loading...

Cara Kerja Mesin Las dan Proses Pengelasan

Posted by

BERBAGAI MACAM ISTILAH PROSES PENGELASAN (WELDING)

A. SMAW (Shielded Metal Arc Welding)
  • Pengertian
SMAW adalah proses las busur manual dimana panas las dihasilkan oleh busur listrik yang terbentuk diantara elektroda berpelindung flux dengan benda kerja. Elektroda SMAW terdiri dari 2 bagian yaitu bagian inti yang terbuat dari baja yang berfungsi sebagai bahan pengisi (filler) dan bahan pembungkus yang disebut fluks. Fungsi dari fluks adalah : sebagai sumber terak untuk melindungi logam cair dari udara sekitarnya, menjaga busur listrik agar tetap stabil, sebagai deoksidator, menghasilkan gas pelindung, mengurangi percikan api dan uap pada pengelasan, dan sebagai sumber dari unsur paduan.
  • Prinsip Kerja
las 12
  • Aplikasi
Prinsip SMAW banyak digunakan untuk mengelas pipa-pipa refinery hingga pipelines, bahkan untuk mengelas di bawah laut guna memperbaiki struktur anjungan lepas pantai. Selain itu, Proses SMAW digunakan untuk mengelas logam-logam ferrous dan non ferrous, termasuk carbon steel, low alloy steel, stainless steel, nickel steel, cast iron, dan paduan tembaga.

B. SAW (Submerged Arc Welding)
  • Pengertian
Submerged Arc Welding adalah proses pengelasan busur dimana logam cair dilindungi oleh fluks selama pengelasan. Busur listrik yang digunakan untuk mencairkan logam tertutup oleh serbuk fluks yang diberikan disepanjang alur las dan proses pengelasan berlangsung didalam fluks tersebut.
  • Prinsip Kerja
  • 3

  • Aplikasipengecoran
  • Pabrikasi Baja dari Bentuk Struktural (Seperti : I-beams)
  • Pengelasan lapisan untuk pipa, tangki,  pressure vessels dengan diameter besar Seams
  • Pengelasan komponen untuk mesin berat
  • Baik digunakan untuk baja (kecuali baja karbon tinggi)
C. PAW(Plasma Arc Welding)
  • Pengertian
Plasma adalah gas yangterionisasi dengan jumlah ion sama dengan jumlah elektron. Menggunakan elektroda tungsten, filler metal ditambahkan seperti pada proses GTAW. Menggunakan gas pelindung He, Ar atau campuran keduanya. Arus listrik yang digunakan mencapai 100 ampere dengan temperature plasma hingga 30000°C, dengan temperatur setinggi ini, material apapun dapat dicairkan. Metode ini menghasilkan penetrasi yang sangat baik.
  • Prinsip Kerja
  • 4

  • Aplikasi
Biasanya digunakan untuk mengelas paduan aluminium dan titanium dan sering digunakan sebagai pemotong (plasma cutting).


D. TIG (Tungsten Inert Gas)
  • Pengertian
Metode pengelasan ini sebelumnya dikenal dengan nama Tungsten Inert Gas (TIG). Gas Inert yang biasa digunakan adalah wolfram untuk pelindung yang bagus sehingga atmosfir udara tidak masuk ke daerah lasan. Namun sekarang digunakan Co2 (tidak inert) karena lebih murah dan stabil.Elektroda tungsten bukan sebagai filler metal, sehingga perlu filler metal dari luar untuk mengisi gap sambungan. Filler metal bersama logam induk akan dicairkan oleh busur listrik yang terjadi antara elektroda dengan logam induk.
  • Prinsip Kerja
  • 5

  • Aplikasi
Metode ini biasanya digunakan untuk mengelas logam yang reaktif terhadap oksigen seperti paduan aluminium, magnesium dan titanium. Metode ini juga cocok intuk pelat tipis sampai dengan 5mm. Straight polarity (dengan arus hingga 500 ampere, boltase 20-40 volt) lebih sering digunakan daripada reverse polarity, karena reverse polarity cenderung mencairkan elektroda. Metode ini sangat cocok digunakan untuk spot welding.


E. MIG (Metal Inert Gas)
  • Pengertian
Sebelumnya dikenal dengan nama Metal Inert Gas (MIG). Pada metode pengelasan ini, gas pelindung juga berfungsi sebagai filler metal. Gas yang digunakan sebagai pelindung sama dengan gas yang digunakan pada GTAW, yaitu Ar, He, dan CO2, dialirkan selama proses pengelasan. Elektroda kontinu. Metal transfer berupa spray, globular dan short-circuit. Biasanya menggunakan sumber arus DC dengan reverse polarity untuk menaikkan penetrasi lasan.
  • Prinsip Kerja
  • 6
  • Aplikasi
MIG digunakan untuk mengelas bagian yang tebal, karena slag yang terjadi ketika pengelasan multipass tidak akan terjadi. Serta baik untuk pengelasan baja – baja kwalitas tinggi seperti baja tahan karat, baja kuat dan logam – logam bukan baja yang tidak dapat dilas dengan cara yang lain.

Antara Soldering, Brazing dan Welding

Solder / Soldering:
Sebuah proses di mana logam yang sama atau berbeda yang bergabung menggunakan paduan yang biasanya mencakup atau berbasis timah dikombinasikan dengan timbal, perak, antimon, bismut dan indium.
Solder juga mencakup proses di mana logam dilapisi atau disolder dengan timah.
Proses menyolder mencakup kisaran suhu 60°C – 440°C / 140°F – 825°F.
Solder digunakan dalam aplikasi elektronik, pipa, kabel listrik, kaca patri dan sejumlah penggunaan industri dan komersial.

Mematri / Brazing:
Sebuah proses di mana logam yang sama atau berbeda yang bergabung menggunakan dengan paduan yang biasanya mencakup atau berbasis perak dikombinasikan dengan nikel, tembaga, dan seng.
Suhu mematri lebih tinggi, biasanya menggunakan Api yang berasala dari karbid atau acetylene atau asetilin atau asetelin atau gas propane dll. Bisa juga menggunakan paduan yang tidak mengandung perak, tapi mengandung nikel, tembaga dan mangan.
Mematri mencakup suhu 470°C – 1190°C / 880°F – 2175°F.
Contoh pematrian biasanya digunakan untuk kompresor kecil, tabung sirkulasi mesin, alat-alat pertambangan, perlengkapan pipa, perhiasan, alat musik dan berbagai aplikasi lainnya.

Las / Welding:
Sebuah proses dimana logam serupa bergabung menggunakan sumber panas langsung untuk mencairkan logam dasar dan logam pengisi / filler untuk membuat menjadi satu bagian. Kebanyakan pengelasan melibatkan logam berbasis besi seperti baja dan stainless steel, tapi pengelasan digunakan dalam logam lainnya, seperti aluminium.
Pengelasan mencakup berbagai suhu 800°C – 1635°C / 1475°F – 2975°F.
Pengelasan biasanya diterapkan pada peralatan yang membutuhkan kekuatan yang tinggi seperti, pipa minyak, tabung bertekanan tinggi, chassis atau kerangkan sepeda, motor, mobil dll.
Intinya jika anda dalam proses tersebut mencairkan Logam dasar baik menggunakan logam pengisi ataupun tidak, tahapan ini sudah termasuk menjadi Pengelasan.

Antara Soldering, Brazing, Welding ini tentu mempunyai keunggulan dan juga kekurangan masing-masing… Pertimbangannya bergantung untuk apa, kekuatan yang dibutuhkan, kehalusan proses itu sendiri terhadapa permukaan dan lain-lain.

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 22:08

0 komentar:

Post a Comment

Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.