loading...

Tanah Longsor, Penyebab dan Cara Menanggulaginya

Posted by

Bagaimana Tanah Longsor Bisa Terjadi? Bagaimana Cara Menganggulanginya? Adakah Cara Mencegahnya?

Musim Hujan dan Bencana Tanah Longsor. Saat musim hujan ada dua ancaman bencana yang biasanya datang yaitu bencana banjir dan bencana tanah longsor. Banjir dan tanah longsor terkadang terjadi secara berturutan. Banjir yang terus-menerus akan menggerus tanah dilereng-lereng bukit atau pegunungan sehingga jika konstruksi tanahnya labil maka akan terjadi longsor.  Tanah longsor merupakan perpindahan material pembentuk lereng berupa batuan, bahan rombakan, tanah, atau campuran dari material tersebut yang bergerak ke bawah atau keluar lereng.

Proses terjadinya tanah longsor dapat diterangkan sebagai berikut: Air yang meresap ke dalam tanah akan menambah bobot tanah. Jika air tersebut menembus sampai tanah kedap air yang berperan sebagai bidang gelincir, maka tanah tersebut akan menjadi licin dan tanah pelapukan di atasnya akan bergerak mengikuti lereng dan keluar lereng. Penyebab terjadinya tanah longsor dan upaya pencegahannya sangat perlu kita ketahui sehingga dapat meminimalisir terjadinya tanah longsor maupun akibat-akibat yang ditimbulkannya. Adapun tragedi longsor paling mematikan di Indonesia dan bencana tanah longsor pada tahun 2014 secara lengkap adalah pada artikel tanah longsor ini.

Faktor-faktor penyebab terjadinya tanah longsor 
Pada prinsipnya tanah longsor terjadi jika gaya pendorong pada lereng lebih besar dibandingkan dengan gaya penahan. Gaya penahan umumnya dipengaruhi oleh kekuatan batuan dan kepadatan tanah. Sedangkan gaya pendorong biasanya dipengaruhi oleh besarnya sudut kemiringan lereng, air, beban serta berat jenis tanah batuan.

Penyebab Terjadinya Tanah Longsor dan Upaya Pencegahannya
Faktor penyebab terjadinya gerakan pada lereng juga tergantung terhadap kondisi batuan dan tanah penyusun lereng, struktur geologi, curah hujan, vegetasi penutup dan penggunaan lahan pada lereng tersebut, tapi faktor penyebabnya secara garis besar dapat dibedakan sebagai faktor alam dan faktor manusia:

a) Faktor alam 
Kondisi geologi : batuan lapuk, kemiringan lapisan, sisipan lapisan batu lempung, strukutur sesar dan kekar, gempa bumi, stragrafi dan gunung berapi. Iklim : curah hujan yang tinggi di daerah tersebut. Keadaan topografi : lereng yang curam. Keadaan air : kondisi drainase yang tersumbat, akumulasi massa air, erosi dalam, pelarutan dan tekanan hidrostatika. Tutup lahan yang mengurangi tahan geser, misalnya tanah kritis. Getaran yang diakibatkan oleh gempa bumi, ledakan, getaran mesin, atau getaran lalu lintas kendaraan di sekitarnya.

b) Faktor manusia 
Pemotongan tebing pada penambangan batu di lereng yang terjal.
Penimbunan tanah urugan di daerah lereng.
Kegagalan struktur dinding penahan tanah.
Penggundulan hutan.
Budidaya kolam ikan diatas lereng.
Sistem pertanian yang kurang memperhatikan keamanan irigasi.
Pengembangan wilayah yang tidak diimbangi dengan kesadaran masyarakat, sehingga RUTR tidak ditaati yang akhirnya merugikan sendiri.
Sistem drainase daerah lereng yang kurang baik.

Ciri-ciri tanah longsor yaitu sebagai berikut : 
Munculnya retakan-retakan di lereng yang sejajar dengan arah tebing, yang biasanya terjadi setelah hujan. Munculnya mata air baru secara tiba-tiba.
Tebing rapuh dan kerikil mulai berjatuhan.
Air tergenang jika musim hujan, menjelang bencana itu, airnya langsung hilang.
Pintu dan jendela yang sulit dibuka.
Runtuhnya bagian tanah dalam jumlah yang besar.
Pohon/tiang listrik banyak yang miring.
Halaman/dalam rumah tiba-tiba ambles ke dalam tanah.

Upaya Pencegahan Terjadinya Tanah Longsor 
Jangan membuka lahan persawahan dan membuat kolam pada lereng bagian atas di dekat pemukiman. Buatlah terasering (sengkedan) pada lereng yang terjal jika membangun pemukiman.
Jika ada retakan tanah, segeralah menutup retakan tanah dan dipadatkan agar air tidak masuk ke dalam tanah dan melalui retakan tersebut.
Jangan memotong tebing jalan menjadi tegak.
Jangan mendirikan rumah di tepi sungai yang rawan erosi.
Jangan menebang pohon di lereng.
Jangan membangun rumah di bawah tebing.

Hal-hal yang dilakukan selama dan sesudah terjadi bencana 
1. Tanggap Darurat Yang harus dilakukan dalam tahap tanggap darurat adalah penyelamatan dan pertolongan korban secepatnya supaya korban tidak bertambah.
2. Rehabilitasi Upaya pemulihan korban dan prasarananya, meliputi kondisi sosial, ekonomi, dan sarana transportasi. Selain itu dikaji juga tentang perkembangan tanah longsor dan teknik pengendaliannay supaya tanah longsor tidak berkembang dan penentuan relokasi korban tanah longsor bila tanah longsor sulit dikendalikan.
3. Rekontruksi Penguatan bangunan-bangunan infrastruktur di daerah rawan longsor tidak menjadi pertimbangan utama untuk mitigasi kerusakan yang disebabkan oleh tanah longsor, karena kerentanan untuk bangunan-bangunan yang dibangun pada jalur tanah longsor hampir 100%.

Berita Tentang Tanah Longsor Di Banjarnegara Jawa Tengah
Berdasarkan hasil rekonstruksi pemetaan longsor, diketahui ada beberapa sebab terjadinya longsor di Banjarnegara. Sedikitnya ada sebab yang mengakibatkan terjadinya longsor.

"Pertama, material penyusun Bukit Telagalele adalah endapan vulkanik tua yang sudah lanjut dan lapuk. Kedua, kemiringan lereng lebih dari 60%," Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, kepada wartawan, Senin (15/12/2014).

Ditambahkan dia, ketiga, pada 10-11 Desember 2014, turun hujan deras sehingga tanah jenus air dan timbul retakan di punggul bukit. Saat kejadian longsor, hujan hanya gerimis.

"Keempat, dan yang terakhir, budidaya pertanian di Bukit Telalalele tidak menerapkan konservasi tanah dan air," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Dosen Teknik Geologi UGM Wahyu Wilopo mengemukakan, investigasi Tim Geologi UGM di Banjarnegara, pada 13-14 Desember 2014, mencapai hasil yang sangat mencegangkan.

Wahyu menerangkan, daerah di sekitar bencana memiliki ketinggian lereng mencapai 100 meter dengan daya jangkau longsoran mencapai jarak 500 meter. 

"Mengacu pada sumber peta geologi, daerah ini merupakan daerah sangat curam, miliki lapisan tanah yang tebal yang dipengaruhi oleh proses alterasi, pelapukan yang berasal dari dalam bumi," jelasnya, kepada wartawan, Senin (15/12/2014).

Ditambahkan dia, struktur geologi daerah sekitar sangat kompleks, dan ditemukan banyak jalur patahan. Namun, pemicu terjadinya longsor disebabkan penggunaan lahan yang kurang aman.

"Untuk menghindari kejadian serupa terjadi di daerah yang potensi longsor, ada beberapa tanda lahan atau lereng berisiko segera terjadi longsor. Caranya dengan mengamati munculnya keretakan tanah," tegasnya.

Dilanjutkan dia, selain itu adanya amblesan, dan munculnya mata air keruh, secara tiba-tiba. "Tanda lainnya terdapat dinding struktur rumah yang retak, dan posisi pohon yang tampak miring,” ungkapnya.

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 23:06

0 komentar:

Post a Comment

Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.