loading...

Harga Jagung Mahal, Salah Siapa?

Posted by

Jagung Langka, Jagung Mahal. Siapa Senang?

Buntut ditahannya jagung impor di tengah kelangkaan pasokan lokal, membuat harga jagung melambung hingga Rp 7.000/kg, dari harga normal jagung lokal yang berada di kisaran Rp 3.000/kg. Hal ini ikut memicu kenaikan harga ayam dan telur di awal tahun.

Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman mengungkapkan, alasan mendasar menahan jagung impor, karena petani jagung saat ini lebih mendesak butuh pertolongan. Kemudian, baru peternak.

"Kami sayang peternak juga. Tapi kita punya skala prioritas, kami dahulukan yang masuk ICU (Intensive Care Unit) dulu, yang lagi diinfus. Masa orang yang masuk ICU dan yang lagi main sepak bola disamakan perhatiannya," jelasnya ditemui di kantor Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta, Jumat (29/1/2016).

Amran melanjutkan, pihaknya meminta peternak ayam bersabar, karena solusi untuk masalah tersebut akan diselesaikan pekan depan.

"Minggu depan panen, kemudian Maret juga panen. Ini agar harga tidak jatuh di Rp 1.500/kg lagi, jangan pikir sesaat. Kedua kami sayang peternak, sudah kami siapkan solusinya minggu depan," ujarnya.

Selain panen dari jagung lokal, pihaknya juga sudah meminta Bulog segera mendatangkan jagung yang diimpor dari Thailand dan Malaysia. Jagung impor tersebut akan datang awal Februari.

"Bulog yang pegang jagung. Februari datang 600.000 ton, jangan bawa-bawa peternak, dan ini merupakan keputusan Rakortas (Rapat Koordinasi Terbatas)," tutup Amran.

Jagung Impor ditahan di Pelabuhan

Kementerian Pertanian (Kementan) menahan 353.000 ton jagung impor di pelabuhan. Langkah ini dilakukan karena menurut Peraturan Menteri Pertanian Nomor 57 Tahun 2015 (Permentan 57/2015), impor jagung untuk pakan ternak harus mendapatkan rekomendasi dari Kementan.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT), FX Sudirman mengungkapkan, pihaknya membantah telah mengimpor jagung tanpa mematuhi aturan. Ia justru mempertanyakan apakah Permentan 57 tersebut sudah benar-benar diterapkan.

"Kita pakai aturan lama dengan aturan Surat Persetujuan Pemasukan (SPP) impor barang yang memang sudah dicabut Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan. Karena Permentan 57 sendiri belum diterapkan, artinya di sini aturannya tidak jelas," kata Sudirman pada detikFinance, Jumat (29/1/2016).

Ia mengungkapkan, importir lain di luar jagung pun masih menggunakan aturan lama, namun hanya jagung yang kemudian dipermasalahkan.

"Di luar jagung, ada 43 HS (Harmonizes System) bahan nabati lain yang juga impornya masih pakai aturan lama, karena memang Permentan 57 belum diaplikasikan. Dan sebelum impor kita juga surati Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan," papar Sudirman.

Ia menuturkan, kalau pun ingin melarang impor jagung, seharusnya Kementan bisa memberikan memberitahukan jauh-jauh hari pada produsen pakan ternak, termasuk menjelaskan alasan kenapa Permentan 57 belum juga diterapkan. 

"Tidak ada angin, tidak ada hujan tiba-tiba dilarang. Ayam butuh jagung, dan ini menyangkut banyak masyarakat. Kita impor juga punya perencanaan, harus dilakukan satu dua bulan sebelumnya. Kita bisa terima kalau ada kejelasan, jangan buat kebijakan yang dadakan, tidak bagus buat dunia usaha," keluh Sudirman.

Akibat perubahan kebijakan yang mendadak tersebut, Kementan menahan pasokan sekitar 670.000 ton jagung impor dengan alasan menjaga harga jagung di tingkat petani tidak jatuh ke level Rp 1.500/kg.

Jagung impor ini tertahan di pelabuhan, gudang importir, dan kapal. Jumlah jagung impor tersebut meliputi sebanyak 297.817 ton di atas kargo yang telah dibongkar muat namun disegel, 148.599 ton di atas kapal di pelabuhan dan sudah mendapat izin sandar dan bongkar, 140.470 ton di atas kapal di atas laut dengan telah memiliki izin sandar, dan 86.000 ton belum memiliki sama sekali izin yang masih berada di atas laut.

Sementara 6 pelabuhan yang jadi pintu masuk jagung impor adalah Pelabuhan Belawan, Pelabuhan Panjang, Pelabuhan Cigading, Pelabuhan Tanjung Mas, Pelabuhan Tanjung Perak, dan Pelabuhan Tanjung Priok.

Sumber detik.com

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 14:38

0 komentar:

Post a Comment

Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.