loading...

Hukum Memakai Hijab Bermotif dan Cadar

Posted by

Tanya Jawab Seputar Hijab Bermotif, Warna, Model, Cadar yang Sesuai Syari'at

Bismillah apa hukum pakaian wanita yang dihiasi bordir, motif atau garis berwarna ketika dipakai keluar rumah Ustadz? Jazakumullah khair

Jawab: Di antara syarat pakaian Muslimah yang disebutkan oleh para Ulama ialah tidak berfungsi sebagai perhiasan. Dalilnya firman Allah ta'ala:

“Dan janganlah mereka (para wanita) menampakkan perhiasannya kecuali yang (biasa) nampak darinya.” (An-Nur: 31)

Al-‘Allamah Asy-Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah berkata, “Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya”, yakni seperti pakaian yang indah dan juga perhiasannya, serta seluruh tubuhnya termasuk dari perhiasan, dan pakaian lahiriyahnya jika berfungsi sebagai perhiasan. “Kecuali yang (biasa) nampak darinya”, yakni pakaiannya yang biasa ia kenakan selama tidak menimbulkan fitnah. (Taisirul Karimirrahman Fi Tafsiri Kalamil Mannan)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah memperingatkan dari golongan orang-orang yang binasa. Salah satunya ialah wanita yang suka berhias diri di hadapan laki-laki selain suaminya:

"Dan seorang isteri yang jauh dari suaminya, padahal suaminya telah mencukupinya dengan memberi nafkahnya lalu ia bertabarruj.” (HR. Ahmad 23827 sanadnya shahih)

Tabarruj ialah menampakkan perhiasan atau bagian-bagian keindahan tubuhnya yang sesungguhnya wajib ditutupi karena dapat mengundang syahwat pria. (Fathul Bayan 7/274 - Shahih Fiqhussunnah 3/33)

Maka pakaian wanita yang bermotif, berbordir atau garis berwarna jika nampak di hadapan non mahram semua itu berfungsi sebagai perhiasan dan hukumnya haram. Sedangkan tujuan perintah berhijab itu sendiri adalah untuk menutupi perhiasan. Tanyakan kepada hati masing-masing apakah dirinya memakai hijab untuk berhias ataukah untuk menutupi dirinya dalam rangka taat kepada Allah??

Adapun alasan sebagian orang yang menjual pakaian bermotif untuk memudahkan kalangan awam memakai hijab maka ini adalah manhaj pedagang, bukan manhaj Salaf. Dan hal ini telah menjadi kesimpangsiuran.

Bagaimana dengan riwayat Ummu Kholid yang memakai baju bercorak sewaktu kecil? Bukankah Nabi tidak mungkin membiasakan anak kecil untuk bermaksiat? Sehingga wanita dewasa boleh memakai pakaian dengan corak atau garis berwarna mohon penjelasannya Ustadz

Jawab: Riwayat Ummu Khalid dikeluarkan oleh Al-Imam Al-Bukhari dalam shahihnya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memakaikan baju hitam bercorak hijau (atau kuning) kepadanya itu sewaktu kecil. Sedangkan anak yang belum baligh -apalagi Ummu Khalid masih digendong- tidaklah tergolong mukallaf (terkena beban hukum) sehingga tidak tepat jika dikatakan beliau membiasakan bermaksiat. Dan penyamaan hukum anak masih digendong dengan wanita dewasa dalam hal pakaian adalah penyamaan yang batil.

Begitupula dengan riwayat 'Aisyah yang diklaim memakai pakaian bermotif mawar. Ini juga tidak benar terjemahannya, karena dalam riwayat disebutkan, "Dir'an muwarradan" yakni warna pakaiannya berwarna mawar demikian yang diterangkan oleh para Ulama. Al-Imam 'Abdurrazzaq dalam Mushannafnya membawakan redaksi yang berbeda, "Dir'an mu'ashfaran" yakni berwarna merah.

Al-Hafidzh Ibnu Hajar Al-'Asqalani dalam "Fat-hul Bari" berkata, "Warna dominan yang dicelup ‘ushfur adalah warna merah.” Maka warna mawar yang dimaksud adalah warna merah.

Bagaimana dengan cadar yan menampakkan alis dan kening Ustadz? Dan sekarang model cadar bermacam-macam seperti cadar butterfly apakah termasuk perhiasan?

Jawab: Para Ulama berselisih pendapat tentang hukum cadar. Sebagian Ulama berpendapat wajib, sedangkan sebagian yang lainnya menilai sunnah atau afdhal (lebih utama). Namun kedua kelompok Ulama ini sama-sama sepakat bahwa cadar adalah hal yang disyari'atkan. Bahkan Ulama yang menilai afdhalnya cadar sangat mendorong para wanita untuk mengenakannya terutama di masa fitnah syahwat seperti sekarang.

Adapun bentuk cadar yang disyari'atkan ialah menutup wajahnya dan membuka salah satu matanya. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu 'Ubaidah As-Salmani dan lainnya dengan menutup matanya sebelah kiri dan menampakkan matanya yang sebelah kanan. (Riwayat Ibnu Jarir - Jami' Ahkamin Nisa' 4/513)

Qatadah berkata tentang firman Allah surat Al-Ahzab ayat 59, “Allah memerintahkan para wanita jika keluar rumah agar menutupi alisnya supaya mudah dikenali dan tidak diganggu.” (Riwayat Ibnu Jarir - idem 4/514)

Namun jika kesulitan hanya membuka salah satu mata, maka ia boleh membuka kedua matanya dengan rapat dan menjaganya agar tidak melebar, wallahu a'lam.

Oleh sebab itu Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin menasehatkan (kepada para wanita yang membuka alis dan keningnya) agar menutupinya dan memiliki rasa malu, karena malu itu bagian dari iman.

Sedangkan cadar model butterfly ini adalah korban model akibat latah dengan orang-orang fasiq supaya tidak ketinggalan zaman. Cadar dengan model seperti itu tergolong perhiasan fungsinya untuk memperindah penampilan. Dan ini tidak sesuai dengan tujuan syari'at cadar itu sendiri, wallahul musta'an.

Apakah pakaian selain berwarna hitam termasuk perhiasan?

Jawab: Pakaian selain warna hitam (selain pink) tidaklah tergolong perhiasan. Sebab isteri-isteri Nabi dan para Shahabiyah pernah memakai pakaian selain warna hitam dan hal itu tidaklah diingkari oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebagaimana yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari, Ibnu Abi Syaibah dalam "Mushannaf" beliau dan juga difatwakan oleh Lajnah Da’imah yang dipimpin oleh Syaikh bin Baz.

Kendati demikian, pakaian berwarna hitam lebih utama karena warna itu yang sering dipakai oleh kaum Mu'minah di masa kenabian sebagaimana riwayat yang menggambarkan mereka seperti burung gagak. Dan warna hitam lebih jauh dari kategori perhiasan.

Fikri Abul Hasan

WhatsApp Group
"Al-Madrasah As-Salafiyyah"

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 05:05

0 komentar:

Post a Comment

Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.