loading...

Cara Mengatasi dan Mengurangi Nyeri Sendi Tanpa Obat

Posted by

Nyeri Sendi? Ini Cara Mencegah dan Mengatasinya dengan Mengurangi Konsumsi Makanan Dibawah Ini

Apapun penyebabnya, nyeri sendi dapat diobati dengan obat kimia, olahraga atau obat-obatan alternatif. Pola makan juga memainkan peran kunci dalam menyembuhkan nyeri sendi. Meskipun ada banyak makanan yang mengandung zat anti-inflamasi seperti jahe, kunyit dan bawang putih yang dapat membantu melawan rasa sakit, ada juga makanan tertentu yang memicu rasa sakit.

Jika Anda menderita nyeri sendi, Anda perlu menghindari makanan tertentu yang dapat memicu peradangan dan nyeri. Berikut adalah 10 makanan yang harus dihindari jika Anda memiliki penyakit nyeri sendi.

Olahan daging dan daging merah

Daging olahan dan daging merah mengandung bahan kimia, seperti nitrit dan purin, yang dapat meningkatkan peradangan dan nyeri dalam tubuh. Makanan olahan yang tinggi racun yang disebut produk akhir glikasi lanjut (AGEs) yang dapat menyebabkan peradangan. Sebuah studi 2014 yang diterbitkan dalam Prosiding National Academy of Sciences mencatat bahwa glycan daging merah mempromosikan pengembangan inflamasi sistemik dan perkembangan kanker.

Gula rafinasi dan gula buatan

Jumlah gula yang tinggi juga meningkatkan tingkat AGEs dalam tubuh yang menyebabkan peradangan. Selain itu, gula memicu pelepasan zat inflamasi yang disebut sitokin dalam tubuh. Menjadi tinggi kalori, asupan gula berlebih juga menyebabkan kenaikan berat badan, yang menempatkan lebih banyak tekanan pada sendi dan meningkatkan rasa sakit.

Produk susu

Produk susu juga dapat menjadi pemicu nyeri sendi. Tingginya tingkat kasein protein dalam produk susu memicu peradangan dan nyeri. Bahkan lemak jenuh dalam produk susu penuh lemak seperti susu, mentega dan keju dapat memicu adiposa atau lemak-jaringan inflamasi, yang pada gilirannya meningkatkan rasa sakit.

Hindari susu pasteurisasi ketika menderita nyeri sendi atau jenis lain dari nyeri kronis. Sebaliknya, Anda dapat memilih susu kedelai, susu almond, tahu, margarin dan produk non-susu lainnya.

Minyak jagung

Minyak jagung tinggi asam lemak omega-6 yang dapat memicu tubuh untuk memproduksi bahan kimia
pro-inflamasi. Sebuah studi tahun 2012 yang diterbitkan dalam Journal of Nutrition and Metabolism mencatat bahwa peningkatan omega-6 asam lemak bisa mempotensiasi proses inflamasi dan memperburuk banyak penyakit inflamasi.

Biji-bijian dan tepung

Biji-bijian olahan dan tepung juga agen pro-inflamasi dan dapat meningkatkan nyeri sendi Anda. Makanan ini indeks glikemik tinggi memicu produksi AGEs yang merangsang peradangan.

Telur

Asupan telur dapat menyebabkan peningkatan pembengkakan dan nyeri sendi. Telur, terutama kuning telur, mengandung asam arakidonat yang mengarah ke produksi prostaglandin (semacam autakoid lipid), yang memicu peradangan dalam tubuh.

Protein gandum

Produk gandum mungkin juga mempromosikan peradangan dan nyeri sendi karena gluten dan kasein ditemukan di dalamnya. Kasein adalah sejenis protein yang mengarah ke produksi asam urat dalam tubuh.

Terlalu banyak asam urat dapat menyebabkan rasa sakit dan peradangan dalam tubuh, termasuk sendi. Nyeri sendi akibat asam urat, yang dikenal sebagai gout, dapat menjadi parah dan dapat melakukan kerusakan abadi pada sendi.

Garam halus

Garam halus, juga dikenal sebagai garam meja, tidak baik untuk kesehatan Anda, terutama jika Anda menderita nyeri sendi. Garam halus mengandung aditif dan bahan kimia (ferrocyanide dan aluminosilikat) yang dapat membuang keseimbangan cairan tubuh Anda.

Monosodium Glutamate

Monosodium glutamat (MSG) adalah makanan aditif dengan sifat pengawet paling sering ditemukan dalam makanan kemasan seperti keripik kentang, makanan ringan beku, makanan beku, kaleng dan makanan beku, dan mie instan. MSG dapat memicu peradangan dan rasa sakit di tubuh, termasuk sendi. Aditif buatan ini sangat berbahaya bagi orang-orang yang sudah menderita kondisi peradangan, seperti rheumatoid arthritis.

Bir

Konsumsi berlebihan bir serta minuman beralkohol lainnya tidak baik untuk sendi Anda. Bahkan, peminum bir berat berada pada risiko yang lebih tinggi mengembangkan rheumatoid arthritis serta asam urat. Bir yang tinggi purin yang diubah tubuh menjadi asam urat, yang dapat menyebabkan peradangan. Juga, bir dibuat dengan gluten. Selain itu, racun lain dalam bir dapat menyebabkan kerusakan yang signifikan pada tubuh Anda.

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 21:27

0 komentar:

Post a Comment

Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.