loading...

Si Leher Panjang Jerapah, Ciri Khas dan Keunikannya

Posted by

Fakta-fakta Unik Tentang Jerapah dan Kelahiran Bayi Jerapah


Jerapah terkenal karena bentuk lehernya yang panjang dan motif kulitnya yang bertotol.Jerapah memiliki mata besar, lidah panjang, telinga yang cukup besar, dan ekor berjumbai.

Berikut adalah 10 fakta lain jerapah yang perlu Anda ketahui:

1. Jerapah adalah hewan darat tertinggi
Tinggi jerapah bisa mencapai 6 m. Uniknya leher yang panjang sebenarnya hanya terdir dari 7 ruas tulang belakang (tulang leher). Jumlah ruas tulang leher jerapah sebenarnya sama dengan mamalia lain hanya saja ukuran tiap ruasnya jauh lebih panjang.

2. Okapi adalah kerabat terdekat jerapah
Jerapah termasuk dalam famili Giraffidae. Giraffidae pada gilirannya dibagi menjadi dua subkelompok, yang genus Giraffa dan genus Okapia. Genus Giraffa terdiri dari satu spesies yaitu Giraffa Camelopardalis. Demikian pula, genus Okapia juga hanya terdiri dari satu spesies, Okapia johnstoni.

3. Jerapah lebih memilih habitat di mana terdapat banyak pohon akasia
Jerapah lebih suka makan daun muda dan tunas tetapi bersedia pula makan rumput dan tumbuhan lainnya. Makanan favorit mereka antara lain daun muda pohon akasia.Dengan leher dan lidah yang panjang, jerapah tidak akan kesulitan menjangkau daun muda yang berada di pucuk pohon.

4. Jerapah terutama hidup di sub-Sahara Afrika
Jerapah merupakan hewan asli Afrika dan dapat ditemukan dari Chad di Afrika Tengah hingga Afrika Selatan. Mereka terutama hidup di daerah kering seperti padang sabana, padang rumput, dan hutan terbuka. Jerapah tidak lagi bertahan di sebagian besar Afrika Barat kecuali sisa populasi kecil di Nigeria.

5. Jerapah memiliki tanduk pendek di kepala
Baik jerapah jantan dan betina memiliki tanduk. Tanduk terbentuk dari tulang rawan yang telah berubah menjadi tulang. Tanduk jerapah ditutupi oleh kulit dan bulu dan bisa digunakan untuk membedakan antara jerapah jantan dan betina.Jerapah betina memiliki jumbai bulu di bagian atas tanduk sedangkan jantan tidak memilikinya.

6. Terdapat satu spesies jerapah dan banyak subspesies
Para ahli belum sepakat mengenai jumlah subspesies jerapah. Beberapa subspesies yang sudah diidentifikasi meliputi jerapah reticulated (G. c reticulata.), jerapah angola (G. c. Angolensis), jerapah masai(G. c. Tippelskirchi), jerapah rothschild (G. c. Rothschildi), jerapah Afrika Selatan (G. c. giraffa), jerapah Afrika Barat (G. c. peralta), jerapah thornicroft (G. c. thornicrofti), jerapah nubia (G. c. Camelopardalis) dan jerapah kordofan (G. c. antiquorum).

7. Jerapah putih sangat langka dan bukan merupakan albinino
Pada tahun 1938, seekor jerapah berhasil difilmkan di Kenya yang hampir seluruhnya berwarna putih kecuali matanya yang gelap. Jerapah putih memiliki pigmentasi, baik mata gelap atau pola bulu yang samar. Akibatnya, jerapah albino sejati belum pernah ditemukan.

8. Nenek moyang jerapah yang diketahui adalah Climacoceras
Climacoceras tampak lebih mirip rusa dan memiliki tanduk seperti jerapah.Climacoceras pertama kali diketahui muncul di awal jaman Miocene. Pada pertengahan Miocene, kelompok lain jerapah juga berkembang termasuk Palaeotragus dan Samotherium.Makhluk-makhluk ini masih memiliki leher agak pendek jika dibandingkan dengan jerapah masa kini.

9. Jerapah memiliki kaki depan lebih panjang dari kaki belakangnya
Hal ini membuat bahu jerapah nampak lebih tinggi dari pinggul dan punggung mereka miring ke bawah seiring ke arah ekor.

10. Jantung jerapah
beradaptasi khusus sehingga memungkinkannya memompa darah melalui leher panjang menuju kepala. Jantung jerapah memiliki tugas berat memompa darah pada tekanan cukup tinggi sehingga dapat mengalirkan darah sampai ke otak. Untuk melakukan hal ini, jantung jerapah berukuran besar hingga 10 kg sehingga menghasilkan dua kali tekanan darah lebih kuat dibandingkan mamalia besar lainnya.

Berita Tentang Kelahiran Bayi Jerapah di Taman Safari

Bayi jerapah (Giraffa camelopardalis Jerapah) yang lahir di lembaga konservasi "eks-situ" (di luar habitat asli) satwa Taman Safari Indonesia Cisarua, Bogor, diberi nama Pilpres.

"Diberi nama Pilpres terkait momentum kelahirannya yang bertepatan pada pemilihan umum presiden tanggal 9 Juli 2014, namun baru bisa dilihat publik saat ini karena mempertimbangkan aspek kesehatan," kata Direktur Taman Safari Indonesia (TSI) Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Drs Jansen Manansang MSC kepada Antara di Bogor, Sabtu (19/7).

Didampingi Humas TSI Cisarua Yulius H Suprihardo, ia menjelaskan bahwa bayi jerapah lahir sekitar pukul 15.00 WIB setelah proses selama tiga jam. Dengan kelahiran jerapah itu, kata dia, jumlah yang ada saat ini sembilan ekor.

"Dan (bayi jerapah) ini merupakan kelahiran kesembilan, dan lahir pada tanggal 9, jadi unik," katanya.

Tinggi bayi jerapah Pilpres itu hampir 1 meter dengan berat diperkirakan mencapai 100 kg.

Pilpres lahir dari induk pejantan bernama Tamba, yang lahir pada 20 Mei 2008, sedangkan induk betina bernama Waisa, lahir pada 4 September 2010, di mana keduanya dari Taman Safari Indonesia.

Keadaan bayi jerapah ini terus dipantau oleh kurator satwa TSI Amy Prastiti, dan drh Yohana, dibantu oleh keeper (perawat satwa) Bahrun dan Darmanto yang sehari harinya merawat 'si-leher panjang' itu.

Menurut Jansen Manansang, 'Giraffa camelopardalis Jerapah' atau bahasa Arabnya zarafah merupakan mamalia berkuku genap. Jerapah berkerabat dengan rusa dan sapi, tetapi lebih dekat berkerabat dengan okapi.

Ia mengemukakan bahwa di dunia ini terdapat sembilan jenis jerapah, yang dibedakan dengan pola di tubuhnya. Jerapah merupakan satwa tertinggi di dunia, yakni bisa mencapai 6 meter untuk pejantan, sedangkan betinanya lebih rendah.

Selain satwa tertinggi di dunia, jerapah juga memiliki jantung terbesar, lidah terpanjang yang digunakan untuk meraih ranting kecil dan pucuk daun.

Jerapah juga memiliki empat buah lambung, dan kaki terpanjang dibanding dengan satwa lainnya. Menurut penelitian, jerapah tidur hanya 1,9 jam per hari, dan berat jerapah bisa mencapai 1.360 kg.

Dengan kelahiran jerapah ini, kata dia, diharapkan dapat lebih menggugah dan memberikan kesadaran kepada masyarakat luas untuk lebih mencintai satwa sejak dini.

Sesuai fungsi Taman Safari Indonesia sebagai tempat konservasi diharapkan satwa satwa langka akan tetap lestari. "Dan kelangsungan hidup satwa langka tetap terjaga," demikian Jansen Manansang.

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 21:01

0 komentar:

Post a Comment

Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.