loading...

Mitos-Mitos Manfaat Berjemur Sinar Matahari di Pantai

Posted by

Berjemur Sinar Matahari di Pantai, Adakah Manfaatnya? Mitos atau Fakta?

Berjemur Sinar Matahari. Berjemur sinar matahari sangat umum dilakukan terutama oleh orang-orang bule atau orang yang memiliki kulit putih atau pucat dengan harapan kulit menjadi agak gelap atau kecoklatan. Apa saja hal-hal "salah" yang dipikirkan dan dilakukan orang yang berhubungan dengan berjemur dibawah sinar matahari?

Berikut Mitos-mitos yang berhubungan dengan Berjemur Sinar Matahari

Saat Berjemur Menggunakan make up dengan SPF (Sun Protection Factor) sudah cukup aman, Mitos.
Lapisan tipis SPF pada wajah tidak cukup untuk melindungi kulit ketika harus menghabiskan waktu di bawah sinar matahari. Skin Cancer Foundation menyarankan orang untuk menggunakan pelembab tabir surya yang mengandung spektrum yang lebih luas sebelum menggunakan make up, bahkan jika make up di klaim mengandung SPF sekalipun. Tabir surya yang berspektrum luas mengandung tabir untuk UVA dan UVB, dan sekurang-kurangnya SPF bernilai 15.

Mitos, orang berkulit gelap aman dari bahaya matahari dan kanker kulit
Kulit yang berwarna coklat atau gelap memang mengandung lebih banyak melanin, yaitu pigmen kulit yang lebih baik melindungi kulit dari bahaya UV. Tapi hal ini bukan berarti orang berkulit gelap 100 persen aman dari serangan kanker kulit.

Mitos, kulit menjadi coklat dapat melindungi kulit dari bahaya sinar matahari
Ini mungkin salah satu mitos yang paling umum dari semuanya. Kulit yang berubah coklat tidak akan melindungi kulit dari bahaya matahari, ini sebenarnya adalah reaksi kulit terhadap kerusakan terhadap sinar matahari. Setiap kali orang berjemur untuk membuat kulit lebih coklat, maka kerusakan akan terakumulasi dan mempercepat proses penuaan. Satu-satunya cara untuk melindungi kulit dari bahaya sinar matahari adalah tabir surya dan pakaian pelindung.

Mitos, jika menggunakan tabir surya sebelum keluar rumah, maka ini dapat melindungi kulit seharian
Masalah umum tabir surya adalah dapat memberikan rasa aman yang palsu. Menggunakan tabir surya sekali bukan berarti dapat melindungi kulit Anda sepanjang hari. Tabir surya perlu digunakan atau dioleskan setidaknya dua jam sekali, dan lebih sering lagi bila Anda sedang berkeringat atau berenang. Pastikan menggunakannya dengan marata, atau akan membuat kulit belang.

Mitos, sering berjemur sinar matahari maka asupan vitamin D semakin banyak
Memang benar bahwa matahari memasok tubuh dengan vitamin D, tapi tidak dengan cara sering berjemur lantas vitamin D semakin banyak. Paparan ultraviolet berlebih justru berbahaya bagi tubuh. Vitamin sinar matahari terbukti dapat memperbaiki jantung, tulang bahkan membantu mencegah kanker jenis tertentu. Namun, para pakar mengatakan bahwa paparan sinar matahari yang sehat hanya sekitar 2 sampai 10 menit sehari. Jumlah ini sudah cukup untuk memenuhi asupan vitamin dalam tubuh. Manula dengan kadar vitamin D rendah memiliki potensi problem dengan ingatan, belajar, dan berpikir. Lebih jauh lagi, rendahnya vitamin D akan memberi peringatan awal untuk risiko demensia alias kepikunan.

Sebagian besar vitamin D secara alami diproduksi oleh tubuh dari hasil tambahan eksposur sinar matahari ke kulit. Jadi, berjemur pada pagi hari sangat menguntungkan dalam kaitan ini.

Para peneliti dari Inggris, Italia, dan Amerika Serikat meneliti 850 orang Italia berusia 65 tahun ke atas dan menemukan orang yang secara akut kekurangan vitamin D sebanyak 60 persen mengalami penurunan kemampuan kognitif umum. Sisanya, 31 persen mengalami masalah dengan fleksibilitas mental. "Ini penelitian pertama untuk mengidentifikasi kaitan jelas antara tingkat vitamin D rendah dan penurunan kemampuan kognitif," kata ketua penelitian, David Llewellyn dari Peninsula Medical School di Universitas Exeter, Inggris.

Llewellyn mengatakan hasil temuannya menimbulkan kekhawatiran mendalam karena sebelumnya telah diperkirakan satu milyar orang di dunia kekurangan vitamin D. Ia mengatakan memberikan suplemen vitamin D pada manula sangat menjanjikan untuk bisa menjadi sasaran terapi pencegahan demensia, terutama karena suplemen murah, aman dan sudah menunjukkan membantu untuk menurunkan resiko dari patah tulang.

Sebagian besar vitamin D secara alami diproduksi oleh tubuh dari hasil tambahan eksposur sinar matahari ke kulit. Vitamin D juga ditemukan dalam beberapa makanan seperti minyak ikan dan penting untuk kesehatan, karena membantu sel menyerap kalsium yang esensial untuk tulang.

Beberapa penelitian terakhir juga telah menunjukkan vitamin D bisa melindungi dari kanker, penyakit pembuluh nadi dan tuberkolosis. Dalam penelitian ini, tim peneliti Llewellyn menemukan manula yang secara akut kekurangan vitamin D -- yang didefinisikan dengan memiliki tingkat darah 25 hidrovitamin D lebih rendah dari 25 nanomole per liter -- 60 persen cenderung mengalami penurunan kemampuan kognitif dalam penelitian enam tahun tersebut.

Hasil penelitian juga menunjukkan 31 persen cenderung mengalami penurunan dalam tes untuk menguji fungsi eksekutif. Penemuan ini juga diterbitkan dalam jurnal "Archives of Internal Medecine."

Demensia adalah kondisi yang menyia-nyiakan kemampuan otak yang berpengaruh pada 35 juta orang di dunia. Bentuk paling umum adalah penyakit Alzheimer, penyakit yang penderitanya secara perlahan kehilangan ingatan, kemampuan untuk bernavigasi dan memahami dunia di sekelilingnya dan merawat diri.

Tim peneliti Llewellyn mengatakan mereka berpikir vitamin D bisa mencegah degenerasi jaringan otak yang memiliki peran dalam membentuk jaringan syaraf, menjaga kadar kalsium dalam tubuh, atau menghilangkan beta-amyloid, senyawa yang membentuk plak pada otak yang diasosiakan dengan penyakit Alzheimer.

Para peneliti memperkirakan di AS dan Eropa, antara 40 hingga 100 persen dari manula kekurangan vitamin D dan masalah diperburuk dengan kondisi manula lebih banyak menghabiskan waktu dalam ruangan dan kulit mereka menjadi kurang efisien untuk memproduksi vitamin D.

Mitos, berjemur dalam tanning bed (tabung UV) lebih aman
Peneliti mengatakan bahwa jumlah radiasi dari tabung UV (indoor taning) sama dan bahkan kadang lebih tinggi ketimbang radiasi dari sinar matahari alami. Sinar matahari alami mengandung sinar UVA dan UVB. Dan tabung UV diklaim lebih aman karena hanya menghasilkan sinar UVB, padahal kedua jenis sinar UV tersebut sama-samam dapat menyebabkan melanoma (kanker kulit).

Berlindung di dalam air tidak menyebabkan kulit terbakar sinar matahari, Mitos.
Air tidak dapat melindungi kulit dari sengatan matahari. Refleksi cahaya di dalam air justru dapat meningkatkan paparan UV pada kulit.

Manfaat Berjemur Matahari
  • Berjemur 10-15 menit perubahan provitamin D di bawah kulit menjadi vitamin D mencapai 1.000 – 3000 interntional unit (IU). Angka ini cukup untuk memenuhi kebutuhan harian vitamin D.
  • Meningkatkan produksi serotonin dan endorfin. Ini adalah hormon yang bertugas mengatur mood dan penurun stres. Anda akan mendapati suasana hati yang lebih positif dengan berjemur. Konsentrasi sepanjang hari juga mudah dikontrol dan lepas dari dpresi.
  • Melancarkan aliran darah. Berjemur membuat pembuluh darah di kulit lebih lebar dan alirannya lancar. Efeknya beragam seperti sehatnya jantung dengan menormalkan denyut nadi dan tekanan darah.
  • Menyehatkan kulit. Sinar matahari pagi adalah obat mujarab untuk melawan jerawat, eksim, dan psoriasis.
  • Mencegah kanker. Terjadinya sintesis vitamin D di bawah kulit memengaruhi pencegahan beberapa penyakit kanker seperti kanker prostat, kanker payudara, kanker usus, dan kanker ovarium. Vitamin D juga salah satu agen untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Namun hindari terlalu lama berjemur agar tidak meningkatkan risiko kanker kulit.
  • Mencegah diabetes. Sebuah studi menunjukkan kaitan antara penurunan risiko diabetes tipe 1 pada anak-anak, dengan terapi yang memanfaatkan sinar matahari dan vitamin D. Diyakini sinar matahari membantu tubuh untuk menyimpan kelebihan gula darah ke dalam otot dan liver sehingga kadarnya stabil.
  • Membuang racun. Sinar matahari pagi membantu meningkatkan fungsi hati dan sirkulasi darah. Efeknya, kerja hati untuk membuang racun dalam tubuh lebih optimal.
  • Memperbaiki kualitas tidur. Orang yang mendapatkan paparan sinar matahari diketahui memiliki kadar melatonin dalam jumlah tinggi. Hormon ini berguna untuk memperbaiki kualitas tidur dan menyeimbangkan fungsi berbagai organ tubuh.

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 23:05

0 komentar:

Post a Comment

Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.