tak hanya itu, wanita lesbian juga diketahui memiliki tingkat bertahan yang lebih rendah dalam hal melawan kanker.

Andra Baker, pemilik grup pendukung lesbian di Gilda's Club, Dallas, menyatakan bahwa rendahnya tingkat kesehatan para lesbian setelah mengalami kanker bisa disebabkan oleh depresi dan tekanan mental.

Sementara rendahnya tingkat bertahan wanita lesbian berkaitan dengan ketakutan dan keengganan mereka mendatangi dokter untuk pemeriksaan rutin dan pemindaian kanker. Ketakutan mereka cukup beralasan karena belum tentu semua dokter bisa menerima identitas dan orientasi seksual mereka.

Hal ini menyebabkan kanker pada lesbian terlambat untuk dideteksi yang berakibat pada lebih lemahnya pertahanan dan tingkat juang para lesbian melawan kanker.

Di balik kepuasan seksual yang didapatkan para gay dan lesbian, ternyata bersembunyi risiko besar yang siap muncul dan menyergap mereka. Hal ini sebaiknya diwaspadai dan dicegah demi kesehatan dan keselamatan diri sendiri.

Sumber:merdeka.com

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 23:56

0 komentar:

Post a Comment

loading...
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.